WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda.
Ajukan Pertanyaan Anda Kepada Kami
Home / Berita / Bantu Sembuhkan Trauma Anak Palestina, Seniman Eropa ini Buat Grafiti

Bantu Sembuhkan Trauma Anak Palestina, Seniman Eropa ini Buat Grafiti

Palestineupdate.com – Seniman grafiti Eropa, yang meminta namanya dirahasiakan dan menyebutnya sebagai “Cakes”, sepakat untuk menceritakan ratusan karya grafitinya yang digambar di tembok paling polemik di dunia, Palestina-Israel.

Cakes, seniman berusia 33 tahun ini meninggalkan tanda karyanya di tembok pemisah sepanjang 750 km, yang dibangun oleh Israel. Karyanya begitu mudah dikenali. Gambarnya selalu mengenai anak-anak yang digambar dengan warna hitam, guna merepresentasikan bayangan.

Setiap gambarnya menjadi simbol bentuk protes terhadap perang dan pembangunan tembok, yang memisahkan orang-orang dan membuat perdamaian di Palestina semakin jauh. Ribuan wisatawan yang melewati wilayah ini akan secara mudah menemukan setiap gambarnya, tapi seniman tersebut menjelaskan bahwa maknanya agak lebih jauh dari yang terlihat.

“ Di Palestina, saya menemukan cara untuk membantu mereka yang memerlukan kedamaian dan belajar untuk mengatasi trauma ini. Ketika kamu masih anak-anak dan masa lalu sosialmu (begitu) sulit karena tinggal di barak pengungsian Palestina, itu menciptakan dunia mikro yang berbeda. Saya merasa (lebih) baik di sini.”

Baca Juga: 2 Seniman Italia yang Gambar Potret Ahed Dibebaskan oleh Israel

Bantu Sembuhkan Trauma Anak Palestina, Seniman Eropa ini Buat Grafiti
Bantu Sembuhkan Trauma Anak Palestina, Seniman Eropa ini Buat Grafiti

Bantu Sembuhkan Trauma Anak Palestina, Seniman Eropa ini Buat Grafiti
Cakes membuat karya pertama jalanannya pada tahun 2011. Di Palestina, grafiti dibuat di tembok wilayah Tepi Barat setidaknya sekali setiap enam bulan.  Meski tembok dipantau dan diawasi oleh kamera Israel selama 24 jam sehari, Cakes tidak terintimidasi dan mengatakan bahwa dirinya tidak pernah ditangkap atau ditanya-tanya oleh tentara Israel.

“Saya tidak menganggap diri saya sedang melakukan sesuatu yang salah, jadi saya bahkan tidak menutupi wajah saya. Saya tidak membenci siapa pun dan saya selalu yakin bahwa terlepas dari perang, sebagian besar warga Palestina dan Israel menginginkan dan membutuhkan kedamaian,” jelasnya.

Di Eropa, ia memiliki profesi lain, yang tidak ingin ia sebutkan, namun juga menjual karya-karyanya di media sosial untuk mengumpulkan donasi dan bepergian ke Palestina. “Selama saya diterima dengan baik di sini, saya akan terus membawa ide-ide baru.”

Berkaitan dengan rencana di masa depan, warga Eropa tersebut mengungkapkan bahwa dirinya telah memutuskan tujuan selanjutnya. “Saya dengar tembok yang dibangun oleh presiden Amerika Serikat (sebuah penghalang di perbatasan dengan Meksiko), Donald Trump, dan saya tertarik. Saya benar-benar ingin tahu tempat ini, saya bahkan menyiapkan gambar pertama yang akan saya buat di sana. Selama saya bisa, saya akan terus mengirimkan pesan perdamaian melalui seni, dan jika mungkin, di berbagai belahan dunia,” tandasnya. (kimikim/palestineupdate)

Sumber. Palestine News Network

About admin

Check Also

420 Warga Palestina Ditangkap Penjajah Selama Bulan Juli - Palestine Update

420 Warga Palestina Ditangkap Penjajah Selama Bulan Juli

 Selama bulan Juli kemarin, sebanyak 420 warga Palestina ditangkap oleh Israel termasuk anak-anak dan wanita. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *