WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda.
Ajukan Pertanyaan Anda Kepada Kami
Home / Artikel / Kedekatan Nelson Mandela dengan Palestina

Kedekatan Nelson Mandela dengan Palestina

Nelson Mandela/foto:Mother Jones

Nelson Mandela dan Palestina punya kedekatan yang tidak biasa. Lewat gerakan anti-apartheidnya, telah banyak menginspirasi gerakan rakyat Palestina untuk segera merdeka.

 

Palestineupdate.org— Siapa yang tidak kenal dengan Nelson Mandela? Aktivis perdamaian anti-apartheid yang sekaligus merupakan presiden kulit hitam pertama Afrika Selatan ini, ternyata memiliki kedekatan khusus dengan rakyat Palestina.

Dukungan terhadap kemerdekaan Palestina yang dilakukannya ternyata memiliki pengaruh yang besar terhadap kondisi Palestina hari ini.  Berikut sajian informasi lengkap terkait dengan berita Palestina dan sejauh mana kedekatannya dengan Nelson Mandela hanya di laman Palestine Update.

 

Rasa Senasib Sepenanggungan

Nelson Mandela beserta penduduk asli Afrika Selatan yang berkulit hitam harus menelan pil pahit buah kebijakan serampangan yang mengklasifikasikan penduduk berdasar pada warna kulit. Kebijakan rasial ini yang tentunya banyak merenggut hak-hak penduduk asli, bahkan perlakuan diskriminasi tidak dapat dielakan lagi.

Keadaan ini kemudian membuat Mandela memilih jalan aktivisme untuk menentang kebijakan sepihak tersebut, dan hal itu yang membawanya mengarungi penjara demi penjara selama tak kurang dari 27 tahun lamanya.

Potret Nelson Mandela muda saat menjadi pemimpin aktivis anti-apartheid/foto:The Telegraph

Mandela dan semangat yang dibawanya dalam menentang otoritarianisme sebuah kebijakan negara, menjadikannya memiliki jiwa kepemimpinan yang tidak hanya digunakan untuk membela tanah airnya. Tetapi hal itu juga digunakannya untuk menyampaikan suaranya di dunia internasional terhadap pembebasan Palestina yang tengah dijajah oleh Israel dengan semena-mena.

Di Palestina sendiri, semangat Mandela bagai bara api yang menyala-nyala. Semangat untuk merdeka dan bebas dari penjajahan memiliki rasa senasib sepenanggungan yang sama, karena tembok tebal segregasi rasial memiliki kesamaan dengan penjajahan yang dilakukan oleh Israel.

 

Baca Juga: Bagaimana Perjuangan Keluarga Dengan Anak Autis Di Tanah Gaza?

 

Gerakan Perlawanan Yang Menginspirasi

Dukungan Nelson Mandela terhadap Palestina tidak hanya dilakukannya sekali saja. Melalui berbagai forum  internasional, Mandela menyuarakan dukungan atas kemerdekaan Palestina, serta gerakan perlawanan yang dilakukannya di Afrika Selatan kemudian menjadi inspirasi gerakan perlawanan di Palestina.

Sosok Nelson Mandela, sang Presiden kulit hitam pertama Afrika Selatan/foto: The Denver Post

Gerakan  Boycott, Divestment and  Sanctions (BDS) merupakan salah satu produk gerakan yang mencontoh  anti-apartheidnya Nelson Mandela. kampanye global yang menekan Israel dari segi ekonomi dan politik agar dapat mengakhiri penjajahan di Palestina ini ternyata cukup efektif untuk menjadi sebuah gerakan perlawanan.

Gerakan yang dilakukan dengan  memboikot semua macam produk dari Israel, divestasi dan sanksi internasional untuk Israel yang berlangsung dari 2005 ini dilaporakan telah membuat Israel mengalami kerugian ekonomi sebesar 100 juta shekel atau 32 juta US Dollar sepanjang tahun 2014.

 

Baca Juga: 4 Rekomendasi Buku Untuk Mengenal Palestina

 

Kebebasan Afrika Selatan Tidak Lengkap Tanpa Kebebasan Palestina.

Pada saat berpidato dalam  rangka Hari Solidaritas Internasional dengan Rakyat Palestina tahun 1997, Nelson Mandela menegaskan kembali dukungannya terhadap hak-hak warga Palestina. “Kami tahu betul bahwa kebebasan kami tidak lengkap tanpa kebebasan Palestina” ujar Mandela

Dalam sebuah kesempatan pertemuan di Balai Kota Amerika Serikat,  Nelson Mandela ditanya tentang hubungannya dengan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) yang dianggap sebagai teroris oleh Amerika Serikat dan Israel. Mandela kemudian membela organisasi tersebut, dan  menyebutnya sebagai “sama seperti diri kami,  mereka berjuang untuk hak penentuan nasib sendiri“ tegasnya.

Patung Nelson Mandela di kota Ramallah, Tepi Barat/foto:Middle East Eye

Sahabat Palestine Update, perhatian  Nelson Mandela terhadap Palestina mencerminkan bahwa dirinya memiliki jiwa pemimpin sejati, yang tetap teguh berdiri di atas nama kemanusiaan yang menjadi jalan perjuangannya selama ini. Tidak terpengaruh dengan warna kulit, maupun tawaran-tawaran menggiurkan yang begitu melejit. Sahabat, sejatinya langkah gerakan yang dilakukan Nelson Mandela bukan sebuah gerakan yang instan sekali jadi, melainkan perlu perjuangan, pengorbanan waktu dan tenaga dalam waktu yang lama.

Karena itu, mari kita mulai perjuangan membela Palestina dari gerakan yang kita bisa seperti membagikan informasi-informasi terkini tentang Palestina, dan dilakukan sejak dari hari ini.

(itari/palestineupdate)

(Sumber: Middle East Eye)

About admin

Check Also

berita palestina - warga gaza susah dapatkan kartu identitas karena israel - www.palestineupdate.com (1) - www.palestineupdate.com

Tanpa Kartu Identitas, Warga Gaza Bak Dipenjara

Israel mempersulit kehidupan warga Palestina bahkan di Gaza, salah satunya terkait akses mobilitas warga yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *