WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda.
Ajukan Pertanyaan Anda Kepada Kami
Home / Artikel / Penyiksaan Israel Buat Keluarga Tak Kenali Wajahnya

Penyiksaan Israel Buat Keluarga Tak Kenali Wajahnya

Penyiksaan Israel terhadap seorang tahanan Palestina telah membuat keluarga tidak mengenalinya, akibat wajah yang cedera dan berubah.

 

Palestineupdate.com – Bagaimana jika kamu tidak mengenali orang tersayang setelah sekian lama? Bukan karena pribadi mereka yang berubah, tapi wajah yang tak lagi sama – karena siksaan penjajah di penjara. Inilah realitas pahit di Palestina, ketika penjara telah mengubah banyak hal dari orang-orang tersayang. Simak ulasannya dalam kabar Palestina hari ini.

 Berita Palestina: 700 Tahanan Palestina Dibayangi Kematian di Penjara Israel

“Ketika aku datang ke pengadilan untuk melihatnya pertama kali – setelah penangkapannya, aku memasuki aula di (penjara) Ofer dan mulai mencarinya. Pada pandangan pertama, aku tidak mengenalinya. Sepuluh detik kemudian, suaranya terdengar memanggil namaku: ‘Bayan… Aku di sini.’”

“Tubuhnya kurus kering dan lelah, wajahnya pucat, rambut dan janggutnya dicukur, ia juga memiliki tanda-tanda penyiksaan di wajah serta lehernya. Betapa menyulitkan hal tersebut – harus melihatnya seperti itu,” ungkap istri dari Waleed Hanatsheh.

Istri dari Waleed, Bayan, juga menambahkan bahwa walaupun suaminya tengah sakit, ia tetap menanyai Bayan tentang sang istri dan anak-anak mereka.

berita palestina (2) - tahanan palestina disiksa penjajah israel - www.palestineupdate.com (2) - Palestine Update
Keterangan Foto: Tahanan Palestina kerap kalin mendapatkan siksaan dari penjajah Israel. (Sumber. Middle East Monitor)

 

“Apakah kamu baik-baik saja? Apa kamu baik-baik saja? Apakah semuanya baik-baik saja?” ia terus menanyai hal tersebut di waktu-waktunya yang berharga, mengabaikan luka dan kondisi sulit yang ia jalani.

Ditangkap secara Brutal

Kisah itu bermula ketika sejumlah tentara Israel dan anggota Shin Bet tiba-tiba menggerebek rumah Waleed pada 3 Oktober 2019. Mereka secara agresif menggerebek dan menerobos masuk ke dalam rumah, di mana keluarganya tengah beristirahat.

“Kami bangun untuk menemukan mereka berada di sekitar,” ungkap Bayan.

berita palestina (2) - tahanan palestina disiksa penjajah israel - www.palestineupdate.com (4)
Keterangan Foto: Tahanan Palestina kerap kalin mendapatkan siksaan dari penjajah Israel. (Sumber. Google)

 

“Kami tidak bisa mengganti pakaian kami. Mereka berada di sekitar kami. Mereka menarik Waleed (51) dan membenturkan kepalanya ke dinding, lalu memborgol tangannya dan pergi setelah menggeledah dan merusak rumah. Mereka mengacaukan semuanya,” tambahnya.

Setelah penangkapan Waleed, kehidupan istrinya (Bayan) dan putri mereka (Mais (21) dan Malak (12)) seolah terbalik. Kedua anak perempuan itu telah kehilangan ayah mereka ketika mereka lebih muda, karena ayah mereka, seperti kebanyakan pria Palestina, telah ditangkap beberapa kali oleh penjajah Israel.

Antara tahun 2012 dan 2019, Waleed memiliki kehidupan yang sangat normal dan tidak pernah ditangkap. Ia memiliki kehidupan rumah tangga yang stabil dan bahagia. Waleed dulu bekerja sebagai manajer keuangan untuk Health Work Committees dan ia mencintai pekerjaannya, menurut Bayan.

berita palestina (2) - tahanan palestina disiksa penjajah israel - www.palestineupdate.com (3)
 Keterangan Foto: Tahanan Palestina kerap kalin mendapatkan siksaan dari penjajah Israel. (Sumber. Google)

 

“Waleed adalah orang yang sangat baik dan dicintai. Ia membantu setiap orang. Ia juga sangat pendiam dan memiliki rasa humor. Mais, Malak, dan aku sangat merindukan semua itu,” tambahnya.

Selain itu, para penjajah telah menahan Mais selama tiga hari untuk mengancam ayahnya, yang melihatnya dalam salah satu sesi interogasinya. Anak-anak perempuan Waleed sangat terikat pada sang ayah.

Disiksa saat Interogasi

Keluarga Waleed tidak mengetahui apa pun tentangnya selama 45 hari. Dirinya dilarang dikunjungi oleh pengacaranya. Sementara itu, keluarga tahu dari para tahanan lain bahwa Waleed menggunakan kursi roda untuk bergerak dan bahwa dia menjadi target penyiksaan yang ekstrem.

Berita Palestina: Israel Telah Hilangkan 73 Nyawa Tahanan Palestina Sejak 1967

Setelah pembaruan pertama untuk masa penahanan Waleed (hampir 50 hari setelah penahanannya), Bayan pergi untuk melihat sang suami, namun ia tidak bisa mengenali wajahnya – akibat sejumlah penyiksaan yang menimpa Waleed.

“Mais dan aku masuk dan mencoba mencari Waleed. Saat itu hanya ada satu orang di aula. Aku tidak mengenalinya namun ia dapat mengenali dan memanggil nama kami. Tubuhnya tidak membantu Waleed untuk berdiri, lehernya biru, suaranya serak, dan janggutnya dicukur. Kami hanya memiliki dua menit untuk berbincang,” ungkap Bayan.

Betapa berat hidup di negeri terjajah. Untuk sekadar menjalani kehidupan sederhana dan normal pun, rasanya seperti menginginkan gunung-gunung emas. Mereka harus menghadapi begitu banyak ketidakadilan yang diciptakan oleh para penjajah. (kimikim/palestineupdate)

 

Sumber. Quds News Network

About admin

Check Also

berita palestina - serangan israel ke gaza tahun 2019 - www.palestineupdate.com (1) - Palestine Update

Serangan Israel ke Gaza Jadi Mimpi Buruk Panjang Pribumi

Serangan udara penjajah pada pertengahan November tahun lalu telah menjadi mimpi buruk berkepanjangan bagi banyak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *