WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda.
Ajukan Pertanyaan Anda Kepada Kami
Home / Berita / Israel Denda Tahanan Anak Palestina Sebesar Rp 195 Juta

Israel Denda Tahanan Anak Palestina Sebesar Rp 195 Juta

Palestineupdate.com – Israel mendenda tahanan-tahanan anak Palestina yang ditahan di penjara Ofer yang terkenal kejam, yang berlokasi di  Ramallah bagian selatan, Tepi Barart. Dilansir dari Middleeastmonitor.com, jumlah denda tersebut mencapai 46 ribu shekel (kurang lebih Rp 195 juta) pada bulan September.

Dalam pernyataan yang dibuat belum lama ini, Kelompok Tahanan Palestina (Palestinian Prisoner’s Club (PPC) melaporkan bahwa sebanyak 108 anak ditahan di penjara Ofer. Dari 108 anak tersebut, 35 di antaranya ditahan pada bulan September.

Pernyataan PPC juga mengutip perwakilan tahanan anak di Ofer, Loay Al-Mansi, mengatakan bahwa empat anak ditangkap dari rumah, 20 anak ditangkap dari jalan dan tujuh anak di pos pemeriksaan militer. Selain itu, 14 anak dipukuli selama masa penahanan dan 20 lainnya diadili di pengadilan militer Israel.

Secara rutin, Israel menangkap dan menahan anak-anak Palestina. Menurut organisasi kemanusiaan Israel B’Tselem, “pada akhir bulan Juni 2018, 273 anak Palestina ditahan di penjara-penjara Israel.”

Dari 273 anak, 50 di antaranya berusia di bawah 16 tahun. Tiga dari anak-anak tersebut ditahan di tahanan administratif, sebuah status yang mengizinkan Israel menahan warga Palestina tanpa persidangan atau bukti bahwa mereka telah melakukan penyerangan. Penahanan administratif sering kali diperpanjang berulang kali dan tidak menentu, menandakan bahwa warga Palestina dapat ditahan selama bertahun-tahun tanpa memiliki akses untuk memprosesnya secara legal, dan tanpa tahu kapan mereka akan dibebaskan.

Baca juga: Hamas Turut Belasungkawa atas Musibah yang Menimpa Sulawesi Tengah

Kebijakan Israel terkait penahanan anak-anak menjadi sorotan di bulan Desember 2017, ketika gadis berusia 16 tahun, Ahed Tamimi, ditahan setelah video dirinya menampar seorang tentara Israel yang masuk tanpa izin ke wilayah keluarganya, tersebar. Ahed ditempatkan di penahanan administratif yang diperpanjang sebanyak tiga kali, sebelum akhirnya diadili di pengadilan tertutup militer Israel. Ahed kemudian dibebaskan pada bulan Juli 2018, setelah ditahan selama 8 bulan penjara Israel.

Menurut organisasi Defence for Children International (DCI), sejak tahun 2000 sedikitnya 8.000 anak Palestina ditahan dan dituntut di sebuah sistem penahanan militer Israel. Artinya, sekitar 500-700 anak Palestina ditangkap, ditahan dan dituntut setiap tahunnya.

DCI memperhatikan bahwa kebijakan penahanan anak oleh Israel merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional, khususnya Konvensi PBB terkait Hak Anak-anak pada tahun 1991, menuntut bahwa kebijakan mengenai kebebasan anak-anak yang dirampas hanya sebagai upaya terakhir. (kimikim/palestineupdate)

About admin

Check Also

Mengenal Tokoh Berpengaruh di Palestina, Yasser Arafat - Palestine Update

Mengenal Tokoh Berpengaruh di Palestina, Yasser Arafat

Sosok Yasser Arafat, salah satu tokoh di Palestina, begitu fenomenal hingga hari ini. Terlepas dari …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *