WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda.
Ajukan Pertanyaan Anda Kepada Kami
Home / Al-Aqsha / Dunia Tak Mengerti Penderitaan Warga Palestina di Gaza

Dunia Tak Mengerti Penderitaan Warga Palestina di Gaza

Kondisi Jalur Gaza begitu buruk, namun dunia tampaknya tak mengerti penderitaan mereka.

Palestineupdate.com – Seorang penduduk di Gaza pernah mengatakan bahwa ketika berada di dalam rumah, yang dirasakan adalah kemiskinan, sementara ketika berada di luar rasa-rasanya tak ada kehidupan. Itulah sedikitnya penderitaan yang dirasakan saudara-saudara di Gaza, namun dunia nampaknya tidak mengerti akan hal itu. Inilah kabar Palestina hari ini.

Penderitaan lain yang dialami warga Gaza adalah apa yang dirasakan oleh anak-anak, terutama para pengungsi. Komisaris Jenderal dari UNRWA (United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees) – lembaga PBB untuk pengungsi Palestina, Pierre Krähenbühl, mengatakan bahwa dunia tidak memahami penderitaan warga Palestina di wilayah pemblokadean.

Berita Palestina: Blokade Sebabkan Gaza Alami Kerugian hingga 70 Juta Dolar

Dalam sebuah pernyataan pidato di acara pembukaan tahun ajaran baru, ia mengatakan, “Hak mendasar (telah) dicabut dari warga Palestina,” ia melanjutkan, “Anak-anak ini mewakili ratusan ribu siswa (pengungsi) Palestina di area operasi lembaga UNRWA, yang sering kali kesulitan mendapatkan akses ke sekolah akibat adanya pos pemeriksaan atau gangguan Israel …”

berita palestina - kondisi di jalur gaza (1) - www.palestineupdate.com - Palestine Update
Keterangan foto: Anak-anak belajar di antara puing sekolah mereka yang hancur di Tepi Barat (Sumber. Google)

 

 

 

 

 

 

 

Sementara itu, selama bulan Juli 2019 kemarin, Pusat Hak Asasi Manusia Palestina (Palestinian Centre for Human Rights (PCHR)) melaporkan bahwa Israel terus melakukan pelarangan keluar wilayah pemblokadean, mendampaki 661 pasien yang perlu berobat di wilayah lain, dan mengurangi angka ekspor sebesar 42,2 persen.

Adanya pemblokadean Israel telah menghambat pergerakan keluar-masuk warga dan barang kebutuhan, yang akhirnya memperburuk krisis di sana. Tidak hanya itu, serangan Israel di aksi protes “Great Return March” telah menimbulkan lonjakan jumlah korban, yang artinya bahwa sektor kesehatan memerlukan pasokan medis dalam jumlah besar, tapi pelarangan Israel telah mempersulit kondisi tersebut.

Walau Sulit, Mereka Tak Menyerah

Meski begitu, Gaza tidak pernah menyerah dan tetap berjuang untuk masa depan. Seperti yang dilontarkan oleh Pierre bahwa setiap orang yang berada di UNRWA kagum terhadap anak-anak perempuan dan laki-laki yang memiliki cita-cita, entah itu menjadi guru, atlet, insinyur, atau bahkan presiden.

berita palestina - sekolah UNRWA di Gaza (2) - www.palestineupdate.com - Palestine Update
Keterangan foto: Siswi-siswi sekolah UNRWA di Gaza. (Sumber. The National Arts and Culture)

 

 

 

 

 

 

“Kami juga kagum terhadap para guru, penasihat sekolah, kepala sekolah dan wakil mereka, dan semua staf sekolah yang dedikasi dan komitmennya merupakan kunci bagi seluruh struktur pendidikan kami (UNRWA).”

Pierre menambahkan, “Membuka sekolah-sekolah UNRWA (untuk tahun ajaran baru) tidak akan mungkin terjadi tanpa komitmen dari para pendukung, mitra, donatur, dan tuan rumah kami, yang kepada mereka kami begitu berterima kasih. Bahkan ketika UNRWA tengah menghadapi tantangan keuangan dan politik, mempertahankan anak-anak untuk sekolah adalah kunci untuk kesejahteraan dan komunitas mereka, juga kunci untuk keseimbangan di Gaza dan sekitarnya.”

 

Sumber. Middle East Monitor, Euronews

About admin

Check Also

Perjalanan Masjid Al-Aqsha Sebagai Pusat Pengajaran Al-Quran

Masjid Al-Aqsha telah menjadi pusat ilmu pengetahuan sejak berabad-abad yang lalu. palestineupdate.com – Selain menjadi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *