WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda.
Ajukan Pertanyaan Anda Kepada Kami
Home / Artikel / Sektor Pendidikan Gaza dari Sudut Pandang Seorang Guru

Sektor Pendidikan Gaza dari Sudut Pandang Seorang Guru

Menurut seorang tenaga pendidik (guru) di Jalur Gaza, sektor pendidikan di wilayah pemblokadean tengah dalam kondisi yang tidak baik.

Palestineupdate.com – Hidup di wilayah pemblokadean tidaklah mudah, baik secara umum maupun bagi seorang tenaga pendidik (guru). Basema Al-Basous memiliki cerita sendiri terkait pengalamannya mengajar di Gaza. Penasaran dengan kisahnya? Ayo simak kabar Palestina hari ini!

Basema, wanita berusia 44 tahun ini adalah seorang guru di Sekolah Dasar Al-Abbas di wilayah Shujaiya yang padat penduduk, Kota Gaza. Di kelas studi Islam, Basema yang telah menjadi guru selama lebih dari sembilan tahun, memberikan pelajaran bacaan Alquran untuk 50 siswa perempuan.

Berita Palestina: Upaya Lumpuhkan Palestina, Israel Larang Bantuan Pendidikan dari Inggris

“Mengelola satu kelas dengan 50 siswa adalah salah satu hal yang paling menantang, yang pernah saya lakukan sejak pertama kali menjadi guru,” ungkap Basema.

“Ini sangat sulit, baik bagi guru maupun siswa untuk berada di tempat yang penuh dan sesak semacam ini. Saya sering kali menderita sakit tenggorokan, karena harus menaikkan volume suara agar dapat didengar oleh 50 anak.”

Permasalahan kepadatan di sekolah-sekolah Gaza sudah disadari betul, dengan populasi yang telah meningkat sebesar 20 persen selama satu dekade terakhir.

Berita Palestina: Hancurkan Pendidikan di Palestina, Israel Gerebek Dua Sekolah

Banyak fasilitas pendidikan yang terpaksa mengggandakan waktu pengoperasiannya, demi mengatasi lonjakan siswa. Kementerian Pendidikan Palestina sendiri telah mengatakan bahwa 86 bangunan sekolah yang baru haruslah dibangun, dan lebih dari 1.000 ruang kelas tambahan untuk bangunan yang ada – pada tahun 2021 – untuk menyediakan lingkungan belajar yang aman dan memadai.

Basema mengatakan, kelas-kelas yang diajarnya telah mengalami kenaikan (jumlah siswa) selama beberapa tahun terakhir, karena para orang tua telah memindahkan anak-anak mereka dari sekolah swasta ke sekolah negeri – dikarenakan alasan ekonomi.

Dirinya menyetujui bahwa membangun sejumlah sekolah baru dan menyediakan fasilitas yang lebih baik – termasuk ventilasi dan sistem penghangat – akan menjadi langkah lanjutan untuk sektor pendidikan Gaza.

Berita Palestina: Sistem Pendidikan Palestina Diincar, Israel Rencanakan Yahudisasi

Jumlah yang membludak dapat juga memengaruhi kesehatan dan produktivitas anak-anak.

“Jika satu pagi seorang siswa dengan penyakit flu menghadiri kelas, keesokan paginya, terdapat sekitar 30 siswa lain yang terinfeksi,” lanjut Basema.

“Selain itu, kekacauan dan kurangnya kursi serta meja – juga terbatasnya waktu – semuanya mengurangi produktivitas, pemahaman, dan harmoni sosial para siswa.”

Berita Palestina: Pendidikan adalah Harapan, namun Blokade Merusak Segalanya

Ia melanjutkan, dirinya bermaksud untuk membangun “jembatan” cinta dan kepercayaan dengan siswa-siswanya, guna membantu mengelola “beban” tambahan. Akan tetapi, beberapa rekannya kesulitan karena kebisingan dan sulitnya berkomunikasi dengan jumlah siswa yang begitu banyak.

Dirinya juga tetap berharap bahwa wilayah pemblokadean akan mampu melewati krisis kemanusiaan dan ekonomi yang ada. (kimikim/palestineupdate)

Sumber. Middle East Eye

About admin

Check Also

berita palestina - zona tembak militer israel di tepi barat - www.palestineupdate.com (1) - Palestine Update

Fakta di Balik Zona Tembak Israel di Tepi Barat

Terdapat satu wilayah yang terisolasi dari wilayah-wilayah lain di Tepi Barat, disebabkan kontrol penuh militer …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *