WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda.
Ajukan Pertanyaan Anda Kepada Kami
Home / Al-Aqsha / Terancamnya Eksistensi Pribumi Palestina Akibat Pemukiman Israel

Terancamnya Eksistensi Pribumi Palestina Akibat Pemukiman Israel

Wilayah Tepi Barat, tidak jauh berbeda dengan Jalur Gaza, adalah wilayah yang juga terkena dampak besar atas eksistensi Israel. Salah satu ancaman terbesar dari Israel adalah adanya pemukiman ilegal di sana.

Palestineupdate.com – Jalur Gaza sering kali menjadi sorotan dunia, karena parahnya kondisi wilayah pemblokadean. Akan tetapi kondisi di Tepi Barat pun, tidak bisa dikatakan baik-baik saja atau terlepas dari belenggu Israel. Satu hal yang begitu mengancam eksistensi pribumi di sana adalah adanya pemukiman ilegal. Bagaimana bisa begitu? Simak kabar Palestina hari ini.

Mengambil contoh kasus yang terjadi di akhir tahun 2018, di mana sebuah strategi dibuat oleh Israel untuk mengambil alih lahan di Tepi Barat. Ketika itu, para penjajah membuat rencana untuk memperpanjang pipa air yang akan dibangun melewati Nablus bagian barat daya.

berita palestina - pipa air Israel di Nablus (2) - www.palestineupdate.com - Palestine Update
Keterangan foto: Pipa air di Nablus, Tepi Barat. (Sumber. Islampos)

 

 

 

 

 

 

Mengetahui hal itu, para pejabat Palestina memperingatkan bahwa rencana tersebut akan mendatangkan malapetaka terhadap lahan pertanian warga Palestina. Selain itu, menurut mereka, rencana tersebut juga merupakan sebuah skema untuk membangun pemukiman besar yang akan memisahkan Nablus dari Ramallah di Tepi Barat.

Pada tanggal 8 Desember 2018, otoritas Israel mengeluarkan perintah perpanjangan pipa air dari pemukiman Shvut Rachel ke pemukiman Migdalim. Sekitar 4 kilometer (2,5 mil) dari 7 kilometer pipa air melintasi kampung Qusra dan Jalud di Nablus bagian selatan, Tepi Barat. Pipa air tersebut akan menembus sebagian besar wilayah di Palestina, juga tujuh lembah sungai di Jalud dan tiga di Qusra.

Selain itu, para pemukim ilegal Israel di Nablus bagian selatan telah melakukan operasi pengerukan dan pembangunan jalan di area sekitar.

PALESTINIAN-ISRAEL-WEST-BANK-CONFLICT-DEMOLITION - Palestine Update

 

 

 

 

 

 

Ghassan Daghlas, petugas yang memantau aktivitas pemukiman ilegal di Tepi Barat bagian utara, mengatakan bahwa pipa air akan secara signifikan mengganggu aktivitas di lahan pertanian warga Palestina, serta mencegah para pemilik lahan bekerja di tanah milik mereka sendiri, yang akan menimbulkan kerugian finansial.

Ghassan memperhatikan bahwa Shvut Rachel terletak 4 kilometer dari Migdalim. Semua lahan warga Palestina yang nantinya dilalui jalur pipa akan diambil alih, meski begitu menurut laporan saat itu, lahan-lahan tersebut belum diidentifikasi.

Berita Palestina: Penjajah Israel Rusak Pipa Air di Hebron

Dirinya melanjutkan, terdapat motif tersebumbunyi sebab pemukiman Migdalim tidak perlu disuplai dengan air karena berada di pintu masuk Qusra, yang menghadap ke jalan utama dan dilengkapi dengan infrastruktur yang diperlukan.

Ghassan menambahkan bahwa tujuan akhir dari proyek tersebut adalah membangun kompleks pemukiman yang besar di Nablus bagian selatan, dengan menghubungkan pemukiman satu dengan yang lain, dan mengambil alih area warga Palestina yang tidak diduduki demi membangun lebih banyak pemukiman ilegal.

“Ekspansi bertepatan dengan keputusan otoritas Israel untuk melegitimasi (mengesahkan) seluruh pemukiman ilegal di area tersebut dan untuk mencaploknya guna menjadikannya pemukiman Amihai yang baru (di dekat Nablus). Israel berupaya menampung 1.100 keluarga pemukim, dan mengubah pemukiman menjadi kota besar,” lanjut Ghassan.

berita palestina - 4 - www.palestineupdate.com - Palestine Update
Keterangan foto: Israel mulai bangun rumah di pemukiman ilegal baru (Sumber. Suara Palestina)

 

 

 

 

 

 

 

Sementara itu, Ayed Marar yang merupakan direktur jenderal departemen hukum di Colonization and Wall Resistance Commission, mengatakan bahwa Nablus selatan merupakan salah satu area yang menjadi sasaran pembangunan pemukiman, dan Israel melihatnya sebagai sebuah perpanjangan dari pemukiman Isbah Ariel, sebuah blok yang bertujuan untuk memutus hubungan dengan Tepi Barat.

Selain itu, Khaled Mansour selaku ahli terkait pemukiman turut mengungkapkan pendapatnya. Menurut Khaled, “Lahan yang luas dari Jalud dan Qusra serta rendahnya populasi di sana, telah mendorong Israel menjadi lebih serakah dan mencoba untuk mencaploknya guna dijadikan sebagai pemukiman ilegal. Pemukiman ilegal yang baru akan membentuk kompleks pemukiman ‘berbahaya’, yang akan menghubungkan kompleks pemukiman Ariel dan Borkan, menjangkau Israel.”

Dirinya menambahkan, “Membangun pemukiman ilegal baru artinya membangun sebuah garis yang memisahkan Tepi Barat bagian utara dari sisi bagian selatan dan pusatnya, mengubah kota-kota di wilayah Palestina menjadi pulau-pulau di pemukiman.” (kimikim/palestineupdate)

 

Sumber. Al-Monitor

About admin

Check Also

Perjalanan Masjid Al-Aqsha Sebagai Pusat Pengajaran Al-Quran

Masjid Al-Aqsha telah menjadi pusat ilmu pengetahuan sejak berabad-abad yang lalu. palestineupdate.com – Selain menjadi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *