WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda.
Ajukan Pertanyaan Anda Kepada Kami
Home / Berita / Satu Cerita di Balik Fitnah Israel terhadap 3 Remaja Gaza

Satu Cerita di Balik Fitnah Israel terhadap 3 Remaja Gaza

Bagaimana rasanya ketika anak tak kunjung pulang, namun kabar sudah menyebar bahwa nyawa putra tersayang telah tiada? Dengan jenazah yang bahkan harus ditahan oleh para penjajah.

Palestineupdate.com – Satu waktu, sebuah berita yang diharapkannya hanya kabar burung – menghampiri rumah. Sekitar pukul 11 malam, saat seorang sanak menanyakan keberadaan sang putra, di saat itu pula ia sadar bahwa sesuatu yang buruk mungkin telah terjadi. Dan kisah tersebut akan dibahas dalam kabar Palestina hari ini.

Suatu sore di hari Selasa, tepat sebelum waktu magrib, Mohammed Abu Mandel, Salem Al-Naami, dan Mahmoud Saed, memutuskan untuk beristirahat sejenak setelah energi mereka terkuras untuk belajar. Mereka lantas pergi ke sebuah lahan pertanian milik keluarga, di wilayah Jalur Gaza bagian utara.

Berita Palestina: ‘Bocah Bawang’ asal Palestina, Berjuang untuk Kembalikan Tanah Leluhur

Menurut keluarga dan teman, rencana mereka pergi ke sana adalah untuk membuat api unggun dan bersantai sejenak – setelah belajar dalam mempersiapkan diri untuk ujian akhir di sekolah. Akan tetapi, tiga remaja berusia 17 tahun itu tidak pernah pulang ke rumah.

Petang itu, tentara Israel menembak dan membunuh tiga remaja tersebut. Naasnya, para penjajah berdalih bahwa anak-anak itu telah melewati pagar perbatasan, dengan upaya melakukan serangan terhadap penjajah.

Jelas saja, keluarga dari tiga remaja itu menolak keras atas tuduhan tersebut, karena mereka mencoba memahami apa yang terjadi pada putra-putra mereka, yang jenazahnya masih berada di tangan Israel.

Baca Juga: Bagaimana Perjuangan Keluarga dengan Anak Autis di Tanah Gaza?

Sementara itu, menurut seorang kawan dari ke tiganya, Mohammed, Salem, dan Mahmoud, berkumpul di alun-alun desa Al-Zawayda pada Selasa sore setelah seharian di sekolah.

“Itu terjadi sekitar satu jam sebelum matahari terbenam, dan mereka memutuskan untuk pergi ke lahan pertanian milik keluarga Salem. Mereka hanya ingin rehat sejenak setelah belajar.”

Lahan milik keluarga Naami terletak sekitar 200 meter dari pagar perbatasan Gaza dan Israel – di sebelah timur barak pengungsian Maghazi. Ketika area tersebut sering dipantau oleh tentara Israel – yang menganggapnya sebagai daerah penyangga – tiga remaja itu sering kali datang ke sana untuk istirahat dan menyalakan api unggun, lanjut kawan dari ke tiganya.

berita palestina - anak-anak protes atas 3 jenazah teman mereka yang ditahan Israel - www.palestineupdate.com (2) - Palestine Update
Keterangan Foto: Teman-teman sekelas tiga remaja Gaza yang tuntut Israel untuk kembalikan jenazah teman-temannya. (Sumber. The Inside Palestine)

 

“Saat itu saya memiliki rencana di rumah, jadi saya tidak pergi bersama mereka,” kenangnya. “Saya sibuk dan lupa tentang mereka, sampai beberapa waktu kemudian saat malam hari – saya mendengar kabarnya. Saya menghubungi keluarga mereka untuk mencari tahu apa yang terjadi, namun tidak seorang pun dari mereka yang kembali ke rumah.”

Lalu, sekitar pukul 11 malam, seorang sanak menghubungi ayah dari Mohammed, Hani Abu Mandel, bertanya secara barhati-hati tentang putranya – setelah membaca berita mengenai pemuda Palestina yang dibunuh oleh tentara Israel.

Hani mengatakan bahwa Mohammad keluar bersama teman-temannya, namun ia mulai khawatir. Dirinya lalu mencoba menghubungi ponsel sang putra yang pada akhirnya tidak ada jawaban sama sekali.

Baca Juga: Data Statistik Ungkap Buruknya Kehidupan Anak di Palestina

Penjajah sendiri mengklaim bahwa tiga remaja Palestina telah melewati sekitar 400 meter ke dalam Israel dan bersembunyi di semak belukar, ketika sebuah jip militer mendekati mereka. Tentara juga mengklaim bahwa tiga remaja tersebut melemparkan benda, yang diyakini sebagai bahan peledak ke jip mereka, yang pada akhirnya membuat mereka terpaksa melepaskan tembakan – dan membunuh mereka semua.

Akan tetapi, ayah dari Mohammed menolak percaya kronologi yang disampaikan para penjajah.

“Tempat terdekat yang pernah ia datangi adalah saat Aksi Kepulangan Akbar, beberapa kali. Ia tidak pernah memegang senapan, ia (juga) tidak berpartisipasi dalam kelompok militer mana pun dan saya yakin, dia tidak tahu cara membuat granat.”

Berita Palestina: Kisah Bocah Hebat Gaza Jadi Tulang Punggung Keluarga

“Jika anak-anak melewati perbatasan, saya yakin mereka melakukannya untuk hiburan semata dan tidak sadar akan konsekuensi yang harus dihadapi. Israel berbohong.” (kimikim/palestineupdate)

 

Sumber. The Inside Palestine

About admin

Check Also

berita palestina - warga gaza susah dapatkan kartu identitas karena israel - www.palestineupdate.com (1) - www.palestineupdate.com

Tanpa Kartu Identitas, Warga Gaza Bak Dipenjara

Israel mempersulit kehidupan warga Palestina bahkan di Gaza, salah satunya terkait akses mobilitas warga yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *