WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda.
Ajukan Pertanyaan Anda Kepada Kami
Home / Artikel / Jatuh Bangun Kehidupan Rumah Tangga di Jalur Gaza

Jatuh Bangun Kehidupan Rumah Tangga di Jalur Gaza

Menjalani kehidupan berumah tangga di Jalur Gaza tidaklah mudah. Sering kali berupa tragedi, yang meski begitu tetaplah penuh harapan untuk masa depan cerah.

Palestineupdate.com – Mereka hidup dalam sebuah tragedi. Setiap pribumi dari Jalur Gaza mengalami cerita dengan rasa yang sama. Walau begitu, hidup mereka juga merupakan sebuah harapan, di mana setiap cerita di Gaza semestinya mengandung asa yang sama untuk masa depan. Inilah kabar Palestina hari ini, mengenai kehidupan rumah tangga pilu; salah satu bagian dari cerita di Jalur Gaza.

berita palestina - pasangan suami istri dari gaza - www.palestineupdate.com (1) - Palestine Update
Keterangan Foto: Mariam dan Ahmad Abdelal, beberapa bulan sebelum kejadian. (Sumber. Electronic Intifada)

Dimulai dari seseorang bernama Mariam dengan nama belakang Abdelal. Ia harus menjadi seorang janda bahkan ketika usianya masih berada di angka 18.

Suaminya yang bernama Ahmad masih berusia 23 tahun, ketika ia dibunuh Israel dalam serangan udara di bulan November tahun 2019 lalu. Mariam dan Ahmad sudah menandatangi dokumen resmi terkait pernikahan, namun belum menyelenggarakan perayaan untuk itu.

Sementara itu, korban serangan Israel adalah Abdullah Al-Bilbaisi. Pria 26 tahun yang meninggal pada hari pertama serangan saat itu, tepat setelah 50 hari pernikahannya dengan Liza Al-Shurbaji, wanita muda berusia 18 tahun.

Berita Palestina: Bagaimana Krisis Pengaruhi Kehidupan Keluarga di Gaza?

Liza yang merupakan salah satu penghuni barak pengungsian Jabaliya di Jalur Gaza bagian utara, terkejut begitu mengetahui kabar tersebut. Ketika itu, ia baru saja mengetahui bahwa dirinya tengah hamil.

“Abdullah ingin memiliki anak perempuan dan memberinya nama ‘Iman’. Iman kini sudah hadir, namun dirinya tidak akan pernah mengetahui sosok sang ayah,” ungkap Liza.

Cerita lain datang dari pasangan baru, Muhammad Abu Amra dan Marwa. Keduanya berusia 23 tahun dan tinggal di wilayah Khan Yunis, Jalur Gaza bagian selatan. Tantangan yang harus mereka hadapi adalah memulai kehidupan rumah tangga tanpa adanya rumah untuk ditinggali.

berita palestina - keluarga palestina di gaza yang kehilangan rumah akibat serangan israel - www.palestineupdate.com (2) - Palestine Update
Keterangan Foto: Muhammad Abu Amra (tengah) dan sang istri (kanan) menghangatkan diri di sekitar reruntuhan rumah. (Sumber. Electronic Intifada)

Muhammad adalah seorang mekanik sepeda motor. Perlu tiga tahun baginya untuk menabung demi membangun tempat tinggal di atas rumah sang ayah, di mana ia baru saja pindah bersama Marwa.

Impian mereka pun harus sirna pada tanggal 13 November sekitar pukul 11 malam. Itulah saat ayah Muhammad, Hamoudeh Abu Amra (50), lari berteriak di sekitar rumahnya – memberi tahu setiap orang untuk segera pergi.

Seorang petani baru saja mendapat panggilan dari petugas militer Israel – memberitahu ia dan 19 anggota keluarga lain – untuk segera meninggalkan bangunan dalam waktu tiga menit. Mereka pun bergegas meninggalkan rumah masing-masing, hampir dengan bertelanjang kaki.

Berita Palestina: Trump Sebabkan Pembangunan Ulang Rumah Warga Gaza Terhambat

Dalam waktu sekejap, rumah yang susah payah dibangun tersebut akhirnya rusak – setelah Israel menembakkan misil.

Keduanya tidak bisa menahan sendu. Belum cukup lama bagi mereka untuk merasa seperti di rumah. Belum cukup lama pula untuk melindungi barang-barang milik pribadi, termasuk foto pernikahan mereka.

“Kurang dari satu menit, Israel menghancurkan hidup kami dan mengubahnya menjadi neraka.,” ungkap Muhammad. (kimikim/palestineupdate)

 

Sumber. Electronic Intifada

About admin

Check Also

PU-1- Pandemi Dan Blokade Kompak Buat Layu Bisnis Bunga di Gaza-www.palestineupdate.com(1) - www.palestineupdate.com

Pandemi dan Blokade Kompak Buat Layu Bisnis Bunga di Gaza

Pandemi berdampak serius pada bisnis bunga di Gaza, sepinya permintaan membuat bunga terpaksa dijadikan pakan. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *