WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda.
Ajukan Pertanyaan Anda Kepada Kami
Home / Tepi Barat / Tentara Israel Tangkap Wanita Palestina karena Tulisannya di Facebook

Tentara Israel Tangkap Wanita Palestina karena Tulisannya di Facebook

Palestineupdate.com – Tentara pendudukan Israel menahan wanita Palestina berusia 22 tahun di pos pemeriksaan militer di kota Hebron, Tepi Barat, setelah dirinya menulis komentar di media sosial Facebook terkait Masjid Al-Aqsha.

Dilansir dari Middleeastmonitor.com, Isra’a Hammad Abu Sneineh ditahan di pos pemeriksaan militer Abu Al-Rish, di dekat Masjid Ibrahimi di Hebron. Menurut Kantor Media Asra, Abu Sneineh ditangkap di pos pemeriksaan militer yang terletak di pintu masuk utama ke Kota Tua, bagian barat Masjid Ibrahimi, sebagai akibat dari konten Facebook yang ia tulis mengenai Masjid Al-Aqsha.

Menurut Pusat Tahanan Palestina (Palestinian Prisoners’ Centre (PPC)), Israel telah menahan lebih dari 500 warga Palestina, termasuk wanita dan anak-anak, yang disebabkan konten media sosial di bulan Mei tahun lalu.

Baca Juga: Jurnalis Wanita Ditahan Atas Tulisannya Berkaitan dengan Penjajahan Israel

Pendudukan Israel menggunakan “Unit Cyber” untuk mengamati konten-konten media sosial warga Palestina, tambah PPC.

Bulan Desember tahun lalu, Adalah – Pusat Hukum untuk Hak Minoritas Arab di Israel, menuduh raksasa media telah berkolaborasi dengan otoritas Israel untuk menyensor konten pengguna.

Kelompok tersebut meneruskan, menurut data resmi, pada tahun 2016 unit tersebut mengirimkan 2.241 permintaan penghapusan konten, di mana 69 persennya dihapus. Selain itu, pada tahun 2017 unit itu mengirimkan dalam jumlah besar, 12.351, permintaan penghapusan konten, 85 persennya dihapus. (kimikim/palestineupdate)

About admin

Check Also

Petani Qalqiliya - Palestine Update

Petani-petani Qalqilya Bersuka Cita Atas Panen Lemon Baru-baru Ini

Palestineupdate.com – Akhir-akhir ini, kota Jayyus di Qalqilya, Tepi Barat, diramaikan dengan panen buah lemon. Warga …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *