WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda.
Ajukan Pertanyaan Anda Kepada Kami
Home / Al-Aqsha / Hamas Bongkar Sejumlah Prioritas untuk Merdekakan Palestina

Hamas Bongkar Sejumlah Prioritas untuk Merdekakan Palestina

Dalam mengupayakan kebebasan dan kemerdekaan negeri Palestina, Hamas membuat sejumlah prioritas. Apa saja prioritas tersebut?

Palestineupdate.com – Kabar Palestina hari ini datang dari Ismail Haniyeh yang mengungkapkan bahwa gerakan Hamas (Harakat al-Muqawwamatul Islamiyyah) pada dasarnya bergerak berdasarkan beberapa prioritas, dilansir dari Middleeastmonitor.com.

Haniyeh mengatakan bahwa hal tersebut sangatlah penting, karena “Deal of the Century” milik Amerika Serikat memiliki sejumlah keterlibatan di luar perbatasan Palestina yang bersejarah. Haniyeh melanjutkan bahwa prioritas pertama merupakan penegakan hak-hak nasional yang tidak dapat dicabut dan konstanta warga Palestina.

Hamas Bongkar Sejumlah Prioritas untuk Merdekakan Palestina - Palestine Update

Keterangan foto: Dua pihak, Israel dan Amerika Serikat, yang menginginkan adanya “Deal of the Century”. (Sumber. Liberation News)

Haniyeh menambahkan bahwa prioritas kedua adalah pemulihan persatuan nasional. Oleh karena itu diperlukan penghentian perpecahan dan tercapainya rekonsiliasi, berdasarkan perjanjian yang ditandatangani dan prinsip kemitraan di antara seluruh komponen rakyat Palestina.

Perlindungan terhadap Al-Quds (Yerusalem) dan situs-situs suci (Islam & Kristen) adalah prioritas ke tiga, menurut pemimpin Hamas tersebut.

“Kami tidak mengakui solusi apa pun yang merusak hak-hak kami di Al-Quds dengan semua komponennya, baik yang di atas tanah maupun yang di bawah tanah.”

Hal tersebut merupakan acuan pada fakta bahwa otoritas pendudukan Israel membuat terowongan di bawah situs keagamaan di Kota Suci, dan merusak bangunan-bangunan yang ada di atasnya.

Baca Juga: Peristiwa Naas di Jalur Gaza Satu Dekade Silam

Mengacu pada Aksi Kepulangan Akbar yang telah berlangsung sejak 30 Maret 2018, Haniyeh mengatakan bahwa prioritas ke empat dari gerakan Hamas adalah perlindungan terhadap perjuangan warga Palestina dalam segala bentuk – umum, bersenjata, diplomatik, dan media –  di tanah air maupun di luar negeri.

Ini melibatkan penguatan hubungan Hamas dengan dunia Islam dan Arab, yang merupakan prioritas ke lima. “Isu kepalestinaan tidak hanya menjadi kewajiban warga Palestina. Diperlukan juga perhatian dari orang-orang Arab, Muslimin, dan manusia-manusia merdeka di seluruh dunia. Karena itu, kami lebih fokus dibandingkan sebelumnya, mengenai hubungan kami dengan seluruh pihak.”

Hamas Bongkar Sejumlah Prioritas untuk Merdekakan Palestina - Palestine Update
Keterangan foto: Kacaunya Aksi Kepulangan Akbar di perbatasan Gaza, akibat serangan penjajah Israel. (Sumber. Amnesty International)

Pejabat senior Hamas tersebut mengatakan, ada banyak sekali kekacauan dan konflik di wilayah, yang telah melalui berbagai peristiwa luar biasa selama sepuluh tahun terakhir.

Dirinya mengingatkan bahwa di tengah kegagalan dunia Islam dan Arab juga adanya perpecahan di Palestina, pemerintah Amerika Serikat tengah berusaha mendorong hubungan normalisasi antara Israel dan pemerintah negara-negara Arab.

Memperluas aspek ini lebih jauh, Haniyeh menekankan bahwa apa yang disebut sebagai “Deal of the Century” tidak hanya menargetkan isu kepalestinaan, melainkan juga bermaksud menyelewengkan kekuatan-kekuatan yang berpengaruh di wilayah tersebut. Tujuannya adalah untuk mengangkat pandangan Washington terhadap wilayah dan resolusi yang disukai untuk masalah Israel-Palestina.

Kabar Palestina terbaru : 90% Rumah Yang Hancur di Gaza Telah Dibangun Kembali

Haniyeh memperingatkan; Washington tengah berusaha membongkar dan mengatur kembali wilayah untuk memastikan bahwa ketertarikan AS dilindungi, dengan mengorbankan negara-negara Timur Tengah. Fakta bahwa Turki tengah menghadapi perselisihan internal yang bersifat “merecok”, yang mengalihkan perhatian pemerintah dan menghalanginya dari pemegangan kartu negosiasi yang kuat – tambah Haniyeh, merupakan sebuah gejala bahwa “Deal of the Century” juga memiliki dimensi wilayah.

Lebih dari itu, ada upaya AS dan Israel untuk menghalangi peran Mesir dalam arah tertentu, yang akan membuat Kairo tidak mampu memenuhi tanggung jawab historisnya teradap isu kepalestinaan.

“Seluruh skenario ini, jauh melampaui perbatasan Palestina yang bersejarah,” simpul Haniyeh. (kimikim/palestineupdate)

About admin

Check Also

Mengenal Tokoh Berpengaruh di Palestina, Yasser Arafat - Palestine Update

Mengenal Tokoh Berpengaruh di Palestina, Yasser Arafat

Sosok Yasser Arafat, salah satu tokoh di Palestina, begitu fenomenal hingga hari ini. Terlepas dari …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *