WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda.
Ajukan Pertanyaan Anda Kepada Kami
Home / AlQuds / Gaza Darurat Corona, Israel Harus Tanggung Jawab!

Gaza Darurat Corona, Israel Harus Tanggung Jawab!

Warga Palestina berkumpul untuk demonstrasi menuntut perlindungan coronavirus (COVID-19) untuk tahanan Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel, di Kota Gaza/foto: Middle East Monitor

Laju penyebaran virus  COVID-19 terus merangsek menuju wilayah Gaza. Dengan kondisi blokade yang dilakukan oleh Israel, Gaza berada dalam ancaman serius virus Corona 

Palestineupdate.com— Pandemi Corona, atau virus COVID-19 tengah menjangkiti banyak Negara, tidak telepas Palestina. Sejak awal ditemukannya 7 kasus Corona di kota Bethlehem, pada 5 Maret 2020 lalu, pemerintah Gaza telah mengambil sebuah antisipasi pencegahan agar virus COVID-19 tidak sampai ke Gaza.

Namun dengan kondisi Gaza yang mengalami blokade Israel, hal ini menambah kecemasan semua pihak. Mengingat kondisi penduduk Gaza yang tidak memiliki akses untuk masuk maupun keluar wilayah dengan mudah, menjadikan probabilitas penularan COVID-19 di Gaza begitu tinggi.

Israel menjadi pihak yang semestinya paling bertanggung jawab atas kebijakan blokade yang mengakibatkan ancaman COVID-19 bagi warga Gaza hari ini. Simak sajian informasi selengkapnya mengenai“Gaza Darurat Corona, Israel Harus Tanggung Jawab!” hanya di laman Palestine Update, portal berita Palestina terkini, mangabarkan kabar Palestina hari ini untuk anda semua.

 

Kombinasi Krisis Yang Dialami Gaza

Satu dekade lebih sebelum virus corona begitu mengancam dunia, Gaza telah mengalami krisis yang berkepanjangan akibat blokade yang dilakukan oleh Israel. Pasokan kebutuhan primer sehari-hari tidak dapat terpenuhi dengan baik, mengingat susahnya menembus birokrasi penjagaan pos militer Israel. Begitupun bagi warga yang hendak keluar Gaza, hampir dipastikan sangat sulit untuk dapat izin keluar dari wilayah yang dihuni 2 juta lebih penduduk serta pengungsi yang terpaksa meninggalkan kampung halamannya yang diduduki Israel.

Dengan kondisi yang seperti ini membuat peluang untuk tertular virus tentu sangat besar, fasilitas kesehatan, dokter, perawat bahkan pasokan obat-obatan tidak lagi dapat mereka jumpai sebagaimana biasanya. Kombinasi krisis semacam itu menjadikan  wilayah  tersebut sangat rentan terhadap pandemi.

 

Sikap Israel Menghadapi Corona

Keputusan Israel menjadi hal yang ditunggu-tunggu, untuk menghindari kritik pedas dari dunia internasional, sekaligus menyelamatkan penduduknya sendiri dari pandemi yang telah menelan ribuan orang ini.

Potret proses penyemprotan disinfektan yang diharapkan dapat mengurangi penyebaran virus Corona/foto: Mondoweiss

Israel akhirnya harus mempertimbangkan pilihan kebijakan terhadap Jalur Gaza, untuk mencegah penyebaran virus serta serangan dunia internasional atas kejahatan penjajahan yang dilakukannya. Kendati Israel telah mengirimkan sekitar 200 alat uji untuk memasuki Gaza dan memberlakukan penutupan yang tidak terbatas pada seluruh penduduk Gaza. Namun, Gaza tetap berada di bawah kendali Israel, karena mereka yang memutuskan segala sesuatu yang masuk dan keluar dari wilayah blokade.

 

Baca juga: Kejahatan Rasialisme Israel Terhadap Palestina

 

Apa Yang Dapat Kita Lakukan?

Untuk mencegah bencana, kita sebagai bagian dari masyarakat internasional harus menekan Israel untuk mengambil tindakan sekarang juga, dan melakukan perubahan kebijakan terhadap Gaza, terutama menghidupkan kembali fasilitas kesehatannya.

Di bawah hukum internasional, Israel sebagai  negara yang menjajah bertanggung jawab penuh atas kesejahteraan dan keselamatan penduduk yang diduduki. Diantaranya ada beberapa langkah yang dapat diambil oleh Israel dalam menanggulangi virus Corona yang tengah mengancam Gaza, yakni:

  1. Israel harus segera mengizinkan akses untuk masuk ke Gaza bagi tenaga medis dari semua latar belakang kebangsaan, dan harus mengizinkan pasien Gaza untuk mencari perawatan medis di luar wilayah Gaza, seperti di Tepi Barat, di Yerusalem atau di luar negeri sekalipun.

 

  1. Israel harus mengakhiri larangan masuknya barang-barang yang terdaftar sebagai barang “penggunaan ganda”, termasuk diantaranya adalah obat-obatan, desinfektan, dan bahan kimia untuk keperluan pengobatan dan penanggulangan virus ini.

 

  1. Israel harus mengizinkan masuknya bahan bakar yang tidak dibatasi ke Gaza untuk menyalakan kembali pembangkit listrik, agar fasilitas kesehatan dapat kembali berfungsi dengan optimal.

 

Israel harus benar-benar memastikan bahwa Gaza mendapat aliran listrik yang memadai, dan fasilitas kesehatan serta pasukan tanaga medis yang cukup, paling tidak menjadi kewajiban yang harus dipenuhi Israel berdasarkan hukum internasional untuk mencegah bencana yang lebih besar terjadi di Gaza. (itari/palestineupdate)

Sumber: Days Of Palestine

Palestine Update bekerja sama dengan Kasih Palestina untuk menyalurkan kebutuhan Gaza dalam menghadapi Corona. Kamu bisa bantu Gaza bertahan melawan corona dengan memenuhi kebutuhan Gaza yang genting saat ini, di antaranya:

  1. Masker (Rp 100 rb/pcs)
  2. Hand Sanitizer  (Rp 30 ribu/botol)
  3. Desinfektan 500 L (Rp 50 ribu/liter)
  4. Hand Wash (Rp 50 rb/botol)
  5. Makanan bergizi (Rp 70 ribu/paket)

Paket ini akan disalurkan segera kepada para petugas kesehatan, masyarakat miskin Palestina, penjaga Masjid Al-Aqsa, tempat ibadah, dan sekolah-sekolah. Bantuannya bisa dikirim melalui:

Mandiri 131 00 39 171717

BRI 1139 01 000142 56 5

BSM 1001 2016 2 6

BNIS 5262 5262 33

 

Konfirmasi Donasi: 08 123 2011 55 (Call/SMS/WA)

About admin

Check Also

Perjalanan Masjid Al-Aqsha Sebagai Pusat Pengajaran Al-Quran

Masjid Al-Aqsha telah menjadi pusat ilmu pengetahuan sejak berabad-abad yang lalu. palestineupdate.com – Selain menjadi …

One comment

  1. Great and an informative article!
    King regards,
    Thomassen Henneberg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *