WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda.
Ajukan Pertanyaan Anda Kepada Kami
Home / Berita / Umat Kristen Palestina pun Dilarang Masuk ke Yerusalem oleh Penjajah Israel

Umat Kristen Palestina pun Dilarang Masuk ke Yerusalem oleh Penjajah Israel

Palestineupdate.com – Umat Kristen Palestina yang berdandan sebagai Sinterklas untuk merayakan Natal, dilarang masuk oleh Zionis Israel ke Yerusalem, salah satu situs paling suci bagi umat Kristen karena Yesus dipercayai tinggal di sana.

Melansir dari laman Anadolu Agency, secara umum, umat Kristen Palestina dari Tepi Barat – seperti rekan-rekan Muslim mereka – tidak bisa memasuki Yerusalem tanpa izin khusus dari otoritas Israel.

Saat ini, banyak dari mereka yang hidup dalam komunitas terpencil dan telah dipisahkan oleh “tembok pemisah” Israel, yang terbentang di sepanjang wilayah Tepi Barat.

Pada hari Senin (24/12), sejumlah “Sinterklas” Palestina merayakan Natal di kota Bethlehem, berlokasi sekitar 10 kilometer dari selatan Yerusalem dan dianggap sebagai tempat kelahiran bersejarah Yesus.

Beberapa dari mereka membawa spanduk bertuliskan, “Kami ingin Palestina bebas untuk Natal” dan “Kami ingin Palestina tanpa pendudukan Yahudi”.

Sementara itu, para pembesar Palestina di Ramallah mengatakan bahwa mereka telah mengizinkan 650 umat Kristen Palestina dari wilayah pemblokadean Jalur Gaza-Israel, memasuki Tepi Barat (yang sebagiannya diatur oleh Otoritas Palestina) untuk merayakan Natal.

Menurut laporan badan statistik resmi Palestina, lebih dari 46.000 umat Kristen Palestina tinggal di Tepi Barat, mewakili 2 persen dari jumlah populasi. Ketika Palestina berada di bawah kepemimpinan Turki Ottoman di tahun 1914, populasinya melampaui angka 10 persen. Selain itu, sekitar 3.000 umat Kristen Palestina, sementara itu, diperkirakan tinggal di Jalur Gaza.

Baca Juga: Aktivis Asal Yerusalem Dilarang Memasuki Al-Aqsha Selama 15 Hari

Setelah pembentukan Israel di tahun 1948, sebagian besar umat Kristen Palestina dipaksa meninggalkan rumah mereka dan menjadi pengungsi.

Saat ini, sekitar 500 ribu umat Kristen Palestina tinggal di berbagai komunitas yang terpencar di seluruh dunia.

Tepi Barat dan Yerusalem Timur terpisah dari satu sama lain akibat “tembok pemisah” Israel, yang pertama kali dibangun pada tahun 2002 dengan dalih melindungi Israel dari serangan rakyat Palestina.

Tentara pendudukan Israel telah membangun sejumlah pos pemeriksaan di sepanjang tembok, di mana di sejumlah area ketinggian tembok mencapai 8 meter.

Selama bulan Ramadan, perempuan-perempuan Palestina dari Tepi Barat (bersama dengan laki-laki di bawah usia 12 atau di atas 40 tahun) diizinkan memasuki Yerusalem – namun hanya untuk hari Jumat.

Tahun lalu, tentara Israel menanggapi dengan gas air mata dan peluru karet, setelah umat Kristen Palestina di Bethlehem melakukan aksi demonstrasi menentang keputusan Donald Trump (Presiden Amerika Serikat), yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. (kimikim/palestineupdate)

About admin

Check Also

Suka Duka Idul Adha 1441 Hijriah di Negeri Anbia

Pribumi Palestina tetap berbahagia merayakan Idul Adha, walaupun penjajahan dan pandemi menjadi tantangan luar biasa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *