WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda.
Ajukan Pertanyaan Anda Kepada Kami
Home / Berita / Pandemi Bebani Pundak Para Pencari Nafkah di Gaza

Pandemi Bebani Pundak Para Pencari Nafkah di Gaza

Pandemi Corona ancam nasib para pekerja Palestina di Gaza. (Sumber. Anadolu Agency)

Sebelum pandemi, mencari nafkah pun merupakan sebuah tantangan besar. Lantas bayangkan saat pandemi mengancam wilayah, ya, mereka benar-benar alami kesulitan bertubi.

Palestineupdate.com – Bagi mereka, para tulang punggung keluarga, pemblokadean telah menjadi momok besar dalam mencari nafkah. Kini, ujian itu kian bertambah setelah munculnya pandemi COVID-19. Lalu, bagaimana cerita dan nasib mereka kini? Simak kisah selengkapnya dalam kabar Palestina hari ini.

Berita Palestina: Bendung Penyebaran COVID-19, Gaza-Palestina Berlakukan Karantina

 

Nabil Mattar adalah seorang ayah dari tujuh anak, sekaligus juga tulang punggung keluarga. Ia termasuk ke dalam salah satu kelompok orang terdampak, akibat adanya pandemi. 

Semenjak pembatasan aktivitas, Nabil tidak memiliki penghasilan apa pun, “Saya dulu mendapatkan USD 10 (Rp149.254, kurs 14/5/2020) per hari. Jumlah itu terlalu sedikit untuk menabung. Saya (kini) tidak memiliki uang untuk menafkahi anak-anak, sejak saya berhenti bekerja.” 

Berita Palestina: Corona Membuka Rasisme Sistemik yang Dilakukan Israel

 

Karena kesulitan ekonomi yang semakin buruk, Nabil akhirnya menjual aksesori ponsel miliknya di pasar Gaza. Situasi ini juga telah membuat Nabil merasakan bagaimana rasanya kehilangan martabat, 

“Anda tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya, ketika seorang ayah terlihat tak berdaya di hadapan anak-anaknya.” 

Tak Lagi Bisa Bantu Orang Tua

Selain itu, Ibrahim Al-Dali juga termasuk ke dalam salah satu dari 130.000 orang yang kehilangan pekerjaan, semenjak pandemi COVID-19 mengancam Gaza. Ibrahim sendiri dulunya berprofesi sebagai pelayan di sebuah hotel. 

“Ketika kehilangan pekerjaan, keluarga saya begitu terkejut,” ungkapnya.

Sejak lama, Ibrahim sudah menjadi tulang punggung keluarga. Dengan gajinya, ia telah membantu orang tua dan kedua saudara laki-lakinya.

Sang ayah dulu bekerja di Israel, namun sudah tidak lagi bekerja akibat pemblokadean Israel selama 13 tahun terakhir.

Berita Palestina: Hamas Tolak Persyaratan Israel Untuk Bantu Gaza Hadapi Virus Corona

 

“Sangatlah sulit bagi pemuda seperti saya untuk hanya berdiam diri di rumah,” ucap Ibrahim, “Namun yang paling sulit adalah saya yang tidak bisa lagi membantu keluarga.”

Sementara itu, kementerian tenaga kerja telah mengalokasikan dana sebesar USD1.000.000 (sekitar 14,9 miliar rupiah) – untuk membantu warga yang kehilangan pekerjaan selama masa pandemi.

Ibrahim pun akhirnya mengajukan diri atau mendaftar untuk memperoleh dana bantuan, namun sayang, statusnya yang belum menikah tidak membuatnya berhasil mendapatkan yang diharapkan.

Secara keseluruhan, kementerian mempertimbangkan sekitar 40.000 pelamar akan mendapatkan dana. Akan tetapi, faktanya hanya mampu membantu 10.000 pelamar.

Jalanan Sangatlah Sepi

Dan kisah terakhir, namun bukan benar-benar akhir, datang dari seorang pengendara taksi bernama Ahmad Younis. 

Dari pekerjaannya, ia kini memperoleh pemasukan sebesar USD 100 (Rp1.492.540). Walau begitu, jumlah tersebut tergolong sangat kecil dan tidak bisa menutupi kekurangan yang biasa didapat pada hari-hari normal.

Berita Palestina: Segelintir Cerita Penduduk Gaza Menghadapi Corona

 

“Sektor transportasi biasanya sangat aktif,” jelasnya. “Akan tetapi, ketika saya keluar untuk mencari penumpang akhir-akhir ini, jalanan sangatlah sepi. Saya hanya mendapat beberapa penumpang.”

“Saya khawatir situasi akan terus berlanjut selama beberapa bulan ke depan. Itu akan menjadi bencana besar untuk saya,” tutupnya. (kimikim/palestineupdate)

 

Sumber. Electronic Intifada

About admin

Check Also

Suka Duka Idul Adha 1441 Hijriah di Negeri Anbia

Pribumi Palestina tetap berbahagia merayakan Idul Adha, walaupun penjajahan dan pandemi menjadi tantangan luar biasa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *