WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda.
Ajukan Pertanyaan Anda Kepada Kami
Home / Artikel / Serangan Israel ke Gaza Jadi Mimpi Buruk Panjang Pribumi

Serangan Israel ke Gaza Jadi Mimpi Buruk Panjang Pribumi

Serangan udara penjajah pada pertengahan November tahun lalu telah menjadi mimpi buruk berkepanjangan bagi banyak orang, termasuk bagi keluarga Abu Tayem.

 

Palestineupdate.com – Penjajah bisa saja berdalih secara mudah; “Kami melakukan serangan hanya sebagai tindakan balasan.” Melakukan klaim sana-sini. Akan tetapi, dari satu serangan itu timbul dampak-dampak beruntun – yang bahkan membekas begitu kuat sebagai mimpi buruk bagi pribumi di Gaza, dan inilah salah satu ceritanya – yang akan diulas dalam kabar Palestina hari ini.

Berita Palestina: ‘Bocah Bawang’ asal Palestina, Berjuang untuk Kembalikan Tanah Leluhur

Iman Abu Tayem tengah mengandung dengan usia 6 bulan, saat Israel menyerang Gaza pada pertengahan bulan November 2019 lalu. Ketakutannya pun bertambah saat serangan terjadi di hari kedua. Suara dentuman di dekat rumahnya di kota Bani Suhaila terdengar semakin keras saja.

Suatu waktu, satu ledakan di petang hari begitu kuat hingga membuatnya terjatuh ke lantai. Kurang lebih 15 menit kemudian, dirinya tidak sadarkan diri. Muhammad, suaminya, menyadari bahwa sang istri mengalami pendarahan, lalu memutuskan untuk memanggil ambulans.

berita palestina - serangan israel ke gaza tahun 2019 - www.palestineupdate.com (2) - Palestine Update
Keterangan Foto: Akibat dari serangan udara Israel ke Gaza pada November 2019. (Sumber. BBC)

 

Iman lalu dilarikan ke Rumah Sakit Abu Yousef di kota Rafah.

“Aku terbangun di rumah sakit dan seluruh tubuhku terasa begitu sakit,” ungkap Iman. “Pertanyaan pertama yang kulontarkan pada suami adalah kondisi bayiku. Suamiku tidak memberikan jawaban dan aku kembali pingsan.”

Pada saat itu, Muhammad sudah tahu bahwa Iman telah mengalami keguguran. Staf rumah sakit telah memberi tahu kepadanya kabar buruk tersebut – sekitar tiga jam setelah Iman dirawat pada dini hari 14 November.

berita palestina - serangan israel ke gaza tahun 2019 - www.palestineupdate.com (3) - Palestine Update
Keterangan Foto: Serangan udara Israel ke Gaza pada November 2019. (Sumber. IBTimes Singapore)

 

Selama ini, Iman sendiri telah memprediksi bahwa bayinya berjenis kelamin laki-laki dan pasangan tersebut berencana memberinya nama Taim. Akibat serangan Israel, mimpi itu harus dikubur.

“Pengeboman telah membunuh putraku,” ungkap Muhammad.

Pasangan suami-istri tersebut memiliki tujuh anak lainnya, lima anak perempuan dan dua anak laki-laki. Mereka begitu menantikan kelahiran Taim; calon bayi laki-laki itu akan melengkapi keluarga mereka. Mereka telah memutuskan untuk tidak mencoba dan memikirkan tentang bayi lagi, begitu Taim lahir ke dunia.

Baca Juga: Bagaimana Perjuangan Keluarga dengan Anak Autis di Tanah Gaza?

“Aku tidak akan merasakan kegembiraan lagi sampai pendudukan Israel berakhir,” ucapnya.

Sebesar itulah dampak yang Israel timbulkan, dari serangan yang mereka klaim hanya sebagai serangan balasan. Pernahkah para penjajah itu memikirkannya? (kimikim/palestineupdate)

 

Sumber. Electronic Intifada

About admin

Check Also

PU-1- Pandemi Dan Blokade Kompak Buat Layu Bisnis Bunga di Gaza-www.palestineupdate.com(1) - www.palestineupdate.com

Pandemi dan Blokade Kompak Buat Layu Bisnis Bunga di Gaza

Pandemi berdampak serius pada bisnis bunga di Gaza, sepinya permintaan membuat bunga terpaksa dijadikan pakan. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *