WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda.
Ajukan Pertanyaan Anda Kepada Kami
Home / AlQuds / Rangkuman Berita Palestina Februari 2021: Apa yang Terjadi?

Rangkuman Berita Palestina Februari 2021: Apa yang Terjadi?

Selama bulan Februari, Palestina kerap kali mendapat serangan dari Israel mulai dari pembunuhan warga palestina sampai melakukan penghacuran di Tepi Barat.

palestineupdate.com Pada bulan Februari, di Tepi Barat pusat seorang pemukim Israel menembak dan membunuh seorang Palestina di sebuah pos terdepan yang dibangun di atas tanah milik Ras Karkar, tempat pria yang terbunuh itu berasal. Ia adalah Khalid Nufal (24).

Insiden itu terjadi dengan cepat dan disebut sebagai “serangan teror” oleh militer Israel. Media Israel melaporkan, tidak ada investigasi kriminal yang diluncurkan.

Meskipun begitu, Tor Wennesland, utusan perdamaian Timur Tengah PBB, meminta Israel untuk “melakukan penyelidikan menyeluruh atas keadaan insiden tersebut.”

Nufal adalah orang Palestina keempat yang ditembak dan dibunuh oleh tentara dan pemukim Israel di Tepi Barat sepanjang tahun ini.

di Tepi Barat selama Februari, dua pria Palestina tewas setelah ditabrak mobil yang dikemudikan oleh orang Israel. Seorang pria Palestina lainnya terbunuh oleh persenjataan yang tidak meledak di Nuba, sebuah desa dekat kota Hebron.

Selain tewasnya pria di Palestina, ada peristiwa lainnya yang terjadi di bulan Februari yaitu:

 

Penghancuran Tepi Barat

(ket. Penghancuran Tepi Barat oleh Israel/dok. Keren Manor)

 

Pada beberapa kesempatan selama Februari, pasukan Israel menghancurkan lusinan bangunan di Komunitas Lembah Yordania di Khirbet Humsa.

Bahkan pada tahun lalu, tenda yang berisi bantuan seperti parsel makanan dan tangka air dihancurkan pada November 2020.

Sepanjang tahun ini saja, pasukan Israel menghancurkan atau menyita setidaknya 227 bangunan milik Palestina di Tepi Barat. Hampir 370 warga Palestina, lebih dari setengahnya adalah anak-anak, telah mengungsi meskipun ada pandemi COVID-19.

 

Baca juga: Kejamnya Israel Hancurkan Desa di Palestina

 

Menenggelamkan Kapal Nelayan Gaza

(Nelayan palestina saat mencari ikan/dok. Republika)

 

Angkatan laut Israel menenggelamkan atau merusak parah kapal nelayan di pesisir pantai Gaza setidaknya dua kali selama Februari. Pasukan Israel juga melepaskan “tembakan peringatan” di dekat perbatasan timur Gaza atau di lepas pantainya setidaknya pada 28 kesempatan di paruh pertama bulan ini.

Israel juga meratakan tanah di dalam Gaza setidaknya tiga kali pada bulan Februari.

Mesir membuka kembali penyeberangan Rafah, satu-satunya titik keluar dan masuk bagi sebagian besar dari dua juta warga Palestina yang tinggal di Gaza. Sebelumnya penyeberangan ini telah ditutup selama lebih dari dua bulan.

 

Lonjakan COVID-19 di Tepi Barat

(Ket. Penerima vaksin di Gaza/dok. Mohammed Zeanoun)

 

Jumlah kasus COVID-19 baru di Tepi Barat meningkat secara signifikan pada penutupan Februari, WHO melaporkan bahwa hal ini menunjukkan “potensi lonjakan kasus lebih lanjut.

Israel telah menolak konsensus di antara kelompok hak asasi manusia bahwa menurut hukum internasional wajib memberikan vaksinasi kepada warga Palestina yang tinggal di bawah pendudukan militernya di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Sementara Israel telah memvaksinasi lebih dari sepertiga populasinya, 5,2 juta warga Palestina yang tidak memiliki kewarganegaraan yang hidup di bawah kekuasaan militernya hanya menerima 32.000 dosis pada akhir Februari.

Israel menunda pengiriman vaksin COVID-19 pertama yang telah dijamin oleh Otoritas Palestina untuk barisan garda depan pekerja medis di Gaza.

Beberapa anggota parlemen Israel berusaha untuk mengkondisikan hak pengiriman tersebut atas konsesi politik dari Hamas, faksi perlawanan Palestina lah yang mengatur urusan dalam negeri Gaza.

Pada penutupan Februari, badan militer Israel COGAT mengumumkan akan menawarkan vaksin kepada sekitar 130.000 warga Palestina yang bekerja di Israel atau permukimannya.

Omar Shakir, direktur program Human Rights Watch, mengatakan bahwa “hanya memvaksinasi orang-orang Palestina yang melakukan kontak dengan Israel, bagi otoritas Israel, kehidupan Palestina hanya penting sejauh hal yang memengaruhi kehidupan Yahudi.”

Ada lebih dari 200.000 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi di Tepi Barat dan Gaza, dan sekitar 2.250 kematian dikaitkan dengan penyakit tersebut.

 

Baca juga: Kesenjangan Kesehatan di Palestina Oleh Penjajah

 

Kondisi Pengungsi Palestina di Lebanon

(Ket. Kamp pengungsi palestina di Lebanon/dok.mina news)

 

Sementara itu, data PBB menunjukkan bahwa pengungsi Palestina di Lebanon tiga kali lebih memungkinkan meninggal akibat komplikasi COVID-19 daripada populasi di negara itu secara keseluruhan.

Hampir 6.000 pengungsi Palestina di Lebanon telah terinfeksi COVID-19 dan sekitar 200 orang telah meninggal.

Seorang juru bicara PBB mengatakan bahwa kondisi kesehatan yang diperburuk oleh kemiskinan dan lingkungan yang sempit di camp pengungsi sehingga berkontribusi pada kematian tersebut.

Pengungsi Palestina dan Suriah termasuk dalam program vaksin Lebanon.

 

Silwan Protest

(ket. Para pengunjuk rasa di Yerussalem dalam aksi Silwan Protest/dok. Keren Manor)

 

Pada 6 Februari silam, para pengunjuk rasa berbaris di Yerusalem untuk menuntut diakhirinya evakuasi dan pemindahan paksa penduduk yang tinggal di lingkungan Palestina di Silwan. Penduduk lingkungan itu, terutama di daerah Baten al-Hawa dan al-Bustan, menghadapi serangkaian perintah pembongkaran dan penggusuran untuk memfasilitasi upaya pemukim Israel untuk menjajah lingkungan dekat Kota Tua.

 

Tolak Kekerasan Internal dan Polisi

(Ket. Para demonstran di Tamra menolak kekerasan pada komunitas palestina di Israel/dok.Activestills)

 

Ahmad Hijazi, warga Tamra, tewas setelah ditembak dalam baku tembak antara polisi dan pemeras bersenjata di kota itu. Menurut saksi mata, Hijazi, yang menjadi penonton, terkena tembakan polisi. Menentang kejahatan terorganisir dan kekerasan internal dalam komunitas Palestina di Israel serta kekerasan polisi yang berlebihan, para demonstaran mengeluarkan aspirasi nya di Tamra pada 7 Februari lalu. (fyr/Palestineupdate)

 

Ingin tetap update berita seputar palestina? Ikuti terus perkembangannya di

www.palestineupdate.com

About admin

Check Also

Merasa Dikhianati, Bagaimana Hubungan Palestina dengan Negara Arab?

Hubungan negara Arab dan Palestina mulai memudar saat adanya normalisasi antara UEA, Bahrain dan Israel. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *