WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda.
Ajukan Pertanyaan Anda Kepada Kami
Home / Al-Aqsha / Bagaimana Perjuangan Keluarga dengan Anak Autis di Tanah Gaza?

Bagaimana Perjuangan Keluarga dengan Anak Autis di Tanah Gaza?

Warga di Jalur Gaza memiliki kehidupan yang tidaklah mudah. Akan tetapi, lebih terasa sulit bagi keluarga-keluarga istimewa yang memiliki anak autis di dalamnya.

Palestineupdate.com – Krisis dan pemblokadean yang dirasakan warga di Jalur Gaza memanglah berat. Akan tetapi, hal ini sangatlah berat bagi keluarga istimewa dengan anak penyakit autisme di dalamnya. Bagaimana cerita selengkapnya? Simak ulasan kabar Palestina hari ini, yuk!

Shaaban, bocah Palestina berusia 10 tahun dengan penyakit autisme. Dirinya membutuhkan bantuan untuk pendidikan, begitu pula dengan perawatan medis yang menaksir biaya hingga 900 dolar per bulan. Tanpa obat, Shaaban dapat kehilangan kontrol dan mulai berteriak, ia pula kesulitan tidur di malam hari dan terkadang kehilangan kesadaran.

Berita Palestina: Dunia Tak Mengerti Penderitaan Warga Palestina di Gaza

Ayah Shaaban yang bernama Ibrahim, bekerja sebagai petugas kebersihan di sekolah. Di tengah-tengah kemunduran sektor ekonomi akibat pemblokadean Israel, Ibrahim mendapati pemasukannya berkurang dari sekitar USD450 menjadi USD350 dalam beberapa tahun terakhir.

Dirinya memiliki empat orang anak yang harus dinafkahi, termasuk Shaaban, dan hampir separuh pemasukannya dibayarkan untuk pinjaman bank, atas keperluan membangun rumah keluarga.

Selain itu, terdapat masalah tambahan yakni obat yang paling dibutuhkan Shaaban tidak tersedia di Jalur Gaza.

 

(231019) berita palestina - krisis obat-obatan di gaza (2) - www.palestineupdate.com - Palestine Update
Keterangan foto: Persediaan obat-obatan di Rumah Sakit Al-Shifa, Kota Gaza, begitu sedikit. (Sumber. Electronic Intifada)

 

“Saya merasa tidak bertenaga,” ucap Ibrahim. “Saya bahkan tidak dapat membeli atau pun menemukan obat yang dibutuhkan Shaaban. Ini sangatlah sulit. Saya melakukan semampunya untuk putra saya; Saya tidak tahu apa lagi yang bisa saya perbuat.”

Organisasi nirlaba yang berbasis di Jenewa – Swiss, Euro-Mediterranean Human Rights Monitor, memublikasikan penemuan dari penelitiannya di bulan Agustus – terkait anak-anak Palestina dengan autisme. Organisasi tersebut menyatakan bahwa sebagian besar orang tua dengan anak autis – yang diwawancara, komplain karena biaya perawatan yang terlalu mahal  bagi mereka – disebabkan tidak adanya dukungan finansial dari pihak berwenang.

Sementara itu, pemblokadean yang Israel lakukan di Jalur Gaza sejak 2007 telah mendampaki berbagai sektor kehidupan, termasuk sistem pelayanan kesehatan. Laporan terbaru dari lembaga kesehatan PBB, World Health Organization (WHO), menyatakan bahwa dari 516 item dalam daftar obat yang diperlukan Gaza, hampir separuhnya sudah kekurangan persediaan dibandingkan dengan “persediaan sebulan” yang tersisa di tahun 2018. Berkurangnya persediaan telah memburuk sebesar 15 persen sejak tahun lalu, tambah organisasi tersebut. (kimikim/palestineupdate)

Sumber. Electronic Intifada

About admin

Check Also

berita palestina - warga tepi barat tinggal di gua (1) - www.palestineupdate.com - Palestine Update

Terlantar Antarkan Mereka pada Gua-gua di Tepi Barat

Tidak cukup dengan menghancurkan rumah warga Palestina di Area C, Tepi Barat, penjajah secara tidak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *