WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda.
Ajukan Pertanyaan Anda Kepada Kami
Home / Al-Aqsha / Palestina Ingin Bebas dari Mata Uang Syekel Israel?

Palestina Ingin Bebas dari Mata Uang Syekel Israel?

Palestineupdate.com – Selama bertahun-tahun, banyak warga Palestina yang telah merindukan mata uang mereka sendiri demi memperoleh kebebasan dari ekonomi Israel dan syekel.

Dengan adanya peringatan bahwa Otoritas Palestina (Palestinian Authority (PA)) berada di ambang kehancuran karena Israel yang terus menahan pendapatan pajak Palestina, dan setelah pertemuan ekonomi untuk Palestina yang dipimpin Amerika Serikat di Bahrain diboikot oleh PA, muncullah seruan untuk mengembalikan “Pound Palestina” sekali lagi.

Pound Palestina dibuat oleh Mandat Inggris guna menciptakan sebuah sistem keuangan khusus untuk Palestina, sebagai pengganti pound Mesir yang digunakan pada saat itu. Mata uang kemudian diganti pada awal 1950-an dengan syekel Israel.

Palestina Ingin Bebas dari Mata Uang Syekel Israel?- Palestine Update

Seruan paling kencang untuk mengembalikan pound Palestina datang dari Perdana Menteri Palestina, Mohammed Shtayyeh, yang memunculkan ide dalam wawancara pertamanya setelah ia disumpah pada bulan April lalu.

“Terdapat sekitar 25 miliar syekel yang beredar di dalam ekonomi Palestina,” ungkapnya. “Kami tidak dipaksa untuk tetap ketergantungan pada syekel.”

Dalam sebuah kunjungan ke Yordania pada Ahad lalu, Shtayyeh kembali menekankan pentingnya bagi warga Palestina untuk memperoleh kebebasan dari ekonomi Israel.

Saat ini, syekel yang berada di antara tiga mata uang utama lainnya – euro, dolar Amerika Serikat dan dinar Yordania – digunakan di wilayah terduduki Palestina. Para pengamat mengatakan bahwa penggunaannya tidak hanya secara simbolis sulit untuk diterima, tapi juga muncul dengan harga yang tinggi untuk rakyat Palestina.

Nadine Mohammed Shatara (25), pegawai di sebuah bank Palestina di Ramallah, mengatakan bahwa dirinya yakin Israel tengah mencoba memaksakan syekel sebagai satu-satunya mata uang di pasar lokal.

Baca Juga: Diam-diam Coca-Cola Sumbang 50 Ribu Shekel untuk Kelompok Ekstrimis Yahudi

Belum lama ini, komisi yang diambil oleh bank atas 100 ribu syekel (396,4 juta rupiah) telah meningkat dari satu menjadi lima persen, dengan beberapa bank yang mencoba menyingkirkan kelebihan likuiditas melalui pedagang. Sementara itu, dirinya mengatakan, bank pusat Israel telah menolak mengambil kelebihan syekel dari bank-bank Palestina.

Akibatnya, pasar Palestina dibanjiri dengan syekel sementara sejumlah mata uang utama lainnya menurun, khususnya euro, yang saat ini ditolak oleh beberapa bank karena mereka menambah persediaan mereka.

Enam bulan lalu, dirinya mengungkapkan, Israel memutuskan melarang individu membawa lebih dari USD 3.074 ( 43,6 juta rupiah) dalam bentuk tunai dan cek.

“Kami satu-satunya negara yang berhubungan dengan empat mata uang utama,” ucap Nadine. “Pendudukan (Israel) tengahn mencoba memaksakan mata uangnya pada semua mata uang yang ada.”

Sumber : Middle East Eye

(kimikim/palestineupdate)

About admin

Check Also

berita palestina - warga tepi barat tinggal di gua (1) - www.palestineupdate.com - Palestine Update

Terlantar Antarkan Mereka pada Gua-gua di Tepi Barat

Tidak cukup dengan menghancurkan rumah warga Palestina di Area C, Tepi Barat, penjajah secara tidak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *