WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda.
Ajukan Pertanyaan Anda Kepada Kami
Home / Berita / Corona Ancam Pekerja Palestina, Israel Usir Mereka seperti Binatang

Corona Ancam Pekerja Palestina, Israel Usir Mereka seperti Binatang

Pribumi Palestina di pos pemeriksaan Israel. (Sumber. Quds News Network)

 

Para pekerja Palestina di Israel terancam. Tidak hanya dari ancaman pandemi, melainkan juga dari tindak rasisme Israel terutama saat mereka diklaim terkena virus.

Palestineupdate.comTerdapat 60 ribu pekerja Palestina di Israel dan keselamatan mereka sangatlah terancam, terlebih dengan tingginya angka positif Corona di sana. Yang lebih buruk, mereka bahkan mendapatkan perlakuan tak pantas – ketika diklaim terkena COVID-19. Lalu, bagaimana kisah mereka? Simak ulasan selengkapnya dalam kabar Palestina hari ini.

Berita Palestina: Lebih dari 2.000 Pekerja Palestina Dilarang Masuk Hanya karena Nama

Media sosial beberapa waktu lalu dihebohkan dengan video, yang menunjukkan bagaimana pasukan penjajah memperlakukan pekerja Palestina, yang diduga terkena virus Corona. Mereka dengan mudahnya menurunkan para pekerja di pos pemeriksaan di Tepi Barat, serta pergi begitu saja.

Ditelantarkan di Pinggir Jalan

Dua kisah semacam itu belum lama ini terjadi, dengan pekerja pertama bernama Malek Jayousi (27). Di dalam video yang terekam, ia terlihat berbaring di pinggir jalan dekat pos pemeriksaan Beit Sira/Macabbim. Malek yang berasa dari desa Sura itu, sudah ditinggalkan begitu saja oleh polisi Israel – setelah penjajah menuduhnya terkena virus.

Sementara itu, seorang jurnalis lokal bernama Ibrahim Abu Safiyyeh yang bekerja sukarela untuk komite darurat di desanya – komite didirikan untuk membantu warga Palestina di pos pemeriksaan Beit Sira – di waktu yang sama tengah berada di tempat kejadian. 

Berita PalestinaKejahatan Rasialisme Israel Terhadap Palestina

“Dua petugas duduk di jok depan. Mobil pun berhenti, Malek turun dan berjalan dengan susah payah menuju pos pemeriksaan. Para petugas itu terlihat keluar dari mobil, mereka lalu mendesinfeksi diri dan jok belakang. Mereka masuk ke mobil, lantas pergi,” ungkap Abu Safiyyeh.

Malek lalu menjelaskan kepada Abu Safiyyeh bahwa polisi Israel datang ke tempat pembangunan (tempatnya bekerja) di Tel Aviv. Mereka memberitahu bahwa Malek terkena virus, lalu membawanya pergi.

“Ia terlihat sangat ketakutan,” ucap Abu Safiyyeh, “Kami lantas menaruh selembar karton di atas lantai. Kami tidak bisa mendekat padanya karena tidak memiliki alat pelindung diri, kami hanya menggunakan masker sederhana.”

Berita Palestina: Tak Punya Banyak Pilihan, Warga Gaza Ambil Pekerjaan Berisiko

“Kami memberinya minuman dan makanan, lalu ia mengatakan tidak mampu untuk menelannya. Ia duduk ketakutan dan menggigil Kami segera menghubungi pihak medis di Ramallah. Dan perlu waktu tiga jam bagi mereka untuk tiba di lokasi.”

Setelah dirawat di Rumah Sakit Al-Watani di Nablus, hasilnya pun menunjukkan bahwa Malek tidak terkena (negatif) virus Corona. 

Dalam sebuah jumpa pers yang diselenggarakan kemudian, Juru Bicara Otoritas Palestina Ibrahim Malham membenarkan bahwa hasil tes dari Malek negatif, serta mengecam tindak rasisme yang dilakukan Israel terhadap para pekerja – dengan menelantarkan mereka di jalan.”

Berita Palestina: Kementerian Palestina Luncurkan Program Lapangan Kerja untuk 5.000 Orang

Korban Lain Rasisme Israel

Malek bukanlah pekerja Palestina pertama yang dibiarkan begitu saja di pos pemeriksaan Beit Sira, setelah dicurigai terkena virus Corona, ungkap Abu Safiyyeh.

Sebelumnya, Abu Safiyyeh melihat seorang pria keluar dari taksi di pos pemeriksaan, “Ia memberitahu kami bahwa tengah membutuhkan bantuan, karena mungkin saja terkena virus Corona.”

Abu Safiyyeh dan kawan-kawannya lantas membuat alas berbaring dengan selembar karton, memberinya air minum, namun tidak mendekat pada pria tersebut.

Berita Palestina: Qatar Lakukan Wawancara Kerja dengan Para Guru Palestina

Pemuda itu memberitahu bahwa ia berusia 32 tahun, tinggal di barak pengungsian Jalazoun dekat Ramallah, dan bekerja di sebuah tempat pembangunan di Israel. Ia merasakan demam selama bekerja dan meminta bantuan atasannya untuk menghubungi ambulans. 

Akan tetapi, sang atasan menolak dan ia lantas menghubunginya sendiri. Perlakuan serupa pun kemudian dilakukan oleh tim medis; yang menolak membawanya ke rumah sakit.

“Atasannya memberitahunya untuk memesan taksi untuk pulang ke rumah, dan itulah yang kemudian ia lakukan,” ucap Abu Safiyyeh.

Berita Palestina: 35 Ribu Buruh Palestina Terpaksa Bekerja secara Ilegal di Israel

Setelah itu, Abu Safiyyeh dan rekannnya memanggil pihak medis, yang juga memakan waktu tiga jam untuk tiba – seperti kejadian Malek.

“Saya tidak tahu apa dirasakannya,” lanjut Abu Safiyyeh, “Ketika kamu sakit, mereka membuangmu di pos pemeriksaan seperti seekor anjing.” 

Itulah sedikitnya dari banyak ulah yang dilakukan Israel di tengah pandemi hari ini. Yang kemudian membawa saudara-saudara kita lagi-lagi menjadi korban mereka. Innalillaahi… (kimikim/palestineupdate)

 

Sumber. Quds News Network

About admin

Check Also

berita palestina - warga gaza susah dapatkan kartu identitas karena israel - www.palestineupdate.com (1) - www.palestineupdate.com

Tanpa Kartu Identitas, Warga Gaza Bak Dipenjara

Israel mempersulit kehidupan warga Palestina bahkan di Gaza, salah satunya terkait akses mobilitas warga yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *