WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda.
Ajukan Pertanyaan Anda Kepada Kami
Home / AlQuds / Pemukim Israel Tutup Pintu Masjid di Yerusalem dengan Zat Perekat

Pemukim Israel Tutup Pintu Masjid di Yerusalem dengan Zat Perekat

Palestineupdate.com – Sejumlah pemukim Israel melumuri pintu Masjid Syekh Makki dengan zat perekat, di Kota Tua Yerusalem, pada Senin (11/3).

Dilansir dari Maannews.com, orang-orang yang bertanggung jawab membuka dan menutup masjid terkejut ketika mereka tiba di masjid, zat perekat sudah menempel di lubang kunci dan sekitarnya. Beruntung, pintu kemudian dapat dibuka kembali dan zat perekat sudah bisa dihilangkan.

Para saksi mata melaporkan bahwa polisi segera diberi tahu terkait kejadian tersebut, mereka tiba kemudian dan mengambil gambar dari pintu yang dilumuri zat perekat.

Sekitar 500 ribu sampai 600 ribu pemukim Israel tinggal di pemukiman-pemukiman ilegal khusus Yahudi di seluruh wilayah Yerusalem Timur dan Tepi Barat, di mana hal itu melanggar hukum internasional. Berbagai kecaman juga dilakukan oleh masyarakat internasional atas perluasan pemukiman yang dilakukan Israel.

Kelompok kemanusiaan B’Tselem mengatakan dalam laporan sebelumnya, kekerasan dan perusakan yang dilakukan oleh para pemukim ilegal sepenuhnya dilindungi oleh otoritas Israel. Kadang-kadang, para tentara juga ikut terlibat dalam tindak kekerasan. Di lain waktu, mereka hanya diam saja. Para polisi itu tidak melakukan upaya yang besar untuk menyelidiki kejadian-kejadian tersebut, tidak mengambil tindakan pencegahan atau pun menghentikan mereka secara langsung.

Baca Juga: Penjajah Israel Ubah Masjid Bersejarah Jadi Museum

Selain itu, di hari yang sama, sebuah keluarga Palestina diberitahukan oleh penjajah Israel bahwa rumah dan barang-barang milik mereka harus ditinggalkan pada akhir bulan ini. Keluarga tersebut tinggal di Silwan, Yerusalem Timur.

Menurut Pusat Informasi Wadi Hilweh, rumah tersebut akan diberikan kepada sekelompok pemukim Yahudi, dilansir dari English.wafa.ps.

Rumah tersebut kini ditinggali oleh pewaris dari Mariam Abu Zweir (pemilik rumah), di mana tinggal seorang wanita dan empat anaknya. Israel mengklaim bahwa bukti kepemilikan properti milik Abu Zweir merupakan dokumen palsu.

Pewaris dari Abu Zweir telah berjuang di pengadilan Israel, untuk mengambil alih properti mereka selama lebih dari 22 tahun.

Pusat Informasi Wadi Hilweh mengatakan, Nihad Siam, salah satu pewaris, menekankan bahwa keluarga tersebut akan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi, untuk menghentikan proses penggusuran hingga Pengadilan Distrik Yerusalem memeriksa bandingnya terhadap penggusuran. (kimikim/palestineupdate)

About admin

Check Also

Musim Panas Gaza di Masa-Masa Blokade Israel

Pemblokadean Israel telah menyebabkan musim panas di Gaza menjadi berkali lipat lebih sulit dan menantang, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *