WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda.
Ajukan Pertanyaan Anda Kepada Kami
Home / Artikel / Pertunjukan Unik di Aksi Kepulangan Akbar

Pertunjukan Unik di Aksi Kepulangan Akbar

Meski terhenti sejak pandemi, pertunjukkan unik warga Palestina dalam aksi kepulangan akbar meninggalkan kesan mendalam.

palestineupdate.com – Berbeda dengan aksi biasanya, Aksi Kepulangan Akbar atau Great March Of Return yang dilakukan warga palestina menggabungkan unsur budaya di dalamnya.

Aksi damai ini merupakan salah satu bentuk protes warga palestina atas kesulitan perekonomian di Jalur Gaza akibat blokade Israel dan berlatang dari peristiwa Nakba Day atau Hari Bencana, yaitu tepatnya 15 Mei di tahun 1948 adalah hari pemindahan paksa 750.000 warga Palestina dari rumah mereka. Hari itu pula yang hingga kini diperingati sebagai hari kemerdekaan Isr4el.

Perlawanan tanpa kekerasan ini adalah satu-satunya cara agar menungkap kebrutalan Israel dimata dunia walaupun membutuhkan waktu lama untuk berhasil. Dalam mewujudkan aksi damai tersebut, ada beberapa hal yang menarik dalam kegiatan ini, diantaranya:

 

Diisi dengan ceramah

(Dok. Fadi O. Al-Naji)

 

Salah satu rangkaian acara dalam kegiatan ini adalah menampilkan ceramah untuk menyebarkan kesadaran akan kemanjuran taktik ini di kalangan pemuda. Contohnya dengan menampilkan ikon Mahatma Gandhi dan Nelson Mandela.

Hal ini juga berupaya untuk melawan “berita palsu” yang diterbitkan di media yang memfitnah aksi ini sebagai kekerasan dan dikendalikan oleh Hamas. Sebaliknya, peserta diajari bagaimana menggunakan taktik yang sama untuk menunjukkan wajah damai demonstrasi.

 

Perayaan Budaya Yang Berorientasi Keluarga

(Dok. Middle east eye)

 

Pada hari tertentu, pengunjung akan menjumpai wanita yang memasak roti Badui, pria muda menari dabka, dan anak-anak menerbangkan layang-layang.

Dengan memasukkan aktivitas budaya dalam Great Return March, warga Palstina mengirimkan pesan pengingat kepada dunia bahwa mereka tidak akan pernah melupakan warisan dan adat istiadat, yang mengingatkannya pada rumah. Pada saat yang sama, demonstrasi budaya ini menunjukkan bahwa mereka damai dalam menuntut hak-haknya.

 

Baca juga: Karya Film Anak Bangsa Palestina yang Mendunia

 

Perayaan Pernikahan

(Dok. Fadi O. Al-Naji)

 

Di tempat lain, tergantung pada harinya, pengunjung mungkin akan melihat perayaan pernikahan di salah satu dari lima perkemahan protes di sepanjang perbatasan. Tidak tahu percis berapa yang melaksanakan pernikahan pada aksi ini, namun setidaknya tiga pernikahan muncul dalam media sosial.

Perayaan tersebut secara menonjol menampilkan lagu-lagu patriotik, seperti penyanyi Palestina Mohammed Assaf, penyanyi Idola Arab yang lagunya menyerukan kebebasan dan martabat. Sementara musik yang menggelegar terdengar jelas ke sisi perbatasan Israel, para tamu meraung lebih keras lagi, meneriakkan hak mereka untuk kembali ke tanah mereka.

 

Kegiatan Rantai Membaca

(Dok. Fadi O. Al-Naji)

 

Selama Jumat kedua, penyelenggara protes menggelar serangkaian “rantai membaca,” dengan peserta benar-benar duduk di tanah dalam barisan, membaca dan membahas masalah-masalah seperti kolonialisme dan imperialisme. Pilihan bacaan dirancang untuk meningkatkan kesadaran di antara pemuda yang dibesarkan di bawah pendudukan dan blokade kekuatan yang telah membentuk kehidupan mereka, sambil menghadapi tentara Israel dengan perlawanan damai.

Walaupun dilabeli sebagai kerusuhan oleh Israel dan beberapa media berat, nyatanya hal itu berbeda dengan yang di lapangan. Garis perbatasan Gaza telah menjadi teater bagi seniman dan penyair untuk menyampaikan pesan kepada dunia bahwa mereka menuntut kebebasan. Ribuan keluarga Gaza pun membawa anak-anak mereka dan pergi ke perbatasan untuk berpartisipasi dalam Great Return March, sembari mengibarkan bendera Palestina dan meneriakkan moto acara tersebut, “Kami memiliki hak untuk kembali ke tanah leluhur kami.” (femiyr/palestineupdate)

 

About admin

Check Also

Sejarah Palestina: Pembebasan Al-Aqsha Oleh Sang Saladin

Shalahuddin Al-Ayyubi adalah sosok dibalik kembalinya Masjid Al-Aqsha kepada umat Islam setelah lebih dar 100 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *