WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda.
Ajukan Pertanyaan Anda Kepada Kami
Home / Berita / Masihkah Mungkin Temukan Jasad Putranya di Lautan Gaza?

Masihkah Mungkin Temukan Jasad Putranya di Lautan Gaza?

Jasad sang putra menghilang di laut Gaza setelah dibunuh pada 2017 lalu, dan satu-satunya harapan yang tersisa hanyalah memberikan pemakaman yang layak. Akan tetapi, hal itu jauhlah dari kenyataan.

Palestineupdate.com – Mungkin ia sudah terlambat, jika mengharapkan pemakaman yang layak untuk sang putra. Ketika 2017 lalu Israel menembak sang putra dan menyebabkannya menghilang di lautan lepas, penjajah tak menunjukkan iktikad untuk menemukan jenazahnya. Bagaimana kisah pilunya? Mari simak ulasan selengkapnya dalam kabar Palestina hari ini.

berita palestina - israel sering kali serang nelayan gaza - www.palestineupdate.com (2) - Palestine Update
Keterangan Foto: Pasukan Israel sering kali menyerang nelayan di Gaza. (Sumber. Palestine Post 24)

 

Hanya Sang Pencipta yang tahu akan luka yang dirasakan keluarga Muhammad Hessi, sejak putra kebanggaan di keluarga tersebut dibunuh pada tahun 2017 oleh Israel – saat dirinya tengah melaut.

Di lautan lepas itu – di mana Muhammad dulu suka mencari nafkah – jasadnya masih hilang dan Israel menolak mencari dan mengembalikannya pada pihak keluarga. Maka dari itu, satu-satunya harapan keluarga dan anak-anak Muhammad adalah menguburkannya secara layak – sehingga keluarga dapat berkunjung dan berdoa untuknya.

“Saya telah mencoba segalanya, dari lembaga hak asasi sampai pengadilan, untuk menerima jasad putra saya, namun hal itu sia-sia,” ungkapnya.

Berita Palestina: Tak Cukup Menyerang Nelayan, Israel juga Menumpahkan Air Limbah untuk Mengusir

 

Tiga hari setelah pembunuhan itu, keluarga Muhammad mengadakan pemakaman kenang-kenangan untuk putra mereka dan tetap berharap akan mendapatkan jasadnya suatu hari nanti.

Selain itu, ada pihak lain yang paling kesulitan atas kepergian Muhammad.

“Anak-anak dari Muhammad adalah pihak yang paling menderita, karena mereka harus merasakan kehilangan dua kali atas hilangnya jasad sang ayah di lautan,” lanjutnya.

Berita Palestina: Setelah Ditahan 18 Hari, Jenazah Nelayan Palestina Akhirnya Dikembalikan

Penderitaan tidak berhenti pada kepergian Muhammad, tapi juga karena Dana Martir Otoritas Palestina (Palestinian Authority Martyr Fund) yang menolak membayar keluarga –  dengan dalih tidak mengetahui nasib Muhammad dan tubuhnya hilang.

“Setelah kepergian Muhammad, kami kehilangan satu-satunya pencari nafkah,” ucap sang ayah. “Kami membutuhkan pembayaran untuk memenuhi kebutuhan kami, sehingga anak-anak Muhammad dapat menjalani kehidupan yang layak.”

Memang, kehidupan para nelayan di Jalur Gaza secara sederhana dapat digambarkan sebagai serangkaian penderitaan sehari-hari, yang dimulai dengan serangan-serangan Israel terhadap kapal mereka dan tidak berhenti – dengan menahan dan mencegah mereka mencari nafkah.

berita palestina - israel sering kali serang nelayan gaza - www.palestineupdate.com (3) - Palestine Update
Keterangan Foto: Pasukan Israel sering kali menyerang nelayan di Gaza. (Sumber. English Palinfo)

 

“Banyak nelayan yang dibunuh di lautan, namun hingga saat ini tidak ada satu pun institusi kemanusiaan atau internasional yang melindungi kami,” lanjutnya.

Sementara itu, Zakariyya Baker selaku ketua Serikat Nelayan Gaza mengatakan, “10 nelayan dibunuh dalam beberapa tahun terakhir, sementara para penjajah Israel menahan hampir 600 lainnya, melukai 300 orang, dan merusak ratusan kapal nelayan.” (kimikim/palestineupdate)

 

Sumber. Quds News Network

 

About admin

Check Also

Blokade Sebabkan Pasar Qurban di Gaza Ambruk

Ekonomi kian sulit, pelanggan qurban kian sepi. Para peternak di Gaza harus menerima kenyataan pahit, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *