WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda.
Ajukan Pertanyaan Anda Kepada Kami
Home / Gaza / Trump Sebabkan Pembangunan Ulang Rumah Warga Gaza Terhambat

Trump Sebabkan Pembangunan Ulang Rumah Warga Gaza Terhambat

Rumah mereka hancur di tahun 2014 akibat serangan penjajah. Akan tetapi, mereka tak kunjung mendapatkan bantuan untuk pembangunan ulang, karena UNRWA yang alami krisis keuangan – setelah AS potong dana bantuan.

Palestineupdate.com – Inilah kisah saudara-saudara di Beit Lahiya, ketika rumah-rumah mereka rusak akibat serangan Israel di 2014, namun tak kunjung diperbaiki hingga saat ini. Kondisi pun semakin memburuk terutama setelah penghentian dana bantuan UNRWA oleh Amerika Serikat. Bagaimana cerita lengkap mereka? Mari simak kabar Palestina hari ini.

Warga di Menara Al-Nada masih menunggu rumah-rumah mereka untuk dibangun ulang. Pada bulan Juli tahun 2014, penjajah Israel menyerang blok-blok apartemen di Beit Lahiya, wilayah bagian utara kota Gaza ini, melalui serangan udara dan darat.

Berita Palestina: UNRWA Tolak secara Tegas Seruan AS Bubarkan Lembaga

Lebih dari lima tahun kemudian, sejumlah keluarga yang kehilangan rumah mereka akibat serangan – masih berjuang untuk memenuhi kebutuhan.

Setelah pemindahan mereka, para penghuni apartemen Menara Al-Nada menerima bantuan untuk membayar sewa akomodasi sementara dari UNRWA, lembaga PBB untuk pengungsi Palestina. Akan tetapi, dikarenakan krisis pendanaan, pemberian bantuan itu dihentikan selama tahun 2018.

Krisis tersebut dipicu oleh keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang memberlakukan pemotongan dana bantuan secara besar-besaran terhadap UNRWA. Pemotongan dana itu merupakan langkah awal pemerintah AS, sebelum mereka menghentikan dana bantuan secara penuh.

Berita Palestina: Bangunan UNRWA Jadi Salah Satu Target Penghancuran oleh Israel

“Tidak Ada Tempat untuk Pergi”

Muhammad Abu Nahel merupakan salah satu penghuni apartemen di Menara Al-Nada, yang mengalami penderitaan akibat keputusan Trump. Dirinya diusir dari tempat tinggal sementaranya pada bulan Maret tahun 2019.

Abu Nahel tidak mampu membayar sewa selama sembilan bulan, yang tunggakannya mencapai hampir USD 1.200 (Rp 16.421.040).

“Saya tidak mempunyai tempat untuk pergi,” ungkapnya. “Saya sangat tertekan.”

berita palestina - warga gaza tuntut pembangunan ulang rumah yang hancur akibat serangan israel - www.palestineupdate.com (2) - Palestine Update
Keterangan Foto: Warga yang masih menunggu bantuan untuk membangun ulang rumah yang rusak lima tahun lalu, mengadakan protes di luar gedung yang digunakan UNRWA. (Sumber. Electronic Intifada)

 

Sebelum diusir, Abu Nahel bekerja di sebuah bengkel untuk memperbaiki ban. Pendapatannya saat itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Terkadang saya tidak punya cukup uang untuk makan bersama di akhir pekan,” lanjutnya.

Abu Nahel telah berhasil menemukan akomodasi di Tal Al-Zaatar, di bagian lain wilayah Gaza Utara. Selain itu, UNRWA telah mempekerjakannya sebagai penjaga keamanan (security guard) di sebuah sekolah Beit Lahiya.

Berita Palestina: UNRWA, Lembaga PBB yang Terancam Eksistensinya

Kontraknya berakhir dalam enam bulan dan belum diberi tahu apakah kontraknya akan diperbarui setelah periode tersebut. Ia juga dibayar sebesar USD300 (Rp4.105.260) per bulannya.

“Terkadang saya tidak mampu membayar biaya untuk perjalanan,” ungkap Abu Nahel.

Sementara itu, Adnan Abu Hasna selaku juru bicara untuk UNRWA, mengatakan bahwa lembaga tersebut tengah mencoba melakukan apa yang bisa dilakukan – untuk membantu warga yang dulu tinggal di Menara Al-Nada.

Lembaga telah membuat program khusus, sehingga mereka yang terdampaki pemotongan dana bantuan akan diberikan pekerjaan.

Berita Palestina: UNRWA Kecam Sikap Trump yang Hentikan Pemberian Dana

“Situasi keuangan UNRWA tengah berada di titik kritis saat ini,” jelas Abu Hasna. “Tidak menjamin apakah kami mampu melanjutkan program pekerjaan tersebut.”

UNRWA telah menggambarkan defisit yang dialami lembaga sebagai kondisi paling buruk sepanjang sejarah 7 dekade lembaga, mengatakan bahwa lembaga membutuhkan hampir USD167.000.000 (kurang lebih 2,2 triliun rupiah) pada akhir tahun 2019 kemarin.

Hingga hari ini lembaga UNRWA membutuhkan bantuan untuk menstabilkan kondisi mereka, sementara kondisi di Jalur Gaza tidak kunjung membaik, terutama setelah serangan udara Israel di pertengahan November 2019 lalu. (kimikim/palestineupdate)

 

*Kurs dolar AS (13/01/2020) – Rp 13.684,20

 

Sumber. Electronic Intifada

About admin

Check Also

berita palestina - zona tembak militer israel di tepi barat - www.palestineupdate.com (1) - Palestine Update

Fakta di Balik Zona Tembak Israel di Tepi Barat

Terdapat satu wilayah yang terisolasi dari wilayah-wilayah lain di Tepi Barat, disebabkan kontrol penuh militer …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *