WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda.
Ajukan Pertanyaan Anda Kepada Kami
Home / Berita / Corona Membuka Rasisme Sistemik yang Dilakukan Israel

Corona Membuka Rasisme Sistemik yang Dilakukan Israel

Potret Orang-orang komunitas Ultra-Ortodoks Yahudi-Israel/The Electronic Intifadha

Meski dunia tengah berjuang melawan wabah Corona, Israel masih saja melakukan tindakan rasismenya terhadap Palestina

Palestineupdate.com— Ketika dunia sedang mengkhawatirkan penyebaran virus Corona, serta mengkampanyekan menjaga jarak fisik (physical distancing), kejahatan rasisme Israel terhadap Palestina semakin terbuka secara sistemik. Bagaimana Palestina menghadapinya?

Simak ulasan berita Palestina terkini selengkapnya, hanya di laman Palestine Update!

Terkunci Di Bawah Penjajahan

Blokade terhadap Gaza yang dilakukan Israel selama satu dekade lebih telah menghancurkan sistem kesehatan, hingga infrastruktur di semua sudut Gaza. Kondisi serupa juga dialami oleh penduduk Palestina yang berada di wilayah Tepi Barat.

Di tengah situasi blokade dengan fasilitas kesehatan yang tidak memadai, Israel tetap menjalankan kejahatannya dengan melancarkan tindakan-tindakan rasisme. Israel membatasi penduduk Palestina mendapatkan akses kesehatan yang layak, juga mempersulit penduduk Palestina untuk mendapatkan izin ke rumah sakit yang relatif lebih baik di Yerusalem Timur.

Diskriminasi Sistemik

Potret fasilitas di Tel Aviv Sourasky Medical Center/WRVO Public Media

Untuk menutupi sikap rasismenya terhadap Palestina, Israel mengirimkan dokter-dokter Palestina sebagai garda terdepan dalam menangani pasien-pasien yang terpapar virus Corona. Sementara penduduk sipil Palestina mendapatkan hukuman atas klaim tidak mematuhi aturan pencegahan virus Corona. Padahal mayoritas pasien yang terpapar berasal dari Israel.

Baca juga: Segelintir Cerita Penduduk Gaza Menghadapi Corona

Israel telah mengeluarkan denda terhadap para imam yang menggelar sholat berjama’ah. Semantara di lain sisi, mengizinkan Sinagog melanjutkan aktivitas seperti biasanya, seperti pemandian yang biasa dipakai oleh penganut Yahudi untuk menyucikan diri (Mikvah) tetap terbuka bagi pengunjung hingga akhir Maret lalu.

Seorang petugas Kementerian Kesehatan Palestina melakukan uji Tes COVID-19 kepada seorang pekerja Palestina/Xinhua Net

Diskriminasi sistemik dilakukan oleh Israel dengan memprioritaskan kehidupan Yahudi-Israel di atas kehidupan penduduk Palestina. Padahal, jika virus ini menyebar luas di komunitas penduduk Palestina, konsekuensi terjadinya bencana kemanusiaan akan semakin besar.

Seorang mantan penasihat hukum dan negosiator Organisasi Pembebasan Palestina, Diana Buttu, lebih mengkhawatirkan lagi jika setelah masalah pandemi Virus Corona ini berakhir, dunia akan menganggap tindakan diskriminasi yang dilakukan oleh Israel itu menjadi sebuah tindakan normal yang mengatasnamakan “Keamanan Publik”. Seperti yang selama ini telah terjadi sejak invasi 2002. Serangan malam Israel, blokade yang tiada habisnya, hingga pembongkaran rumah-rumah penduduk asli Palestina dianggap sebagai sesuatu yang normal dan biasa saja. (itari/palestineupdate)

(Sumber: The Electronic Intifadha)

About admin

Check Also

Suka Duka Idul Adha 1441 Hijriah di Negeri Anbia

Pribumi Palestina tetap berbahagia merayakan Idul Adha, walaupun penjajahan dan pandemi menjadi tantangan luar biasa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *