WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda.
Ajukan Pertanyaan Anda Kepada Kami
Home / Artikel / Kejahatan Rasialisme Israel Terhadap Palestina

Kejahatan Rasialisme Israel Terhadap Palestina

Protes yang dilayangkan oleh penduduk Palestina di dekat pagar Gaza-Israel/foto:Middle East Eye

 

Rasialisme menjadi sebuah topeng wajah untuk menutupi penjajahan Israel atas Palestina

 

Palestineupdate.com—Sikap rasialisme, dan diskriminasi terhadap seseorang atau sekelompok orang dilihat dari keturunan, suku, agama, serta memandang rendah entitas yang berbeda adalah tindakan yang sangat tidak dibenarkan. Namun nyatanya, praktik rasialisme masih saja terjadi hingga hari ini.

Berikut portal berita Palestina terkini, Palestine Update sajikan informasi terbaru tentang Palestina hari ini hanya untuk anda.

Israel Jemawa, Merasa Memiliki Tanah Palestina

Isu rasialisme menjadi salah satu alasan yang kerap dipakai sebagai legalitas penjajahan terhadap suatu bangsa. Merasa paling berhak dan menjadi ahli waris dari suatu wilayah, merasa berasal dari keterunan elit ataupun merasa memiliki fisik terbaik, menjadikan rasa sombong semakin berkelakar dalam dada.

Dengan mengikuti pola tersebut, Israel kemudian menjadikannya sebuah kedok besar dengan jemawa mengklaim sepihak tanah Palestina. Para pendukung Israel mengklaim bahwa warga asli Palestina saat ini adalah orang asing yang berasal dari luar negara itu.

 

Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel/foto:Reuters

Israel menganggap bahwa orang-orang Yahudi adalah sebuah ras keturunan Ibrani kuno yang berhak mendiami tanah Al-Quds. Perdana menteri Israel, Netanyahu menyebutkan bahwa semua warga Palestina adalah pendatang baru dari Semananjung Arab.

 

Baca juga: Ragam Masker Unik Buatan Palestina

 

 

Penduduk Palestina Kehilangan Kampung Halamannya

Potret para pengungsi Palestina/foto:Palestinow

Zionis Israel berargumen bahwa orang Eropa yang pindah agama menjadi Yahudi, dan keturunannya yang telah pergi meninggalkan Yerussalem selama 2.000 tahun, memiliki “hak” untuk kembali ke tanah air kuno mereka.

Kemudian mereka merasa memiliki wewenang untuk mengusir penduduk yang mendiami negeri itu, dan menganggap bahwa penduduk asli Palestina adalah orang asing yang hanya singgah ke tanah mereka. Sejak 1948 setelah Israel berhasil merangsek masuk ke Palestina, penduduk asli Palestina tidak memiliki hak untuk kembali ke kampung halamannya, sejak tujuh dekade yang lalu. 

Sikap Rasialisme Bukan Kali Ini Saja

Sikap rasialisme yang dilakukan oleh Israel bukan hanya sebatas klaim sepihak atas kepemilikan tanah Palestina. Israel telah melakukan rasialisme dalam berbagai bentuk kejahatan, seperti intimidasi terhadap warga sipil, kejahatan fisik, bahkan menghancurkan fasilitas kesehatan, tempat ibadah dan pendidikan juga telah dilakukan.

Potret sekolah yang hancur akibat agresi militer Israel /foto: Mina News

Sebagai contoh terjadi pada 9 November 2019 lalu, di mana agresi militer Israel di Jalur Gaza selama dua hari telah memakan korban jiwa sebanyak 6 siswa Palestina, dan merusak 15 sekolah yang rusak akibat serangan Israel.

Penyerangan yang terjadi tahun 2019 lalu, hanya sebagian kecil dari banyaknya kejahatan yang telah dilakukan oleh Israel yang terus berlangsung sampai detik ini.  Hari demi hari pelecehan dan penistaan semakin menjadi-jadi, sehingga tidak hanya memengaruhi mental dan fisik penduduk Palestina, tetapi juga sarana dan prasarana di sana ikut menjadi objek perusakan.

Sahabat Palestine Update, sejatinya perjuangan memerdekakan Masjidil Aqsa beserta Palestina adalah pekerjaan setiap umat Muslim yang harus terpatri dalam hati. Oleh sebab itu, mari kita terus memberikan dukungan terbaik terhadap Palestina dengan segala bentuk kontribusi yang kita bisa. (itari/palestineupdate)

Sumber: Middle East Eye

About admin

Check Also

Bagaimana Jika Virus Corona Sampai ke Gaza?

Wabah virus Corona yang menjangkit menjadi sebuah ketakutan di sana sini. Wilayah Gaza menjadi salah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *