WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda.
Ajukan Pertanyaan Anda Kepada Kami
Home / Berita / Saleh Ashour, Kehidupan Berubah Setelah Penjajah Renggut Matanya

Saleh Ashour, Kehidupan Berubah Setelah Penjajah Renggut Matanya

Palestineupdate.com – Ia tengah berbaring di atas kasurnya dalam hening, bersamaan dengan sinar mentari yang mencoba masuk melalui jendela di dekatnya, sinar yang mengenai mata yang tertutup secara permanen. Inilah kehidupan Saleh Ashour, yang harus kehilangan visualisasi dunia karena ulah para penjajah.

“Semua yang saya inginkan adalah melihat lagi,” ungkap remaja 16 tahun ini sembari mengusap matanya dengan tisu.

Satu tahun telah berlalu semenjak Saleh kehilangan penglihatannya. Pada 14 Mei tahun lalu, ia bersama dengan puluhan ribu warga Palestina pergi ke area perbatasan untuk memprotes keputusan Amerika Serikat (AS), yang memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Aksi tersebut diorganisasi oleh gerakan Aksi Kepulangan Akbar, yang juga dimaksudkan untuk menuntut hak kembali para pengungsi Palestina.

Hari itu, Saleh dan temannya hadir dalam aski protes di timur Al-Bureij. Itu adalah kali pertama mereka menghadiri aksi protes pekanan tersebut.

“Saat itu, jarak saya berada di sekitar 150 meter dari pagar perbatasan,” ingatnya. “Saya ingat sebuah drone Israel mendekat dan terbang di atas kami, sebelum menjatuhkan rentetan bom gas air mata. Semua orang yang ada di area itu melarikan diri, termasuk teman satu.”

Pada saat bersamaan, Saleh ditembak di bagian kepala yang masuk melalui telinga kanan dan keluar dari telinga kirinya.

“Saya tidak menyadari apa yang terjadi,” ucapnya. “Mata saya tertutup, tapi saya pikir itu disebabkan gas air mata.”

Saleh pun, kehilangan kesadarannya. Sementara itu, temannya, yang melihat darah mengucur dari wajah Saleh sebelum dirinya dibawa oleh ambulans, berpikir bahwa Saleh sudah meninggal dunia.

Kehidupan di Palestina - Palestine Update
Keterangan foto: Saleh Ashour tengah duduk di antara kedua orang tuanya. (Sumber. Aljazeera)

“Saudara-saudara saya mencari di seluruh rumah sakit dan kamar mayat, dari Jalur Gaza bagian selatan hingga utara,” ungkap Usama, ayah dari Saleh. “Saya bahkan pergi ke area perbatasan untuk mencarinya.”

Hari selanjutnya, seorang saudara yang bekerja di Rumah Sakit Al-Shifa Kota Gaza menghubungi Usama, memberitahunya bahwa seorang remaja yang cocok dengan deskripsi Saleh tengah berada di unit perawatan intensif.

Setelah menghabiskan waktu tiga hari di sana, Saleh mulai berbicara dan merespon, namun ia masih tidak sadar telah kehilangan penglihatannya.

Para dokter mengatakan bahwa Saleh menderita pendarahan otak. Sepekan kemudian, dirinya memperoleh izin medis dan pergi ke Pusat Medis Raja Hussein di Yordania bersama sang ayah.

Saleh melakukan operasi untuk menghilangkan infeksi dan pecahan peluru dari matanya, tetapi para dokter jujur pada Usama, memberitahunya bahwa tidak ada harapan untuk putranya melihat lagi.

Baca Juga: Kisah dari Gaza: Kasih Ayah pun, Sepanjang Masa

Dengan bantuan dari para dokter di Yordania, Usama, yang menyembunyikan kebenarannya dari Saleh agar tidak memengaruhi kondisi psikologis sang putra, perlahan menjelaskan pada Saleh bahwa anaknya itu telah kehilangan penglihatan.

“Itu sangatlah mengejutkan saya. Saya pikir, itu hanya sementara,” ungkapnya.

Dulu, Saleh biasa menghabiskan sebagian besar waktunya di luar ruangan, namun setelah cederea, ia menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah.

“Teman-teman saya datang setiap hari dan terkadang mengajak saya ke masjid terdekat,” jelasnya. “Mereka mencoba menghibur saya, namun tetap saja, saya tidak merasa bahagia. Saya tidak melihat apa pun.”

Kini, kehidupan Saleh telah berubah, dan sebagai manusia biasa, dirinya pun, memerlukan waktu untuk kembali bangkit dan bersemangat untuk “kehidupan kedua” miliknya. (kimikim/palestineupdate)

Sumber. Aljazeera

About admin

Check Also

Israel Tolak Visa Para Akademisi yang Kunjungi Universitas-universitas Palestina- Palestine Update

Israel Tolak Visa Para Akademisi yang Kunjungi Universitas-universitas Palestina

Palestineupdate.com – Israel telah melarang pemberian visa untuk para akademisi yang mencoba bekerja di universitas-universitas terkemuka …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *