WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda.
Ajukan Pertanyaan Anda Kepada Kami
Home / Artikel / Belajar ‘di Rumah Aja’ Ala Pelajar Palestina

Belajar ‘di Rumah Aja’ Ala Pelajar Palestina

Potret Keceriaan Pelajar Palestina/Washington Report

Tidak semua pelajar bisa mendapatkan akses belajar yang mudah di masa-masa isolasi di rumah. Di Gaza-Palestina, lampu menyala saja menjadi barang mewah

Palestineupdate.com Pada 5 Maret 2020, Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyatakan keadaan darurat untuk melawan COVID-19. Seantero negeri Palestina kemudian menutup semua kegiatan belajar-mengajar di semua sekolah dan universitas.

Lalu bagaimana para pelajar dan mahasiswa di Gaza-Palestina melanjutkan aktivitas belajar dalam kesehariannya? Portal berita terkini Palestina, Palestine Update telah sajikan informasi selengkapnya mengenai kabar terkini Palestina.

Pelajar Palestina Belajar Melalui Siaran  Radio

Seorang guru Palestina menyiarkan pelajaran elektronik kepada para siswa yang tinggal di rumah, pasca sekolah diliburkan untuk menghentikan penyebaran Virus Corona, Kota Gaza/The Electronic Intifadha

Untuk membantu mengatasi penyebaran virus corona, Kementerian Pendidikan dan Pendidikan Tinggi di Jalur Gaza telah meluncurkan kampanye media untuk mendorong siswa menggunakan kursus online yang disiarkan di outlet media, situs web Rawafid (Rawafid) dan Radio Pendidikan (Voice of Education Radio)

Dilansir pada laman Al-Monitor, direktur Radio Voice of Education Tamer al-Sharif mengatakan bahwa begitu keadaan darurat diumumkan, stasiun radio dengan segera memasukkan pelajaran dalam siarannya juga melalui siaran langsung interaktif di halaman facebook radio. Dirinya menambahkan bahwa siaran langsung interaktif dari pelajaran membantu meningkatkan pemahaman siswa tentang mata pelajaran.

“Radio menghentikan siaran regulernya dan dengan cepat menyiarkan pelajaran untuk semua tingkat  sekolah selama 12 jam. Pihak radio juga bekerja sama dengan guru-guru yang terampil dan kompeten.”, tambahnya.

Rital Ahmed seorang siswa kelas 6 menjelaskan bahwa dia sekarang mengikuti pelajaran di halaman Facebook Voice of Education Radio, dan dia berkomunikasi dengan gurunya melalui WhatsApp untuk berdiskusi.

“Saya senang bisa mengikuti pelajaran dari rumah. Saya benar-benar berharap untuk segera kembali ke sekolah” tambahnya

 

Terbatasnya Listrik Menjadi Hambatan Berlangsungnya Pelajaran

Anak-anak Palestina membaca buku dengan cahaya lilin karena pemadaman listrik di Kota Gaza/Middle East Monitor 

Kendati pelajaran di sekolah diganti melalui radio dan siaran langsung di laman facebook, namun sayang sekali, pembelajaran yang dilakukan masih terkendala aliran listrik yang hanya beberapa jam saja menerangi Gaza. Ditambah dengan kualitas jaringan internet yang dibawah standar membuat pembelajaran ini tidak dapat menjangkau seluruh pelajar yang ada di Gaza.

Para mahasiswa di Gaza juga beralih menyelenggarakan perkuliahan melalui interaksi online dengan menggunakan aplikasi Google Classroom, Zoom, Facebook juga WhatsApp. Hataem Al Souli, kepala Departemen Media di Universitas Gaza mengungkapkan bahwa hambatan utama untuk e-learning  adalah tidak semua mahasiswa memiliki komputer ataupun gawai.

Ezzedine Salameh, seorang mahasiswa di Universitas Palestina, mengatakan bahwa koneksi internet yang lambat membuatnya sulit untuk mengikuti proses perkuliahan, ditambah dia tidak memiliki laptop di rumahnya.

Salameh  mengatakan jika sistem pembelajaran lewat daring atau  e-learning hanya efektif di beberapa bagian dunia maju dengan kemampuan ekonomi dan teknologi sudah tersedia. Tidak seperti di Jalur Gaza yang diblokade , di mana sebagian besar penduduk menderita kemiskinan dan mengalami pemadaman listrik. (itari/palestineupdate)

Sumber: Al Monitor

About admin

Check Also

PU-1-Kenalan Yuk Dengan Sosok Penjaga Al Aqsa-www.palestineupdate.com(1)

Kenalan Yuk Dengan Sosok Penjaga Al Aqsa!

Para penjaga Al Aqsa atau dikenal sebagai Murabitun dan Murabithah menjadi sosok sentral dalam menjaga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *