WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda.
Ajukan Pertanyaan Anda Kepada Kami
Home / Artikel / Kisah Momen Faiz: Juru Potret Kebenaran di Jalur Gaza

Kisah Momen Faiz: Juru Potret Kebenaran di Jalur Gaza

Tak mudah menjadi fotografer di Jalur Gaza. Melalui kursi roda dan kameranya, Momen Faiz telah mengukir jalan uniknya sendiri

 

palestineupdate.com – Momen Faiz adalah seorang fotografer Palestina yang tak pernah menyerah menyuarakan kebenaran. Bagaimanakah kisah perjalanan Momen Faiz menjadi fotografer di Palestina? Simak ulasan selengkapnya dalam kabar Palestina hari ini!

 

Berita Palestina: Dua Sisi Gaza: Kisah Kelam di Tanah Pemblokadean

 

Momen Kelahiran dan Kehilangan

Momen Faiz menjadi anak yatim sejak usianya baru satu minggu. Lahir pada periode Intifada Pertama, membuatnya kehilangan sang ayah yang telah ditargetkan para penjajah pada waktu itu. Sama seperti kebanyakan anak-anak Palestina yang harus menjadi yatim sejak belia, Momen harus berusaha berjuang menjalani hari-harinya di tengah pahitnya blokade penjajah di Palestina.

 

Sangat Menyukai Fotografi

Keterangan Foto: Momen Faiz sangat menyukai fotografi (Sumber. Confict Kitchen)

 

Sejak remaja, Momen menemukan dirinya menyukai fotografi. Saat itu ia berada di Al Shejayeh, daerah perbatasan di timur Gaza. Al Shejayeh adalah sebuah lokasi strategis untuk memotret peristiwa pemberontakan dan penindasan yang terjadi.

Momen mulai terbiasa dengan kamera yang dipinjamkan kepadanya karena dia tidak memiliki miliknya sendiri. Hal ini memberinya kesempatan untuk mengembangkan jaringan sesama fotografer dan jurnalis. Momen mendapat banyak bimbingan dari mereka tentang teknik mengambil foto, sampai ia menjadi ahli dalam menemukan angle  yang tepat untuk fotografinya. Momen Faiz juga telah menempuh pendidikan selama dua tahun di Universitas Jurnalis dan Media.

“Saya menyukai fotografi sejak saya masih kecil. Saya mulai memotret perayaan di sekolah ketika saya berusia 16 tahun dan saya terus mengembangkan apa yang dimulai sebagai hobi sampai kamera menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari saya” ucap Momen dalam salah satu wawancaranya seperti dilansir Conflict Kitchen.

 

Kehilangan Kedua Kaki

Keterangan Foto: Walau penuh perjuangan, ini adalah profesi yang sangat ia cintai (Sumber. instagram @momen_faiz)

 

Pagi hari pada bulan September yang dingin, Momen sedang berpuasa di hari Arafah, ia menjalankan tugas untuk melaporkan perjuangan para pedagang Palestina. Ini adalah orang-orang yang dibiarkan tanpa pilihan selain membuat terowongan bawah tanah untuk melanjutkan kehidupan perdagangan normal karena pembatasan yang diterapkan oleh pendudukan Israel di daerah perbatasan. Memotret mereka hanyalah tantangan lain bagi Momen ketika dia berjalan-jalan untuk menemukan sudut yang sempurna untuk mengambil gambar.

Tetapi dalam hitungan milidetik, Momen jatuh ke tanah oleh rudal dari pesawat pengintai Israel yang menargetkannya secara langsung dan sengaja. Jurnalis berusia 21 tahun itu pingsan dan dia merasa jiwanya meninggalkan tubuhnya.

Cedera momen terjadi pada November tahun 2008, selama serangan Israel lainnya di Gaza dalam “Operation Warm Winter.” (Operasi Musim Dingin Hangat). Dalam agresi Israel ini, senjata yang dilarang secara internasional seperti bom fosfor digunakan kepada warga sipil yang tidak bersenjata, meninggalkan korban tewas dan kehancuran besar-besaran.

Dia tidak dapat mengenali di mana dia berada atau apa yang telah terjadi padanya. Ketika ia sadar kembali, ia diberitahu bahwa ia berada di Rumah Sakit Al-Shifa.

Semuanya mulai menjadi lebih jelas, tapi dia masih tidak bisa merasakan apa-apa. Ketika ia mengulurkan tangan untuk merasakan luka di kakinya, Momen tidak dapat menemukan apa pun — kedua kakinya sudah tidak ada.

 

Fotografi Bukan Hanya Sekadar Hobi

Keterangan Foto: Momen dan keluarga bahagianya (Sumber. We Are Not Numbers)

 

“Setelah cedera, istri saya mendorong saya untuk kembali ke fotografi dan berdiri di samping saya sampai saya memulihkan semua kekuatan saya untuk melakukan pekerjaan yang saya sukai.” ucap Momen Faiz mengingat masa-masa kebangkitannya setelah kehilangan kedua kaki.

Bagi Momen Faiz, fotografi kini bukan hanya sekadar hobi. Itu adalah pelariannya, alat yang memberinya sayap untuk melambung tinggi jauh dari blokade di Gaza. Kamera Momen didedikasikan untuk tugasnya, mendokumentasikan pendudukan di Palestina.

Ia terus melanjutkan profesinya sebagai jurnalis dan meliput berbagai sudut peristiwa di Jalur Gaza.  Kisahnya bisa dilihat dalam halaman instagramnya @momen_faiz. Ia tak menyerah menjalani hidupnya tetap sebagai fotografer, dengan tujuan agar dunia tahu bahwa kenyataan penjajahan di muka bumi ini masih ada dan masih terus berlanjut.

Momen dan keluarganya tidak akan pernah berhenti memperjuangkan suara Palestina untuk didengar. Momen terus memotret kebenaran dengan lensanya—meskipun ia melakukannya di atas rodanya. Dengan senyuman dan inspirasi bagi siapapun yang melihatnya. (rosirirs/palestineupdate)

 

 

Sumber. We Are Not Numbers, Conflict Kitchen

About admin

Check Also

Israel Serang Humsa, Palestina Badui Hidup Tanpa Atap

Penghacuran pemukiman Palestina Badui di Desa Humsa, Lembah Yordania Utara oleh Pasukan Israel membuat mereka …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *