WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda.
Ajukan Pertanyaan Anda Kepada Kami
Home / Artikel / Musim Panas Gaza di Masa-Masa Blokade Israel

Musim Panas Gaza di Masa-Masa Blokade Israel

Pemblokadean Israel telah menyebabkan musim panas di Gaza menjadi berkali lipat lebih sulit dan menantang, juga menuntut warga agar lebih kreatif.

palestineupdate.com – Ibarat penjara terbuka, pemblokadean di Gaza telah menyebabkan wilayah terisolasi dan sektor-sektor kehidupan mengalami kejatuhan, termasuk sektor listrik. Jika sudah memasuki musim panas, tantangan hidup semakinlah sulit karena situasi yang terjadi. Lantas, bagaimana musim panas mereka di masa 13 tahun blokade? Simak ulasannya dalam kabar Palestina hari ini.

 

Berita Palestina: Krisis Listrik Ancam Pasokan Air di Jalur Gaza

 

Selama belasan tahun terakhir dalam pemblokadean Israel, lebih dari dua juta warga di Gaza telah merasakan penderitaan berkepanjangan – akibat krisis listrik akut. Ini semua terjadi karena pemblokadean, di mana penjajah secara drastis telah membatasi suplai bahan bakar dan menyebabkan satu-satunya pembangkit listrik rusak.

Naasnya, dampak yang paling terasa adalah ketika memasuki musim panas, dengan ventilasi rumah dan fasilitas pendingin yang tidak cukup, warga harus melawan terik musim panas yang bisa mencapai 30 derajat celsius.

Pada akhirnya, warga harus berusaha mencari cara agar bisa “mendingingkan” diri. Mereka kemudian beramai-ramai pergi ke pantai – biasanya pada petang hari, walaupun kondisi air di sana tidak bisa dibilang aman bagi kesehatan mereka.

berita palestina (2) - musim panas di gaza - www.palestineupdate.com (2) - www.palestineupdate.com
Keterangan foto: Warga Gaza mencoba mencari nafkah di teriknya musim panas. (Sumber. The Electronic Intifada)

 

Jalanan juga mulai dipadati warga, setelah matahari menghilang di balik horison. Itulah saat-saat para penjual mencari nafkah, walaupun konsumen mereka juga memiliki kondisi keuangan yang dikatakan kurang.

Akan tetapi, di siang hari warga dituntut untuk lebih kreatif dalam menghadapi musim panas. Misalnya seperti yang dilakukan Salwa Abu Nimer, ibu berusia 37 tahun asal Khan Younis, Jalur Gaza bagian selatan. Ia biasanya menyiram dinding rumahnya dengan air, setiap jam, agar ke tujuh anaknya tidak merasakan terik yang menggila.

“Aku memiliki anak-anak yang tak kuat menghadapi temperatur setinggi ini, dan mereka selalu menanyakan listrik padaku. Mereka lelah akan kehidupan yang sulit ini. Aku (lantas) mencoba mengurangi beban mereka dengan menyiram air ke dinding rumah,” ungkapnya.

berita palestina (2) - musim panas di gaza - www.palestineupdate.com (3) - www.palestineupdate.com
Keterangan foto: Salwa menyiram dinding rumahnya dengan air yang terbatas, agar suhu di rumah turun. (Sumber. The Electronic Intifada)

 

Air sendiri tidaklah selalu tersedia, bagi mereka yang tidak memiliki pekerjaan tetap. Akan tetapi, menyiram air ke dinding cukuplah efektif untuk menurunkan suhu di rumah, walau akhirnya harus kekurangan air selama 1-2 hari. Akan tetapi, hanya ini satu-satunya pilihan yang bisa diambil.

Sementara itu, ketika di rumah tidak ada air, Raghad (bocah perempuan berusia 11 tahun) akan pergi mencari air. Terkadang ia meminta kepada tetangga, kadang pula ia harus berjalan selama satu jam untuk mendapatkan suplai air. Ia lantas menyiramkan air bersih yang didapat itu ke kepala adik-adik perempuan dan laki-lakinya, yang tidak kuat dengan teriknya musim panas.

“Adik-adikku tidak kuat dengan cuaca panas. Mereka memintaku menyiramkan air ke kepala mereka sampai dirasa lebih baik, meski hanya sedikit,” ucap Raghad.

berita palestina (2) - musim panas di gaza - www.palestineupdate.com (4) - www.palestineupdate.com
Keterangan foto: Raghad akhirnya mendapatkan air bersih untuk adik-adiknya. (Sumber. The Electronic Intifada)

 

Walau begitu, ada saja hikmah yang bisa mereka petik. Ia mengungkapkan, bahwa kegiatan tersebut cukup menyenangkan. Ia bisa melihat adik-adiknya bermain dengan air, walau hanya sebentar. Setidaknya, mereka merasa lebih baik, ungkapnya.

Inilah realitas yang setiap tahunnya terjadi di wilayah pemblokadean Gaza. Kita tahu persis, kalau peran air bersih dan listrik sangatlah krusial. Akan tetapi, pemblokadean menyebabkan kebutuhan-kebutuhan penting itu terhalang dari warga. (kimikim/palestineupdate)

 

Sumber. The Electronic Intifada

About admin

Check Also

PU-5-Jericho; Kota Tertua Dunia yang Ada di Palestina-www.palestineupdate.com(1)

Jericho; Kota Tertua Dunia yang Ada di Palestina

Siapa sangka ternyata kota tertua di dunia berada di Palestina palestineupdate.com – Palestina sebagai negeri …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *