WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda.
Ajukan Pertanyaan Anda Kepada Kami
Home / Artikel / Pohon Zaitun, Simbol Perdamaian Palestina yang Dirusak

Pohon Zaitun, Simbol Perdamaian Palestina yang Dirusak

Zaitun bukan sekadar pohon di Palestina, melainkan sebuah simbol perdamaian yang memiliki nilai historis. Ia juga merupakan salah satu sumber penting untuk sektor pertanian di negeri anbia.

Palestineupdate.com – Tahukah kamu bahwa pohon zaitun bernilai istimewa di mata pribumi Palestina? Selain karena nilai sejarahnya, ia juga merupakan simbol perdamaian yang kini tengah dipermainkan oleh penjajah. Mau tahu penjelasan selengkapnya? Simak kabar Palestina hari ini, yuk!

Lebih dari 800 ribu pohon zaitun telah “ditumbangkan” sejak adanya penjajahan Israel di tahun 1967, sebuah area yang luasnya setara dengan 33 taman publik atau lebih dari 15 ribu lapangan sepak bola. Hal ini merupakan penghinaan terhadap harga diri para petani Palestina, misalnya, karena penanaman pohon zaitun merupakan bagian dari identitas petani selama berabad-abad terakhir. Selain itu, karena pohon membentuk dasar kehidupan mereka pada masa-masa sulit.

Berita Palestina: Sekelompok Pemukim Ilegal Israel Hancurkan Seribu Pohon Muda di Nablus

Beberapa pohon zaitun di Palestina berusia hingga 4000 tahun. Mereka dianggap sebagai pohon tertua di planet, dan dari generasi ke generasi keluarga-keluarga di Palestina menanam pohon jenis tersebut.

Menurut sejarah, pohon zaitun selalu dihubungkan dengan makna yang istimewa – ketangguhannya secara simbolis mewakili ketahanan, perlawanan dan kedamaian.

Akhir-akhir ini, zaitun berkontribusi sebesar 70 persen dari produksi buah dan sayuran Palestina, yang menghasilkan sekitar 14 persen dari pendapatan ekonomi. Lebih dari 80 ribu keluarga juga bergantung pada buah bulat berwarna hijau tersebut.

http://palestineupdate.com/sekelompok-pemukim-ilegal-israel-hancurkan-seribu-pohon-muda-di-nablus/ - Palestine Update
Keterangan Foto: Panen buah zaitun di Palestina. (Sumber. Aljazeera)

Akan tetapi, walaupun pohon zaitun menjadi basis pendapatan bagi banyak warga Palestina, budi daya mereka meninggalkan sejumlah efek samping negatif. Banyaknya fokus yang dicurahkan untuk penanaman zaitun telah menghasilkan kelebihan pasokan, dan akhirnya menyebabkan terjadinya penurunan harga. Oleh karena itu, para petani yang pohon zaitunnya tidak rusak karena ulah penjajah, harus menghadapi kondisi produksi yang berbahaya.

Sementara itu, pada pertengahan September 2019 sendiri, tentara Israel kembali meratakan area pertanian Palestina di wilayah Tepi Barat, pada dini hari. Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Dewan Desa Atouf Abdullah Bisharat, di mana para tentara menyapu ke wilayah teritorial Palestina di Um Kbeish, yang berlokasi di dekat kota Tammun, Tubas bagian selatan, Tepi Barat bagian timur laut.

Berita Palestina: Israel Musnahkan Ratusan Pohon Zaitun Demi Bangun Jalan Pemukiman

Penjajah memerintahkan petugasnya untuk menumbangkan 300 pohon zaitun dan ratusan dunam (satuan luas tanah) lahan pertanian milik warga Palestina. Bisharat menambahkan, empat sumur air yang digunakan petani untuk irigasi juga dihancurkan. Sebelumnya, warga tidak mendapatkan peringatan sama sekali. Inilah kondisi negeri Palestina hari ini, begitu jauh dari sejahtera akibat adanya penjajahan Zionis Israel. (kimikim/palestineupdate)

 

Sumber. Conflict Food, Middle East Monitor

About admin

Check Also

berita palestina - desa beit ummar di tepi barat (1) - www.palestineupdate.com - Palestine Update

Jalan Baru Akan Dibuat, Kehidupan Pribumi Palestina Terancam

Israel yang akan bangun jalan baru untuk pemukim ilegal di Beit Ummar, Al-Khalil (Hebron), Tepi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *