WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda.
Ajukan Pertanyaan Anda Kepada Kami
Home / Berita / 5 Hal yang Wajib Diketahui untuk Paham tentang Aneksasi Israel

5 Hal yang Wajib Diketahui untuk Paham tentang Aneksasi Israel

Rencana aneksasi (pencaplokan) Tepi Barat oleh Israel sangat mengancam keberadaan Palestina.

Palestineupdate.com – Hari ini Palestina sedang genting, akibat rencana aneksasi (pencaplokan) Tepi Barat oleh Israel. Didukung Amerika Serikat, Israel semakin berani dengan rencana tersebut. Lalu, apa yang sebenarnya terjadi di negeri anbia saat ini? Simak 5 hal yang wajib diketahui, agar mampu memahami isu terkini di negeri anbia, dalam kabar Palestina hari ini.

berita palestina - perjuangan warga palestina - www.palestineupdate.com (0) - www.palestineupdate.com
Keterangan foto: Perjuangan warga Palestina dalam melawan penjajahan Israel. (Sumber. Google)

 

Aneksasi; Tindakan Ilegal, Mengapa?

Walaupun banyak negara mengecam rencana aneksasi – dikarenakan berpeluang merusak rencana “Solusi Dua Negara”, sebenarnya itu bukanlah alasan mengapa tindakan Israel disebut ilegal.

Seorang ahli hukum internasional, Maha Abdallah, menjelaskan bahwa tindakan aneksasi merupakan pemaksaan secara sepihak atas suatu wilayah oleh pihak asing, yang artinya akuisisi terhadap wilayah tidak sah.

Nyatanya, hukum internasional tidak menjadikan pendudukan itu ilegal secara utuh. Akan tetapi, telah membuat banyak batasan, khususnya untuk mencegahnya berubah menjadi aneksasi, yang bersifat ilegal.

 

Berita Palestina: Reaksi Dunia atas Rencana Pencaplokan Tepi Barat oleh Israel

 

Maha Abdallah juga menjelaskan; sebagai prinsip dasar dari hukum pendudukan, ‘kekuatan pendudukan’ tidak memperoleh kedaulatan – dengan cara apa pun – atas wilayah yang didudukinya. Itulah mengapa aneksasi dilarang keras, di bawah piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan konvensi Jenewa ke empat.

 

Pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia

Pemaksaan kedaulatan asing atas wilayah dapat menghalangi pribumi dari penentuan nasib sendiri, yang merupakan hak asasi manusia paling mendasar. Akan tetapi, dalam kasus wilayah Palestina, aneksasi yang dilakukan Israel telah melampaui ranah “pencegahan pribumi dari penentuan nasib sendiri”. Ia sudah memengaruhi hingga hak asasi manusia paling mendasar, individual, setiap harinya.

Sebagai contoh, sekitar 63 komunitas Palestina di lembah Yordan menghitung; 100 ribu penduduk hidup di bawah kendali penuh Israel. Mereka juga dikelilingi oleh kurang lebih 36 pemukiman Israel, yang jumlah pemukim ilegalnya mencapai 11 ribu orang.

berita palestina - lembah yordan - www.palestineupdate.com (2) - www.palestineupdate.com
Keterangan foto: Wilayah lembah Yordan. (Sumber. B’Tselem)

 

Menurut Fares Fuqaha, peneliti hukum di lembah Yordan dan penduduk dari kampung Palestina, Ain Al-Beidah, di lembah Yordan bagian utara, menjelaskan bahwa kebanyakan dari wilayah telah dieksploitasi oleh pendudukan Israel, demi keuntungan pemukim ilegal.

 

Tanggung Jawab Internasional terhadap Permasalahan

Dilarang oleh adopsi piagam PBB tahun 1945, aneksasi memberikan tanggung jawab kepada negara-negara lain yang mematuhi PBB,  atau ‘negara ke tiga’. Seperti yang ditunjukkan oleh Rania Muhareb (Peneliti Hukum dan HAM);

“‘Negara ke tiga’ memiliki tanggung jawab untuk tidak mengakui situasi ilegal, tidak memberikan bantuan atau pertolongan dalam pemeliharaannya, dan untuk bekerja sama dalam mengakhiri ilegalitas (ketidaksahan). Akan tetapi, dalam konteks Palestina, tanggung jawab ‘negara ke tiga’ hanya sampai tahap ‘tidak mengakui’, namun secara diam-diam mereka terus mempertahankan situasi ilegal tersebut.”

Berita Palestina: Fatah-Hamas Bersatu demi Lawan Rencana Israel Caplok Tepi Barat

 

Upaya Penghentian Tak Berhasil, Mengapa?

Nada Awad, pekerja hak asasi manusia, menyatakan bahwa hukum internasional sudah cukup jelas terkait ilegalitas aneksasi, namun sistem legal internasional tidak memiliki mekanisme untuk menjalankan asas-asas hukum kemanusiaan internasional. Inilah mengapa pelaksanaan oleh ‘negara ke tiga’ berdasarkan kehendak politik, tambahnya.

Fakta bahwa motivasi politik merupakan satu-satunya cara untuk menghentikan satu negara tertentu – yang melanggar hukum internasional, membuat penghormatan terhadap hak asasi manusia tunduk pada perhitungan politik dan ekonomi, berdasarkan minat.

“Penanggulangan politik dan ekonomi, termasuk sanksi, telah dilakukan oleh Uni Eropa untuk membalas aneksasi Krimea dan Sevastopol oleh Rusia,” ungkap Nada Awad, “Sebaliknya, di Palestina, Uni Eropa hanya membuat pernyataan terkait ilegalitas dari aneksasi.”

 

Berita Palestina: Gegerkan Dunia, Netanyahu Ingin Aneksasi Penuh Tepi Barat

 

Jadi, Akankah Upaya Penghentian Aneksasi Berhasil?

Dari sudut pandang praktis, aneksasi sudah terjadi selama bertahun-tahun. Pemukiman secara efektif diperlakukan oleh Israel sebagai bagian dari wilayah mereka, yang terhubung dengan jantung wilayah pendudukan Israel, yang secara utuh terpisah dari daerah Palestina di sekitarnya.

Memang, secara mendasar, aneksasi bukannya akan terjadi, melainkan sudah terjadi bahkan sejak tahun 1980. Akan tetapi, aneksasi bukanlah akhir dari cerita. Terlepas dari pendudukan dan seluruh praktik kolonialisme mereka, dan terlepas dari ketidakefektifan sistem internasional dalam menghentikan hal tersebut, warga Palestina mempertahankan tanah mereka dan menghadapi segala rintangan.

Kesetiaan mereka merupakan bentuk perlawanan di garis depan dan satu-satunya fakta di lapangan, bahwa pendudukan tak mampu mengubahnya. Kesetiaan ini pada akhirnya dapat mengubah keadaan, namun warga Palestina tidak dapat mewujudkannya sendiri.

berita palestina - aksi protes menentang rencana aneksasi tepi barat - www.palestineupdate.com (3) www.palestineupdate.com
Keterangan foto: Aksi protes menentang aneksasi Tepi Barat – Palestina. (Sumber. Aljazeera)

 

Hari ini, lebih dari apa pun, kesetiaan mereka harus didukung oleh seluruh orang di dunia, khususnya ketika banyak negara telah menggagalkan mereka – dalam upaya memperoleh kembali hak yang direnggut. Karena bagaimanapun, dunia kita dibangun oleh orang, bukan negara. (kimikim/palestineupdate)

Sumber. Quds News Network

About admin

Check Also

berita palestina - kehidupan pesisir gaza palestina - www.palestineupdate.com (1)

Kehidupan Pesisir Gaza Semasa Blokade Israel

Menjadi nelayan di wilayah pemblokadean tidaklah mudah, seperti yang dirasakan bapak berusia 58 tahun ini: …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *