WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda.
Ajukan Pertanyaan Anda Kepada Kami
Home / Al-Aqsha / Israel Tolak Visa Para Akademisi yang Kunjungi Universitas-universitas Palestina

Israel Tolak Visa Para Akademisi yang Kunjungi Universitas-universitas Palestina

Palestineupdate.com – Israel telah melarang pemberian visa untuk para akademisi yang mencoba bekerja di universitas-universitas terkemuka Palestina, ungkap dari sejumlah lembaga kemanusiaan yang dilansir dari Middleeastmonitor.com.

Dua organisasi, The Legal Centre for Arab Minority Rights in Israel (atau yang lebih dikenal dengan Adalah) dan Al-Haq, belum lama ini menekankan bahwa Israel secara teratur menolak visa untuk para akademisi yang mencari pekerjaan di universitas-universitas Palestina.

Wakil Direktur Jenderal Adalah, Sawsan Zaher, mengungkapkan, “Warga Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza – seperti orang-orang lain yang ada di seluruh dunia – berhak menggunakan hak mereka atas kebebasan akademis sebagai bagian dari hak mereka terhadap penentuan nasib sendiri. Israel tidak bisa menghalangi warga Palestina dari penggunakan hak tersebut.”

Menurut Jerusalem Post, Adalah dan Al-Haq telah berpaling ke media setelah menulis surat kepada Koordinator Kegiatan Pemerintah di Wilayah (Coordinator of Government Activities in the Territories (COGAT)) – yang mengelola wilayah pendudukan Palestina – jaksa agung, advokat jenderal militer dan Kementerian Dalam Negeri, meminta bahwa praktik ini mesti dihentikan. Akan tetapi, sepertinya badan-badan tersebut tidak menanggapi permintaan dari dua lembaga tersebut.

Baca Juga: UNICEF dan Al Fakhoora Selesaikan Program Investasi Pendidikan di Gaza

Sebagai bukti untuk mendukung argumen mereka, kedua lembaga menyebutkan sebuah penelitian di tahun 2018 oleh Kementerian Pendidikan Palestina yang menemukan bahwa sebagian dari dosen-dosen internasional di universitas-universitas Palestina – 32 dari 64 – telah terdampaki oleh pelarangan visa.

Satu universitas yang terutama terdampaki adalah Birzeit, sebuah institusi terkemuka yang berlokasi di dekat Ramallah, Tepi Barat. Afiliasi dari Birzeit, Edward Said National Conservatory of Music, melaporkan kenaikan 200% terkait penolakan visa selama lebih dari dua tahun akademik terakhir, ungkap Adalah dan Al-Haq.

Selain itu, tujuh dosen internasional yang bekerja di Birzeit dipaksa meninggalkan negara tersebut – karena visa mereka yang tidak diperbarui, sementara dua anggota staf selanjutnya ditolak masuk secara bersamaan.

Terlepas dari upaya-upaya Israel yang membatasi aktivitas universitas-universitas Palestina, staf dan mahasiswa mereka, institusi-institusi tersebut tetaplah bergengsi. Pada bulan Juni 2018, Birzeit menduduki salah satu peringkat dari 100 universitas top dunia, dalam sebuah survei dari 26.000 universitas dari 85 negara yang berbeda. (kimikim/palestineupdate)

About admin

Check Also

Mengenal Tokoh Berpengaruh di Palestina, Yasser Arafat - Palestine Update

Mengenal Tokoh Berpengaruh di Palestina, Yasser Arafat

Sosok Yasser Arafat, salah satu tokoh di Palestina, begitu fenomenal hingga hari ini. Terlepas dari …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *