WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda.
Ajukan Pertanyaan Anda Kepada Kami
Home / Artikel / Segelintir Cerita Penduduk Gaza Menghadapi Corona

Segelintir Cerita Penduduk Gaza Menghadapi Corona

Salah satu potret penduduk yang menggunakan masker di Palestina/The Electronic Intifadha

Negara-negara di dunia yang mulai menerapkan lockdown mengingatkan kita semua pada Gaza. Jauh sebelum virus ini melanda, Gaza sudah lebih dahulu mengalami isolasi

Palestineupdate.com— Virus Corona telah masuk ke Gaza sejak 22 Maret 2020, setelah adanya berita bahwa virus tersebut terdeteksi pada 2 orang Palestina yang baru saja kembali dari Pakistan. Bagaimana kondisi terkini yang terjadi di Gaza-Palestina? Seorang penduduk Gaza membagikan ceritanya untuk anda semua.

Simak kisah selengkapnya hanya di kanal berita Palestina terkini Palestine Update yang selalu berbagi kabar Palestina hari ini untuk anda semua.

 

Isolasi Dalam “Isolasi”

Sarah Algherbawi, seorang penduduk Gaza membagikan kisahnya tentang apa yang terjadi setelah virus Corona sampai di tempatnya. Sejak diberitakan terkonfirmasinya dua orang positif mengidap virus corona, sampai Sarah menulis kisahnya (2/4/2020), sudah sepuluh kasus lainnya yang dilaporkan terindikasi positif virus corona.

Jalur Gaza merupakan daerah yang begitu padat penduduk dan memiliki sistem kesehatan yang tidak memadai untuk merawat pasien karena telah luluh lantak sejak Israel menduduki wilayah ini. Sarah menuturkan bahwa penduduk Gaza telah dipaksa melakukan “isolasi” bahkan sebelum virus Corona ini menyerang dunia, yakni isolasi blokade yang dilakukan oleh Israel yang telah berlangsung belasan tahun lamanya. Karena itu para penduduk Gaza telah terbiasa menghabiskan sepanjang tahun dalam kungkungan isolasi yang membuat mereka tidak bisa bepergian kemana-mana.

Pada tahun 2014 silam, saat di mana Israel melancarkan agresi militernya, Sarah mengaku menghabiskan 51 hari berada di dalam rumah. Kala itu, dirinya yang masih tinggal bersama ayahnya masih dapat keluar rumah hanya untuk sekadar mencari angin segar. Namun yang didapatinya justru angin yang bercampur dengan bubuk mesiu, dan langit yang dipenuhi pesawat militer. Tetapi isolasi yang terjadi akibat virus corona ini berbeda, penduduk benar-benar harus diam di rumah mereka masing-masing.

 

Baca juga: Pengalaman di Gaza, Bantu Dokter Kanada Hadapi Corona

 

 

Hai Dunia, Selamat Datang di Gaza!

Potret warga Gaza yang kesulitan mendapatkan air bersih/Liputan Islam

Virus Corona yang tengah menjangkiti seantero dunia menunjukan kepada semua orang tentang bagaimana miniatur kehidupan di Gaza. Saat dunia tidak dapat melakukan penerbangan menuju negara lainnya, Sarah yang sudah berusia 29 tahun itu tidak pernah sekalipun merasakan bagaimana terbang menuju negara lain. Jangankan untuk terbang, berpindah menuju daerah lainnya saja begitu susah.

Kini dunia merasakan bagaimana khawatir akan pasokan obat-obatan yang mulai tidak aman, ketersediaan makanan dan air bersih yang semakin mengancam, bahkan bisa jadi aliran listrik juga akan terganggu seiring virus yang semakin mewabah.

“Selamat datang di Gaza!, itulah yang kami rasakan selama ini. Saat obat-obatan vital tidak tersedia, sebagian besar air yang ada tidak layak minum, dan tentang listrik, di sini hanya mendapatkan pasokan listrik yang sebentar saja setiap harinya” tutur Sarah menambahkan.

Selamat datang di Gaza, disaat fasilitas kesehatan yang paling maju sekalipun begitu kewalahan menghadapi penyebaran virus ini. Bayangkan seperti apa rasanya bagi penduduk Gaza yang sistem kesehatannya saja tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya. Gedung sekolah yang diliburkan menjadi tempat pusat karantina bagi 1.700 orang, dan hampir 1.000 orang memerlukan penanganan medis dengan segera.

 “Saya mungkin termasuk orang yang beruntung di Gaza, karena masih dapat membeli makanan dan kebutuhan barang-barang lainnya. Karena hampir 50% populasi Gaza tidak memiliki pekerjaan. Sementara 50% lainnya berada dibawah garis kemiskinan” tambahnya.

Sekarang dunia dapat merasakan bagaimana rasanya menjadi penduduk Gaza, dan kesulitan-kesulitan yang telah dihadapi penduduk lebih dari satu dekade lamanya. PBB yang pernah menyatakan bahwa Gaza tidak layak untuk dihuni pada tahun 2020, tampaknya ini tidak hanya berlaku bagi Gaza, tetapi bagi seluruh dunia. (itari/palestineupdate)

(Sumber: The Electronik Intofadha)

About admin

Check Also

PU-5-Jericho; Kota Tertua Dunia yang Ada di Palestina-www.palestineupdate.com(1)

Jericho; Kota Tertua Dunia yang Ada di Palestina

Siapa sangka ternyata kota tertua di dunia berada di Palestina palestineupdate.com – Palestina sebagai negeri …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *