WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda.
Ajukan Pertanyaan Anda Kepada Kami
Home / Gaza / Berkenalan dengan Pembuat Kapal Terakhir di Gaza

Berkenalan dengan Pembuat Kapal Terakhir di Gaza

Ia menjadi pembuat kapal terakhir, karena buruknya situasi maritim di Jalur Gaza. Walau sulit, ia memilih untuk meneruskan dan menurunkannya kepada generasi berikutnya.

 

Palestineupdate.com – Akibat buruknya situasi hari ini – termasuk kesulitan-kesulitan yang sering kali menimpa para nelayan – ia menjadi pembuat kapal terakhir di wilayah pemblokadean. Pahit dan manis ia rasakan selama menggeluti profesi tersebut, juga kekhawatiran-kekhawatirannya akan masa depan bidang ini. Bagaimana kisah lengkapnya? Simak kabar Palestina hari ini.

Berita Palestina: Ratusan Nelayan dan Petani Gaza Lakukan Aksi Protes Terkait Pemblokadean

Pria berusia 61 tahun tersebut bernama Abdullah Al-Najjar, seorang pembuat kapal terakhir di wilayah Jalur Gaza. Abdullah sangatlah sadar bahwa ia telah menjalani bisnis yang kian hari semakin menghilang. Walau begitu, ia mencoba tetap menghidupkannya dengan cara yang terhormat.

Memulai dari generasinya, ia melatih sang putra – Jamil (25) – agar bisa mewarisi kemampuannya pada generasi berikutnya.

Abdullah sendiri mulai mempelajari teknik pembuatan kapal saat dirinya berusia belasan tahun. Saat itu, ia diajari oleh sang paman.

berita palestina - pembuat kapal nelayan terakhir di gaza - www.palestineupdate.com (2) - Palestine Update
Keterangan Foto: Jamil Al-Najjar (kiri), putra dari Abdullah. (Sumber. Electronic Intifada)

 

“Hari ini pembuatan kapal di Jalur Gaza hampir tidak ada,” ungkap Abdullah. “Ini dikarenakan tingginya biaya yang diperlukan, juga kenyataan bahwa bahan baku langka dan terjadinya pembatasan terhadap para nelayan.”

Tradisi maritim di Gaza sendiri memiliki akar yang kuat. Di zaman dahulu, pelabuhan Yunani yang dikenala dengan “Antidon” dibangun di dekat Kota Gaza hari ini. Lalu, kegiatan melaut seperti menangkap tuna, sarden, udang, dan cumi, telah menjadi sumber kehidupan utama bagi warga Palestina, yang tinggal di sepanjang pesisir.

Terlepas dari tradisi yang bertahan begitu lama, kini ia tengah terancam karena kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh penjajah Israel.

Berita Palestina: Tak Cukup Menyerang Nelayan, Israel juga Menumpahkan Air Limbah untuk Mengusir

Perjanjian Oslo – yang ditandatangani oleh Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina (Palestine Liberation Organization (PLO)) pada tahun 1990-an – memungkinkan para nelayan Gaza untuk bekerja di zona yang membentang sejauh 20 mil laut. Pada kenyataannya, Israel tidak pernah mengizinkan para nelayan melaut lebih dari 15 mil dari pantai.

Sejak awal intifada kedua di tahun 2000, penjajah telah berulang kali mengurangi jarak melaut para nelayan. Akibatnya, terjadi kemerosotan yang drastis terkait jumlah nelayan Gaza – dari sekitar 10 ribu di tahun 2000 menjadi 3.500 orang di tahun 2013.

Sementara itu, pada hari ini, dari 3.700 jumlah nelayan Gaza yang tersisa, hanya dua ribu nelayan yang masih berkegiatan seperti biasa.

berita palestina - pembuat kapal nelayan terakhir di gaza - www.palestineupdate.com (3) - Palestine Update
Keterangan Foto: Jamil Al-Najjar (kiri), putra dari Abdullah. (Sumber. Electronic Intifada)

 

Bisnis yang Hampir Kolaps

Sepanjang karirnya, Abdullah juga telah membuat sekitar 30 kapal. Kapal-kapal tersebut memiliki panjang 17,5 meter, lembar 5,5 meter, dan tinggi 2,5 meter – yang jika dijual bisa mencapai harga 70 ribu dolar Amerika Serikat (sekitar 958 juta rupiah) per kapalnya.

Akan tetapi, bisnis yang dijalani Abdullah hampir bangkrut, sejak blokade Israel terhadap Gaza diberlakukan pada tahun 2007. Dirinya hanya membuat dua kapal selama 13 tahun terakhir, salah satunya dibuat untuk digunakan oleh putra-putranya sendiri.

“Para nelayan telah berhenti membeli kapal baru,” ungkapnya. “Dan mereka hanya bisa memperbaiki kapal lama mereka, ketika mereka mendapatkan bantuan dari badan amal.”

Berita Palestina: Setelah Ditahan 18 Hari, Jenazah Nelayan Palestina Akhirnya Dikembalikan

Hebatnya, terlepas dari segala kesulitan yang dihadapi, ia tetap teguh dengan keputusannya, “Saya telah bersikeras untuk mengajarkan putra saya cara membuat kapal.”

Optimismenya begitu luar biasa. Semoga kegigihannya dapat mengantarkan kebangkitan pada dunia maritim Jalur Gaza. (kimikim/palestineupdate)

 

Sumber. Electronic Intifada

About admin

Check Also

berita palestina - remaja palestina ditangkap israel - www.palestineupdate.com (1) - Palestine Update

Apa yang Dialami Remaja Palestina Setelah Ditangkap Penjajah?

Tindak penangkapan terhadap remaja Palestina oleh pasukan Israel, tidaklah sesederhana kalimatnya. Karena setelah terjadi penangkapan, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *