WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda.
Ajukan Pertanyaan Anda Kepada Kami
Home / AlQuds / Merasa Dikhianati, Bagaimana Hubungan Palestina dengan Negara Arab?

Merasa Dikhianati, Bagaimana Hubungan Palestina dengan Negara Arab?

Hubungan negara Arab dan Palestina mulai memudar saat adanya normalisasi antara UEA, Bahrain dan Israel. Menurut Palestina, hubungan diplomatik itu merupakan sinyal pengkhianatan perjuangan Palestina.

palestineupdate.com Palestina merasa kecewa dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain yang diketahui telah melakukan normalisasi diplomatik dengan Negara Israel. Hal itu tercapai dengan bantuan mediasi Amerika Serikat (AS).

Bahkan Liga Arab pun menolak untuk mendukung rancangan resolusi dari Palestina akan kesepakatan Israel dan UEA, setelah beberapa negara termasuk UEA, Bahrain, Mesir, Yordania, Maroko, dan Sudan.

Palestina juga telah mengecam langkah UEA dan Bahrain menormalisasi hubungan dengan Israel. Menurutnya, langkah tersebut merupakan pengkhianatan terhadap perjuangannya.

Normalisasi itu akan menyebabkan Arab Teluk akan berbondong-bondong membuka kerja sama diplomatik dengan Israel. Bahkan, Trump sebut lima negara Arab bakal menyusul UAE dan Bahrain akan melakukan hubungan diplomatik dengan Israel dalam waktu dekat.

 

Baca juga: Sejarah Palestina, Pembebasan Al-Aqsha oleh Sang Saladin

 

Dukungan Negara Arab dengan Palestina

Selama ini, negara-negara Arab Teluk dan Mesir yang tergabung dalam Liga Arab mencitrakan diri mereka sebagai negara-negara terdepan dalam membela Palestina.

Sejak Israel menduduki wilayah-wilayah Palestina pascaperang 1967 dan ramainya normalisasi antara Bahrain dan UEA, Kuwait akan tetap menyatakan dukungannya terhadap Palestina. Perdana Menteri Kuwait Sabah Khaled Al-Hamad Al-Sabah menegaskan dukungan negaranya terhadap perjuangan Palestina.

 

Dibalik Agenda Normalisasi

Ada kepentingan yang saling menyempurnakan (mutual interest) di balik kesepakatan damai antara Israel dan negara-negara Arab Teluk yang dimediasi langsung oleh AS.

Trump yang terlibat dalam hubungan diplomatik ini diketahui mempunyai motif sebagai perancang proses kelahiran sejarah dukungan negara-negara Arab terhadap Israel.

Maklum, sejak tahun 1979 hanya ada dua negara yang membuka hubungan diplomatik dengan Israel, yaitu Mesir dan Yordania.

Trump ingin membuktikan kepada para pendukungnya, terutama kaum konservatif bahwa ia telah memancangkan tonggak sejarah baru bagi pengakuan negara-negara Arab terhadap Israel. Sehingga Trump yang mengalami krisis donasi atas biaya kampanye menjelang Pilpres saat itu, akan mendapat simpati dari para lobi Israel di AS.

Tidak hanya itu, Trump ingin meraih kembali dukungan dan kepercayaan dari kubu liberal dan warga Arab Muslim yang sangat kecewa terhadap kebijakan luar negeri, terkait dengan Palestina dan Dunia Islam. (fyr/palestineupdate)

 

Update terus berita Palestina lainnya di www.palestineupdate.com

About admin

Check Also

Israel Serang Humsa, Palestina Badui Hidup Tanpa Atap

Penghacuran pemukiman Palestina Badui di Desa Humsa, Lembah Yordania Utara oleh Pasukan Israel membuat mereka …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *