WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda.
Ajukan Pertanyaan Anda Kepada Kami
Home / Edukasi Palestina / Setelah Nakba dan Naksa Perjuangan Palestina Belum Selesai!

Setelah Nakba dan Naksa Perjuangan Palestina Belum Selesai!

Peristiwa demi peristiwa telah dilewati penduduk Palestina, selama penjajahan masih ada, perjuangan tidak pernah bertemu kata usai.

 

Palestineupdate.comSetelah melewati hari petaka Nakba (1948), penduduk Palestina masih merasakan pedihnya terusir dalam tragedi Naksa (1967), juga diskriminasi lainnya yang terus dilakukan hingga hari ini. Ketahui lebih lanjut perjuangan penduduk Palestina menghadapi tantangan itu semua hanya di laman Palestine Update, portal berita Palestina hari ini yang menyajikan  kabar Palestina terkini.

Petaka Nakba Terulang di Naksa

PU-1-Setelah Nakba dan Naksa Perjuangan Palestina Belum Selesai!-www.palestineupdate.com(2) - www.palestineupdate.com
(Tahanan Arab yang ditangkap Israel dalam peristiwa perang 6 hari dan tragedi Naksa/Sumber:Aljazeera)

 

15 Mei 1948 selalu terkenang dalam ingatan penduduk Palestina sebagai hari kehancuran, di mana 750.000 penduduk harus terusir dari kampung halaman dan rumah-rumah miliknya. Pencaplokan tanah Palestina yang dilakukan oleh Israel secara sebelah pihak telah melukai nurani umat Muslim di seluruh dunia.

Belum terbayar kesedihan pasca tragedi Nakba, 19 tahun kemudian penduduk Palestina harus kembali merasakan pahitnya terusir dan kehilangan wilayah negaranya, dalam peristiwa Naksa yang terjadi pada 5-10 Juni 1967. Wilayah Palestina yang hanya tinggal sisa, diambil alih secara paksa oleh Israel, bahkan negara-negara Arab tetangga ikut terkena imbasnya.

Berita Palestina: Pandangan Analisis Terkait Isu di Palestina

Tercekik Ketidakadilan

PU-1-Setelah Nakba dan Naksa Perjuangan Palestina Belum Selesai!-www.palestineupdate.com(3) - www.palestineupdate.com
(Aksi demonstrasi memprotes tindakan pembunuhan terhadap Iyad Halak dan George Floyd di Yerussalem/Sumber:The Guardian)

 

Perjuangan Palestina tidak lantas berhenti setelah dua peristiwa menyayat hati itu terjadi. Hingga kini perjuangan untuk meraih kembali kemerdekaan tanah para nabi terus dilakukan. Kejahatan, penyerangan, intimidasi, diskriminasi bahkan tindakan refresif polisi Israel mewarnai keseharian penduduk Palestina.

Masih lekat dalam ingatan kita kejadian yang menimpa George Floyd, seorang warga negara keturunan Afrika-Amerika yang berkulit hitam “kehabisan nafas” akibat lehernya ditindih dengkul seorang polisi kulit putih di Minneapolis, Amerika Serikat.  Apa yang menimpa Floyd memancing reaksi dunia, dan menimbulkan gelombang protes di Amerika Serikat atas ketidakadilan, perilaku rasis, serta diskriminasi yang kerap diterima warga negara berkulit hitam di negeri Paman Sam. Gerakan protes ini kemudian kembali menggaungkan #BlackLivesMatter, seperti dilansir Kompas, adalah sebuah gerakan yang digagas untuk melawan kekerasan yang menimpa masyarakat kulit hitam.

Tidak lama setelah peristiwa yang menimpa Floyd terjadi, seorang pria difabel berkebangsaan Palestina, Iyad Halak (32 tahun) ditembak tanpa sebab yang jelas oleh polisi Israel bertempat di lorong Kota Tua Al-Quds. Polisi Israel berdalih jika Iyad membawa senjata, dan tidak patuh saat disuruh membuang senjatanya. Namun, nyatanya Iyad yang sedang menuju sekolah berkebutuhan khusus itu hanya membawa ponsel biasa yang digunakannya untuk menghubungi keluarga jika perlu bantuan.

Baca informasi menarik lainnya: Corona Ancam Pekerja Palestina, Israel Usir Mereka Seperti Binatang!

Jelas Iyad tak patuh pada titah polisi Israel, dirinya tak mengerti apa maksud mereka. Sedang tubuh pemuda berkebutuhan khusus itu bergetar hebat memandang laras senapan polisi yang ditodongkan padanya. Tanpa ampun, polisi Israel menembak Iyad hingga tubuh pemuda itu ambruk di atas jalan utama yang biasa digunakan penduduk Palestina. Apa yang dialami oleh Floyd dan Iyad adalah sebentuk peristiwa ketidakadilan yang terjadi, Floyd yang kulit hitam, dan Iyad yang Palestina akhirnya harus meregang nyawa.

 

Medan Perjuangan Terus Berjalan

PU-1-Setelah Nakba dan Naksa Perjuangan Palestina Belum Selesai!-www.palestineupdate.com(4) - www.palestineupdate.com
(Penduduk Palestina yang mengibarkan bendera kebangsaannya dan terus bejuang hingga hari ini/Sumber: Addameer)

Tindakan kekerasan yang dilakukan oleh polisi Israel terhadap Iyad bukan kali ini saja terjadi. Beru-baru ini Israel juga menjemput paksa para penjaga Masjid Al Aqsa atau yang dikenal dengan sebutan murabithah. Setidaknya ada 3 penjaga yang ditangkap yakni Hanady Halawani, Khadijah Khweis, dan Madeleine Issa yang kemudian diberikan sanksi larangan mengunjungi Masjid Al Aqsa selama 6 bulan lamanya.

Berita Palestina: Pandemi Bebani Pundak Para Pencari Nafkah di Gaza

Selama penjajahan yang dilakukan, Israel telah membunuh dan melukai ratusan ribu warga Palestina tak bersenjata selama bertahun-tahun pendudukannya, selama protes Aksi Kepulangan Akbar sejak Maret 2018. Palestina “tidak bisa bernafas” karena mencekik blokade yang dilakukan oleh Israel di wilayah Gaza. Sementara di Yerusalem dan Tepi Barat, warga Palestina terbunuh dan terluka oleh para pemukim ilegal yang telah merampas tanah mereka hingga mendeportasi penduduk hanya karena mereka ingin melakukan shalat di Masjid Al-Aqsa.

Perlakuan ini menjadi gambaran jika yang kejahatan yang dilakukan oleh Israel tidak akan pernah berhenti sebelum mereka menguasai Palestina seutuhnya, dan penduduk serta pejuang Palestina tidak akan pernah mundur dalam mempertahankan tanah Palestina yang diberkahi dan perjuangan meyongsong kemerdekaan bumi Al Aqsa. (itari/palestineupdate)

(Sumber: Palestine Chronicle, Palestine Responds)

About admin

Check Also

Kejahatan Rasialisme Israel Terhadap Palestina

  Rasialisme menjadi sebuah topeng wajah untuk menutupi penjajahan Israel atas Palestina   Palestineupdate.com—Sikap rasialisme, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *