WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda.
Ajukan Pertanyaan Anda Kepada Kami
Home / Al-Aqsha / Perjuangan Salah Satu Desa Palestina setelah 7 Dekade Nakba

Perjuangan Salah Satu Desa Palestina setelah 7 Dekade Nakba

Salah satu desa di Palestina, Al-Walaja, yang terletak di Tepi Barat, melalui banyak hal terutama setelah terjadinya peristiwa Nakba.

Palestineupdate.com – Seseorang yang masih hidup dengan membawa kenangan Nakba pada tujuh dekade silam, bercerita mengenai kehidupannya dan bagaimana desa yang ia tinggali melalui banyak hal, terutama setelah malapetaka tersebut terjadi. Bagaimana kondisi pribumi di sana hari ini? Simak ulasan sejarah Palestina berikut ini!

Di pertengahan abad terakhir, penduduk kampung Al-Walaja – tidak jauh dari Yerusalem – menganggap diri mereka beruntung. Di sana terdapat bukit-bukit yang subur dan ladang untuk bercocok tanam, menghadap ke sebuah lembah di mana jalur kereta era Utsmani menghubungkan Yerusalem (Al-Quds) dengan pelabuhan Mediterania – Jaffa. Di dekat stasiun, para petani Al-Walaja selalu memiliki pembeli untuk lentil, cabai, dan mentimun – hasil panen mereka. Mohammed Salim, yang diperkirakan mendekati usia 80 tahun dan lahir sekitar tahun 40-an, mengingat ladang luas milik keluarga-keluarga di Al-Walaja tersebut.

berita palestina - wilayah Al-Walaja di Palestina (2) - www.palestineupdate.com - Palestine Update
Keterangan foto: Dinding beton tinggi dan pagar kawat berduri memisahkan wilayah Al-Walaja. (Sumber. The Guardian)

 

 

 

 

 

 

 

Akan tetapi, hari ini Salim hidup di dalam sebuah enklave (daerah kantong), wilayah yang dikelilingi oleh bagian (negara) lain. Seumur hidupnya, dua perang telah mengusir seluruh warga desa dan mencaplok sebagian besar wilayah. Terlebih, beberapa saat kemudian wilayah diambil alih untuk kepentingan pemukiman ilegal Israel. Pada dua dekade terakhir, sebuah dinding beton yang menjulang tinggi dan pagar kawat berduri bahkan telah membagi wilayah yang tersisa – karena Israel mengklaim lebih banyak wilayah.

Setiap tanggal 15 Mei, warga Palestina memperingati peristiwa Nakba yakni saat ratusan ribu orang dipaksa keluar dari tempat tinggal mereka, hingga akhirnya kampung halaman tersebut diubah menjadi Israel. Bagi warga Al-Walaja sendiri, Nakba merupakan awal mula dari tujuh dekade perjuangan mereka untuk bertahan hidup.

Berita Palestina: Nakba, 800ribu rakyat Palestina terusir.

Saat ini, wilayah dihuni oleh 2.600 orang. Al-Walaja masih ada, namun masa depannya bisa dikatakan sangatlah terancam. Pada satu dekade terakhir, polisi Israel telah membangun pos pemeriksaan di lembah dan menyebabkan sebagian besar penduduk tidak bisa melewatinya. Sementara itu, ladang yang diisolasi tetap tidak tergarap dan pemerintah kota Yerusalem (Al-Quds) telah menghancurkan puluhan rumah. Lebih banyak warga bahkan menunda perintah penghancuran rumah mereka. Al-Walaja dulu pernah terkenal akan musim seminya, namun kini keadaan sudah berbeda. Sebuah pagar kawat mengelilingi area terbesar di bagian bawah bukit. Kambing-kambing milik penggembala pun, sudah tidak bisa lagi minum di sana. Itulah gambaran Al-Walaja hari ini.

Mengetahui kondisi Al-Walaja hari ini, semestinya menyadarkan kita bahwa sampai kapan pun, penjajahan tetaplah penjajahan dengan segala rasa pahit yang ditelan oleh pribumi. Sepandai apa pun penjajah menutupi identitas mereka, bau busuknya akan selalu tercium dan menjadi bukti nyata atas tindakan mereka. (kimikim/palestineupdate)

 

Sumber. The Guardian

 

About admin

Check Also

PU - Boikot Israel www.palestineupdate.com

Misi Kemanusian Dalam Gerakan Boikot Israel

Fakta menarik seputar gerakan pemboikotan Israel. palestineupdate.com – Pemboikotan Israel merupakan salah satu gerakan yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *