WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda.
Ajukan Pertanyaan Anda Kepada Kami
Home / Artikel / Tanpa Kartu Identitas, Warga Gaza Bak Dipenjara

Tanpa Kartu Identitas, Warga Gaza Bak Dipenjara

Israel mempersulit kehidupan warga Palestina bahkan di Gaza, salah satunya terkait akses mobilitas warga yang terbatas – karena hanya memiliki kartu identitas sementara.

Palestineupdate.com – Tak hanya pribumi di Tepi Barat, ribuan orang di Jalur Gaza juga mengalami kesulitan akibat kartu identitas. Salah satunya dialami seorang ibu berusia 72 tahun, yang karenanya tak mampu bertemu sang putri selama 20 tahun terakhir. Lalu, bagaimana cerita selengkapnya? Mari simak dalam kabar Palestina hari ini.

 

Berita Palestina: Blokade Sebabkan Pasar Qurban di Gaza Ambruk

 

Ialah Khadija Al-Najjar, yang ketika melihat potret dari sang anak dan cucu-cucu – semakin sendulah hatinya. Kini, mereka yang dirindukan itu berada jauh dari Khadija. Ada yang menetap di Eropa, juga Amerika Utara.

Akan tetapi, kerinduan untuk orang-orang tersayang itu, tak bisa ia leburkan dengan pertemuan. Sebab, dirinya tak memiliki dan tak bisa memiliki kartu identitas sebagai warga Palestina. Tanpa benda tersebut, ia tak memiliki kemampuan untuk bepergian.

Dan apa yang menimpa Khadija, ternyata dirasakan juga oleh kurang lebih 5000 warga Palestina di Gaza – menurut kementerian Otoritas Palestina untuk kantor urusan sipil di sana, yang berbagi kesulitan dengannya.

 

Berita Palestina: Pandemi dan Blokade Kompak Buat Layu Bisnis Bunga di Gaza

 

Israel sendiri telah berhenti mendistribusikan kartu identitas – yang diperuntukkan bagi penduduk pesisir (Gaza) – setelah tahun 2007, yakni ketika Hamas mengambil alih kepemimpinan di Gaza (dari Fatah) sesudah memenangkan pemilihan parlemen tahun sebelumnya.

Sementara itu, Khadija dan sang suami (Muhammad Issa Al-Najjar) tinggal di area Al-Rimal – Kota Gaza. Muhammad sendiri lahir pada tahun 1945 di Masmiya Al-Kabira, sebuah desa Palestina di distrik Gaza saat itu (sekarang di sisi perbatasan Israel) yang secara paksa dikosongkan dan sebagian besar dihancurkan dalam peristiwa Nakba tahun 1948.

Sang suami mengenyam pendidikan di Mesir sebelum perang tahun 1967, dan merupakan salah satu dari mereka yang tidak mendaftar dalam sensus Israel tahun 1967 – di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

 

Berita Palestina: Hamas Tolak Persyaratan Israel Untuk Bantu Gaza Hadapi Virus Corona

 

Karena alasan tersebut, ia bersama keluarganya mengalami kesulitan kembali ke Gaza – hingga tahun 1999 ketika ditunjang oleh gelombang optimisme terkait proses perdamaian dan janji yang ditawarkan, bahwa Gaza akan versi Arab dari Singapura yang kaya dan dinamis, mereka pun pulang.

“Kami memasuki Gaza dengan izin sementara, karena saudaraku berada di Gaza,” ungkap Muhammad. Akan tetapi, hanya separuh dari jumlah anggota keluarga yang mendapatkan kartu identitas permanen.

“Kami mengajukan unifikasi keluarga; [anak-anakku] Nasser, Razan, dan aku memperoleh kartu identitas. Sayangnya, istriku, Ahmad, dan Lina tidak mendapatkannya.”

berita palestina - ibu di gaza rindukan anak yang sudah lama tak bertemu - www.palestineupdate.com (2) - www.palestineupdate.com
Keterangan foto: Khadija sedang memperlihatkan foto putranya, Nasser. (Sumber. Electronic Intifada)

 

Karena itu pula, Khadija marah setiap kali melihat kartu identitas sementara miliknya. Kartu ini tak berguna bagi Khadija. Sementara itu, ia sudah lama tak melihat putrinya (Lamis – 41 tahun) yang tinggal di Inggris, selama 20 tahun. Nasser (38 tahun), putranya, juga tinggal di luar negeri (Kanada) selama 5 tahun terakhir. Khadija juga memiliki saudara laki-laki di Dubai, yang ia harap bisa dikunjungi.

Ibu dari 5 anak tersebut masih berharap bisa memperoleh kartu identitas, namun terlepas dari sejumlah upaya yang telah dilakukan melalui otoritas di Tepi Barat, ia juga berulang kali diberi tahu bahwa keputusan ada di tangan Israel.

“Aku merasa sedang dipenjara; aku tidak bisa mengunjungi anak-anak, cucuku, juga bahkan tak mampu melaksanakan haji ataupun umrah.” (kimikim/palestineupdate)

 

Sumber. Electronic Intifada

About admin

Check Also

PU-1-Kenalan Yuk Dengan Sosok Penjaga Al Aqsa-www.palestineupdate.com(1)

Kenalan Yuk Dengan Sosok Penjaga Al Aqsa!

Para penjaga Al Aqsa atau dikenal sebagai Murabitun dan Murabithah menjadi sosok sentral dalam menjaga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *