WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda.
Ajukan Pertanyaan Anda Kepada Kami
Home / Berita / Bendung Penyebaran COVID-19, Gaza-Palestina Berlakukan Karantina

Bendung Penyebaran COVID-19, Gaza-Palestina Berlakukan Karantina

Potret Penduduk Palestina yang telah diperbolehkan pulang dari karantina di Gaza-Palestina/Middle East Monitor

  

Kementerian Kesehatan Palestina  telah memberlalukan karantina COVID-19 di Gaza-Palestina. Di tengah keterbatasan infrastruktur yang ada, sekolah-sekolah serta bekas hotel dijadikan sebagai tempat karantina para warga

Palestineupdate.comGaza-Palestina mengalami babak baru dalam menghadapi virus Corona. Selain penduduknya terkungkung dalam penjajahan, ketersediaan bahan-bahan pokok serta kebutuhan lainnya di tempat karantina semakin saja berkurang.

Ketahui lebih jauh bagaimana perjuangan penduduk di Gaza serta kabar Palestina hari ini, hanya di laman Palestine Update, portal berita Palestina terkini.

 

Sekolah Menjadi Tempat Karantina

Potret warga Palestina saat dibebaskan setelah 21 hari berada di salah satu tempat karantina di Gaza-Palestina/Nederlands Palestina Komitee

Terbatasnya fasilitas publik serta infrastruktur di Gaza-Palestina, membuat pemerintah akhirnya memaksimalkan keberadaan bangunan sekolah yang telah diliburkan untuk dijadikan tempat karantina. Kementerian Kesehatan di Gaza memberlakukan karantina untuk semua orang yang tiba di Gaza pada 15 Maret 2020 di pusat karantina yang dulunya merupakan sekolah dan hotel.

Dilansir dari Al-Monitor, Sahar Dahleez (31 Tahun) seorang jurnalis lepas menceritakan bahwa dirinya di tempatkan di pusat karantina Kuwait Secondary School for Girls di Governorat Jabalia di utara Jalur Gaza setelah memasuki Palestina melalui persimpangan Erez antara Israel dan Gaza Utara. Dahlez mencatat ada total 60 orang dikarantina di sana dengan 10 diantaranya merupakan wanita.  Tempat karantina lainnya berada di Sekolah Rudolf Walther di Deir al-Balah di Jalur Gaza Tengah. Amal Barika seorang jurnalis yang telah meninggalkan karantina di Gaza Tengah ini mengungkapkan ada sekitar 350 orang yang berada di pusat karantina Deir al-Balah yang memiliki luas terdiri dari 4 sekolah.

 

Baca juga: Segelintir Cerita Penduduk Gaza Menghadapi Corona

 

Bertahan Dalam Kondisi Yang Terbatas

Para juru masak Palestina menyiapkan makanan untuk pusat karantina Virus Corona di Kota Gaza/Al-Monitor

Sahar Dahlez juga turut membagikan kisahnya mengenai kondisi di tempat karantian Kuwait Secondary School for Girls di Governorat Jabalia di Utara Jalur Gaza. Sejak kedatangannya pada 25 Maret 2020 lalu, dirinya mengaku begitu kekurangan kebutuhan dasar, hanya baru sekali mendapatkan hand sanitizer kecil dengan sebotol Dettol antiseptik setelah tiga hari kedatangannya. Petugas karantina juga hanya baru sekali mendisinfeksi kamar yang ditempati pada hari kedatangannya, setelah itu tidak ada lagi tindakan disinfeksi yang dilakukan petugas.

Keterbatasan alat pendukung serta kebutuhan-kebutuhan lainnya di tempat karantina membuat tes virus Corona hanya dapat dilakukan pada hari ke-19 isolasi, sehingga tidak ada cara untuk mengetahui dengan pasti apakah mereka positif atau tidak. Begitu juga dengan asupan makanan yang didapatkan selama masa isolasi begitu terbatas, multivitamin, maupun suplemen untuk mendukung kesehatan tubuh tidak dapat diberikan.

Keadaan serupa juga ditemui di pusat karantina di Sekolah Rudolf Walther di Deir al-Balah di Jalur Gaza Tengah. Pengujian virus Corona baru dapat dilaksanakan pada hari ke-19 di karantina. Kendati demikian, petugas medis di setiap pusat karantina secara teratur mengukur suhu para warga yang diisolasi selama tinggal di sana. Keterbatasan dalam pengelolaan juga dirasakan, para warga yang diisolas. Mereka mengeluhkan jika tidak adanya kegiatan yang jelas untuk mengisi waktu mereka selama menjalani karantina.

 

Simak Informasi Menarik Lainnya: Pengalaman di Gaza Bantu Dokter Kanada Hadapi Corona

 

Ditemui di tempat lainnya, meski berada dalam kondisi yang tidak jauh berbeda, warga Sekolah Menengah Mahfouz El Nahnah di Kegubernuran Gaza menggelar lomba membaca Quran sampai khatam sebanyak yang mereka bisa dari awal hingga akhir. Kegiatan ini diyakini dapat menambah semangat dalam menghadapi kondisi yang tengah terjadi. Juga merupakan sebuah upaya agar warga di karantina tetap memiliki aktivitas positif.

Penghargaan lomba ini diberikan kepada pemenang yang dapat menyelesaikan membaca Quran sebanyak lima kali. Pemenang lomba ini mendapatkan satu buah gawai. Tetapi semua peserta  yang ikut berpartisipasi juga menerima hadiah hiburan sebagai bentuk apresiasi. (itari/palestineupdate)

Sumber: Al-Monitor

About admin

Check Also

Suka Duka Idul Adha 1441 Hijriah di Negeri Anbia

Pribumi Palestina tetap berbahagia merayakan Idul Adha, walaupun penjajahan dan pandemi menjadi tantangan luar biasa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *