WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda.
Ajukan Pertanyaan Anda Kepada Kami
Home / Al-Aqsha / Setelah Sehari Ditutup oleh Penjajah, Al-Aqsha Kembali Dibuka untuk Jemaah

Setelah Sehari Ditutup oleh Penjajah, Al-Aqsha Kembali Dibuka untuk Jemaah

Palestineupdate.com – Polisi (penjajah) Israel mengatakan bahwa pintu masuk kompleks Masjid Al-Aqsha akan dibuka kembali pada Rabu pagi waktu setempat, setelah penutupan yang dilakukan satu hari lalu dengan dalih menanggapi pemboman di kantor polisi.

Dilansir dari Aljazeera.com, para saksi mata dari pihak Palestina, bagaimanapun, mengatakan bahwa api disebabkan oleh anak-anak yang bermain kembang api. Tidak ada korban terluka yang dilaporkan, namun bentrokan pecah antara tentara Israel dan jemaah Palestina, yang mengakibatkan penahanan sedikitnya terhadap dua warga Palestina.

Sejumlah kelompok politik Palestina menyebutkan bahwa ketegangan yang meningkat di sekitaran Masjid Al-Aqsha, merupakan kelanjutan dari kebijakan sewenang-wenang Israel terhadap warga Palestina.

“Pelarangan terhadap jemaah yang ingin beribadah di Al-Aqsha, Yahudisasi, pendudukan, penghancuran, dan deportasi dari ibu kota (Yerusalem), tidak akan memengaruhi tekad warga kami untuk tetap setia pada perlawanan dan tanah air,” ungkap juru bicara Fatah, Atef Abu Saif, dalam sebuah pernyataan tertulis.

Saif mengatakan bahwa insiden-insiden yang terjadi di Yerusalem merupakan akibat dari bungkamnya dunia internasional di hadapan pelanggaran, yang dilakukan terhadap perjanjian internasional dan hak asasi manusia.

Kelompok perlawanan Palestina Hamas juga mengutuk kejadian-kejadian tersebut dan menyeru warga agar teguh, dalam berusaha melakukan akses ke masjid secara bebas.

Baca Juga: Israel: Ibadah di Al-Aqsha bagi Yahudi, Mungkin Akan Direncanakan

Sementara itu, Mustafa Barghouti, pemimpin gerakan inisiatif nasional Palestina, juga mengecam serangan Israel terhadap para jemaah Palestina.

Peringatan provokasi Israel yang bermaksud menghancurkan situs-situs suci, menurut Mustafa dapat digagalkan oleh warga Palestina dengan persatuan dan tekad.

Selain itu, penutupan terhadap kompleks masjid juga mengundang kecaman dari Yordania, pemelihara situs suci Muslim di Yerusalem Timur (yang diduduki).

Menteri Urusan Islam dan Situs Suci Yordania, Abdul Nasser Abu Basal, menggambarkan pelarangan terhadap jemaah Muslim dari situs sebagai “sebuah serangan mencolok terhadap semua nilai agama, hak, dan kebebasan,” dan “sebuah serangan terhadap semua Muslim yang menyentuh seluruh negara Islam”.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu juga mengecam Israel terkait insiden tersebut. Ia mengatakan bahwa sudah saatnya mengakhiri “kenekatan” Israel.

“Kami tidak bisa terima atas serangan serampangan semacam itu di situs suci, dan seluruh dunia perlu bereaksi terhadap hal ini,” ungkapnya. (kimikim/palestineupdate)

About admin

Check Also

Mohammad Alqadi - Palestine Update

Mohammad Alqadi: Lari Kelilingi Dunia untuk Kibarkan Bendera Palestina 

Palestineupdate.com – Menjadi agen perjuangan internasional merupakan pilihannya untuk kehidupan. Walau harus jauh dari tanah air, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *