WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda.
Ajukan Pertanyaan Anda Kepada Kami
Home / Artikel / Potret Negeri Anbia dari Kaca Mata Seorang “Pengunjung”

Potret Negeri Anbia dari Kaca Mata Seorang “Pengunjung”

Seorang “pengunjung” bercerita mengenai kehidupan orang-orang di Palestina, di mana keindahan kepribadian terpancar begitu terang.

Palestineupdate.com – Cerita mengenai negeri Palestina selama ini telah banyak disampaikan pada khalayak, yang biasanya datang dari para pribumi. Lalu, bagaimana kalau seorang “pengunjung” bercerita mengenai pengalamannya di negeri anbia secara objektif? Kalau begitu, simak kisah lengkap dari seorang Larissa Fernand dalam kabar Palestina hari ini, ya!

Larissa mengungkapkan bahwa tidak ada kata yang dapat menggambarkan bagaimana kelamnya realita dari para manusia yang terjebak dan hidupnya dihantui oleh rasa kehilangan, penindasan, serta ketidakpastian. Meski begitu, mereka tetap berpegang teguh pada harapan dalam menghadapi segala rintangan.

sejarah palestina - negeri para nabi (2) - www.palestineupdate.com - Palestine Update
Keterangan foto: Pemuda Palestina kibarkan bendera negaranya. (Sumber. Middle East Eye)

Ia tidak sedang mencoba menulis mengenai konflik Palestina-Israel. Kalau pun ada, Larissa benar-benar menyadari ketidakmampuannya dalam hal itu.

“Yang ingin saya lakukan adalah menceritakan pengalaman pribadi saya dengan latar belakang konflik, dan kepedihan saya atas perlakuan yang diterima penduduk Palestina oleh Negara Israel,” lanjutnya.

Suatu Sabtu dengan cuaca yang panas, bersamaan dengan Israel yang meninjau Shabbat, rombongan Larissa berangkat menuju kampung badui di padang Negev.

Berita Palestina: Perjuangan Salah Satu Desa Palestina setelah 7 Dekade Nakba

Apa yang kemudian membuat mereka terkaget-kaget adalah keramah-tamahan dan kehangatan para penduduk badui. Rumah mereka dihancurkan beberapa waktu lalu, namun semangat mereka tidaklah patah.

Mereka melihat para wanita yang tengah berbincang dan memasak. Sementara itu, anak-anak tersenyum saat menyapa Larissa dan rombongan, tidak lupa juga menyalami tangan mereka dengan semangat yang luar biasa – sebelum pergi untuk bermain. Mereka sendiri, kemudian duduk di bawah pohon dan disuguhi kopi juga teh.

Itulah satu dari banyak kampung Palestina “yang tidak diakui” dan secara terus menerus menjadi target penghancuran oleh Israel. Para penjajah mengklaim bahwa tanah tersebut merupakan properti mereka. Akan tetapi, warga badui memiliki izin kepemilikan yang terdaftar di bawah aturan Utsmani dan Mandat Inggris. Meski begitu, Israel tidak mengakuinya.

sejarah palestina - kampung Al-Araqeeb di palestina (3) - www.palestineupdate.com - Palestine Update
Keterangan foto: Kampung Al-Araqeeb di Palestina. (Sumber. Middle East Monitor)

Selama bertahun-tahun, kampung Al-Araqeeb telah sering dihancurkan. Ketika Larissa bertemu dengan mereka, rombongan diberitahu bahwa lebih dari 60 hari terakhir, rumah-rumah warga telah dihancurkan sebanyak 25 kali.

Seorang tokoh bernama Syekh Sayyah Al-Turi, telah menjadi titik fokus perjuangan non-kekerasan warga badui dalam melawan perampasan tanah. Ia telah berulang kali menjadi korban penangkapan dan sekitar 50 kasus pengadilan ditujukan kepadanya oleh Israel. “Serangan” terhadapnya dilakukan secara sistematis dan konsisten – baik secara fisik, emosional, dan dari segi keuangan.

Orang yang berkepribadian sopan namun mengesankan itu, tidak mencerminkan kebencian. Ia hanya memiliki tekad baja untuk terus berjuang, sesulit apa pun perlawanan yang harus dilakukan dalam menghadapi penjajah.

Berita Palestina: Kondisi Negeri Anbia dari Sudut Pandang Jurnalis Palestina

Seseorang bertanya pada dia, “Dari mana Anda mendapatkan kekuatan itu?” Dirinya kemudian menjawab tanpa basa-basi, “Ini adalah tanah saya. Ini adalah rumah saya. Tanah ini melindungi dan menyediakan makanan untuk leluhur saya, juga keluarga saya. Saya haruslah berjuang untuk itu.”

Ketika bangkit dari duduk, seorang wanita berbicara padanya, “Anda akan berada dalam panjatan doa-doa saya.” Ia lantas tersenyum begitu berterima kasih dan menanggapi, “Di dalam doa-doa Anda, ingatlah juga orang-orang di seluruh dunia yang tengah menderita karena ketidakadilan, bahwa Sang Pencipta akan menguangatkan dan menghibur (hati) mereka.”

Itulah beberapa penggalan kisah inspiratif yang dirasakan langsung oleh seorang “pengunjung” di negeri anbia. Dari sudut pandangnya, para pribumi itu begitu ramah dan hangat ketika menyambut ia dan rombongan yang notabenenya merupakan “orang asing”. (kimikim/palestineupdate)

About admin

Check Also

Kisah Ironi Miral, Anak Penderita Kanker dari Palestina

  Motivasi dari keluarga tentu akan menguatkan setiap jiwa yang sedang diterpa cobaan penyakit. Namun …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *