WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda.
Ajukan Pertanyaan Anda Kepada Kami
Home / AlQuds / Saat Penjajah Israel Larang Pribumi Palestina Bepergian

Saat Penjajah Israel Larang Pribumi Palestina Bepergian

Adanya pos pemeriksaan militer Israel, salah satunya dimaksudkan untuk melarang warga keluar dari wilayah pendudukan Palestina.

Palestineupdate.com – Bersikap totalitas dalam mengganggu Palestina dan kehidupan pribuminya, penjajah Israel bahkan melakukan pelarangan keluar negeri terhadap warga selama lima tahun terakhir. Hampir 8 ribu orang telah dilarang Israel bepergian ke luar Palestina, menurut laporan organisasi kemanusiaan Palestina. Lalu, bagaimana kelanjutan penjelasannya? Mari simak kabar Palestina hari ini.

Hurryyat, organisasi kemanusiaan yang berbasis di Al-Quds (Yerusalem), merekam 7.984 kasus di mana penjajah mengeluarkan pelarangan bepergian terhadap warga Palestina. Setidaknya 91 persen pelarangan ditujukan kepada laki-laki.

Berita Palestina: Hidup di Area H2, 5.600 Pribumi Harus Lewati Pos Pemeriksaan

Pada tahun 2019, 310 pelarangan bepergian dilakukan Israel, tujuh di antaranya ditujukan kepada perempuan. Sementara itu, angka pelarangan tertinggi terjadi di tahun 2014 dengan 3.672 kasus.

Hurryyat mengatakan bahwa jumlah total pelarangan bisa jadi lebih tinggi, mengingat organisasi hanya melacak pelarangan bepergian terhadap individu, dan bukan larangan kolektif.

Israel sendiri mulai memaksakan kebijakan pelarangan bepergian pada tahun 2014, yang ditujukan kepada warga Palestina, di seluruh kota Al-Khalil (Hebron) di Tepi Barat. Kota yang merupakan rumah bagi 700 ribu orang.

Baca Juga: Israel Tempatkan Pasukan Khusus di Pos Pemeriksaan Al-Aqsha

Penjajah begitu sering membatasi kebebasan bergerak warga Palestina menggunakan pos pemeriksaan dan pemblokadean, karena mereka terus memperluas pemukiman yang dianggap ilegal oleh komunitas internasional, di wilayah Tepi Barat.

Di bulan Oktober, Israel juga mengeluarkan pelarangan bepergian terhadap Laith Abu Zeyad, Juru Kampanye Amnesty Internasional untuk Israel dan Palestina.

Sementara itu, Israel sebelumnya mengeluarkan sejumlah pelarangan bepergian terhadap aktivis pro Palestina, termasuk Omar Barghouti, pendiri gerakan BDS, dan Shawan Jabarin, pemimpin di organisasi kemanusiaan Palestina “Al-Haq”.

Berita Palestina: Bentrokan Pecah, Zionis Tutup Pos Pemeriksaan Beit El di Ramallah

Laporan oleh Hurryyat muncul ketika Israel telah melakukan puluhan penangkapan saat melakukan penggerebekan di seluruh wilayah Tepi Barat, termasuk dari penulis terkemuka Ahmad Qamatesh.

Menurut sejumlah tokoh Palestina, sekitar 5.700 warga Palestina – termasuk banyak wanita dan anak – tengah ditahan di dalam penjara oleh penjajah Israel.

Sejak tahun 2007, Israel juga telah memaksakan pemblokadean terhadap wilayah Jalur Gaza, setelah Hamas memenangkan pemilihan legislatif Paelstina di sana – satu tahun sebelumnya. (kimikim/palestineupdate)

 

Sumber. Middle East Eye

 

About admin

Check Also

berita palestina - zona tembak militer israel di tepi barat - www.palestineupdate.com (1) - Palestine Update

Fakta di Balik Zona Tembak Israel di Tepi Barat

Terdapat satu wilayah yang terisolasi dari wilayah-wilayah lain di Tepi Barat, disebabkan kontrol penuh militer …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *