WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda.
Ajukan Pertanyaan Anda Kepada Kami
Home / Edukasi Palestina / Sejarah Palestina: Pembebasan Al-Aqsha Oleh Sang Saladin

Sejarah Palestina: Pembebasan Al-Aqsha Oleh Sang Saladin

Shalahuddin Al-Ayyubi adalah sosok dibalik kembalinya Masjid Al-Aqsha kepada umat Islam setelah lebih dar 100 taun. Upayanya merebut kembali Masjid Al-Aqsha dari kaum salib, ditentukan beberapa faktor dan yang paling menonjol adalah pembaharuan dalam pembelajaran.

palestineupdate.com Siapa yang tidak mengenal Masjid Al-Aqsha? Masjid yang terletak di kota Al-Quds ini merupakan salah satu situs suci umat Islam, karena masjid ini adalah kiblat pertama dalam Islam. Namun tahukah anda bagaimana cerita dibalik megahnya tokoh siapa yang bisa membebaskan Al-Aqsha dari belenggu kaum salib?

Sosok yang hebat itu adalah Sholahuddin Al-Ayubbi. Beliau memiliki nama lengkap Sholahuddin Yusuf al-Ayyubi dan lahir pada tahun 532H atau 1137 M di sebuah kota dekat Baghdad. Ia berasal dari keluarga daulah ayyubiyah yakni salah satu keluarga yang menguasai Mesir dan Syam dan paling terpandang dan mulia di dalam kebangsaan Kurdi.

Sholahuddin hidup pada masa kelam di mana Islam saat itu masih berkekuatan moral dan gerakan spiritual berada dalam posisi yang rendah. Sebelum lahirnya Al Ayyubi banyak sekali konflik agama maupun politik serta pertentangan antara Eropa dan dunia Islam.

 

Baca juga: Rangkuman Berita Palestina Februari 2021: Apa yang Terjadi?

 

Keberhasilan Shalahuddin Al-Ayubbi

Ilustrasi penyerangan oleh kaum muslim/ dok. Hidayatullah.com

 

Tercatat dalam sejarah, lebih dari 1300-an tahun Al-Quds dan Palestina berada dalam kepemimpinan kaum Muslim. Namun, hal itu kemudian dirampas oleh kaum Salib selama lebih 100 tahun dan kemudian berhasil direbut kembali oleh Shalahuddin Al-Ayubbi.

Shalahuddin bisa merebut kembali Al-Aqsha dari kaum salib ada beberapa aspek yakni takwa kepada Allah dan menjauhi maksiat, persiapan matang danperhatian maksimal terhadap langkah, kesatuan politik negara-negara Islam di bawah satu pemerintahan, dan berperang dengan menggunakan kalimat Allah meyakini pembebasan merupakan ketetapan Islam dan Muslim.

Perebutan kembali Baitul maqdis dari pasukan salib merupakan kombinasi dari beberapa faktor yang paling dominan adalah faktor yang paling dominan adalah Al-Ishlah Al-Ta’limiy wa al Tarbawiy (Pembaharuan dalam bidang Pendidikan).

Beliau menggunakan taktik dengan cara langsung pada fase perjuangan militer kemudian Shalahuddin bersama para pengikutnya menyisipi jihad lain yakni Al-Ishlah Al-Ta’limiy wa al Tarbawiy (Pembaharuan dalam bidang Pendidikan). Karena saat itu, Islam berada di fase kerusakan ilmu.

Dengan kekuatan beberapa militernya ia melakukan jihad Askari, sebelum menggelorakan semangat jihad kaum Muslim untuk Masjidil Aqsa beliau terlebih dahulu berjihad di bidang pendidikan kemudian kemudian mendidik masyarakat muslim di atas prinsip-prinsip Islam.

Jika saat itu pasukan Perang Salib yang menyerbu Palestina dipimpin Peter The Hermit dengan membabi buta karena dirasuki fanatisme agama sehingga menyebabkan banyak pertumpahan darah, Shalahuddin menaklukan Palestina dengan ajaran Islam yang murni dan paling tinggi

 

Keistimewaan Masjidil Aqsha

Masjid Al-Qilbl – Al-Aqsha/ dok. pixabay

 

Rasulullah SAW beserta para sahabat menjadikan masjid ini sebagi kiblat dalam jangka waktu yang Panjang, hingga Allah memerintahkannya untuk berpindah kiblat ke arah Masjidil Haram. Selain Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, shalat di Masjid Al-Aqsha pun mempunyai keistimewaa yakni memiliki pahala 500 kali lipat, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis:

“Shalat di Masjidil Haram pahalanya adalah seperti shalat seratus ribu kali, dan shalat di masjidku ini (Masjid An-Nabawi) pahalanya seperti shalat seribu kali, dan shalat di Masjid Al-Aqsha pahalanya seperti shalat lima ratus kali.” (fyr/palestineupdate)

 

Ingin tahu sejarah palestina lebih banyak? Simak terus www.palestineupdate.com

About admin

Check Also

Para Penghafal Quran, Jadi Pelipur Lara di Tengah Blokade

Di tengah blokade Israel, tak banyak yang bisa rakyat Palestina lakukan. Menghafal Quran menjadi penenang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *