WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda.
Ajukan Pertanyaan Anda Kepada Kami
Home / Artikel / Fakta di Balik Zona Tembak Israel di Tepi Barat

Fakta di Balik Zona Tembak Israel di Tepi Barat

Terdapat satu wilayah yang terisolasi dari wilayah-wilayah lain di Tepi Barat, disebabkan kontrol penuh militer Israel di wilayah tersebut.

 

Palestineupdate.com – Terdapat satu dari sekian banyak daerah di Palestina, yang menjalani kehidupan di bawah kontrol penuh penjajah Israel, di tempat yang penjajah klaim sebagai “Zona Tembak Israel”. Ialah Masafer Yatta, desa yang berlokasi di ‘Area C’, Tepi Barat, dengan kisah selengkapnya dalam kabar Palestina hari ini.

Berita Palestina: Gegerkan Dunia, Netanyahu Ingin Aneksasi Penuh Tepi Barat

Salah satu surat kabar Israel mengabarkan, “Israel telah menyita satu-satunya kendaraan yang tersedia bagi tim medis untuk menyalurkan bantuan kepada 1.500 warga Palestina, yang tinggal di dalam zona tembak militer Israel di Tepi Barat.”

Dan komunitas Palestina yang kehilangan aksesnya terhadap pelayanan medis tersebut adalah Masafer Yatta, sebuah desa kecil Palestina yang terletak di perbukitan Hebron Selatan.

Masafer Yatta yang benar-benar terisolasi dari wilayah-wilayah lain di Tepi Barat itu, terletak di ‘Area C’, yang merupakan bagian terbesar di Tepi Barat – sekitar 60 persen. Artinya, wilayah tersebut bersama kota serta desa Palestina lain berada di bawah kontrol penuh dari militer Israel.

Berita Palestina: Zionis Israel Tangkap Para Aktivis Luar Negeri di Tepi Barat

Sayangnya, bagi Masafer Yatta dan mereka yang hidup di dalam ‘Area C’, tingkat penguasaaan yang dilakukan penjajah sangatlah mencekik, di mana setiap aspek kehidupan warga Palestina – kebebasan beraktivitas, pendidikan, akses terhadap air bersih, dan lainnya – dikontrol oleh sistem kompleks buatan ordonansi (peraturan pemerintah) militer Israel, yang tidak memedulikan kesejahteraan masyarakat yang terkepung.

Walau begitu, sebenarnya bukanlah sebuah kejutan ketika satu-satunya kendaraan di Masafer Yatta disita di masa lalu, dan hanya dikembalikan setelah penduduk miskin dipaksa membayar denda kepada tentara Israel.

Tidak ada logika militer di dunia, yang bisa membenarkan pelarangan akses medis kepada penduduk yang terisolasi, khususnya ketika penjajah Israel secara legal diwajibkan untuk memastikan akses medis kepada warga sipil di wilayah pendudukan Palestina – menurut Konvensi Jenewa ke Empat.

Berita Palestina: Pemukim Israel Kembali Buat Ulah di Yerusalem dan Tepi Barat

Selain itu, apa yang jarang diketahui publik adalah, di sepanjang tahun 1970-an, militer Israel telah mengklaim 18% wilayah di Tepi Barat sebagai “Zona Tembak”. Zona tembak ini dimaksudkan untuk tempat latihan militer Israel, meskipun warga Palestina yang terjebak di dalam wilayah sering kali melaporkan; hanya sedikit atau tidak ada pelatihan militer yang terjadi di dalam “Zona Tembak”.

Menurut OCHA (Office for the UN Coordination of Humanitarian Affairs) di Palestina, terdapat sekitar 5.000 warga Palestina – terbagi di antara 38 komunitas yang masih hidup – yang berada dalam kondisi paling mengerikan, di dalam wilayah yang disebut sebagai “Zona Tembak”.

Itulah satu dari sekian banyak kehidupan pilu di negeri terjajah Palestina. Selain Masafer Yatta, ada juga Jalur Gaza, di mana jutaan warganya hidup dalam penjara terbuka terbesar di dunia. Penjajahan telah merusak berbagai unsur kehidupan, baik itu menimpa negeri atau pun warganya. (kimikim/palestineupdate)

 

Sumber. Palestine Post 24

About admin

Check Also

Perjalanan Masjid Al-Aqsha Sebagai Pusat Pengajaran Al-Quran

Masjid Al-Aqsha telah menjadi pusat ilmu pengetahuan sejak berabad-abad yang lalu. palestineupdate.com – Selain menjadi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *