WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda.
Ajukan Pertanyaan Anda Kepada Kami
Home / Gaza / Terbaru: 254 Meninggal dan 23.603 Terluka dalam Aksi Kepulangan Akbar

Terbaru: 254 Meninggal dan 23.603 Terluka dalam Aksi Kepulangan Akbar

Palestineupdate.com – Lebih dari 250 warga Palestina meninggal dunia akibat serangan bersenjata tentara Israel dan lebih dari 23 ribu warga terluka, sejak dimulainya Aksi Kepulangan Akbar di Jalur Gaza pada 30 Maret 2018 hingga akhir tahun lalu, menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada hari Senin (21/1), dilansir dari English.wafa.ps.

“Sejak 30 Maret 2018, Jalur Gaza telah menyaksikan sebuah peningkatan signifikan dari jumlah korban, dalam konteks demonstrasi massa dan aktivitas lainnya di sepanjang gerbang perbatasan Israel dengan Gaza, ambil bagian dalam Aksi Kepulangan Akbar, juga selama permusuhan dan insiden terkait akses,” menurut laporan yang dikeluarkan oleh United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA) di wilayah Palestina.

OCHA mengatakan, 254 warga Palestina meninggal dunia di Gaza dari 30 Maret hingga 31 Desember, 180 di antaranya meninggal dalam aksi protes tersebut dan sisanya karena hal lain yang juga disebabkan oleh senjata Israel. Di antara yang meninggal, 44 merupakan anak-anak dan empat orang merupakan wanita.

Selain itu, 23.603 warga Palestina terluka dalam periode yang sama, hampir semuanya terluka dalam Aksi Kepulangan Akbar dan mencakup 5.183 anak laki-laki, 464 anak perempan, dan 1.437 wanita.

Baca Juga: MSF: Ratusan Korban Luka Aksi Kepulangan Akbar Berisiko Alami Infeksi

Menurut laporan, jumlah terbesar kematian dan cedera terjadi pada bulan Mei (80 kematian dan 5.981 orang cedera) selama aksi protes melawan pemindahan kedutaan besar Amerika Serikat dari Tel Aviv (Israel) ke Yerusalem (Palestina).

“Jumlah terbesar dari korban luka di antara para demonstran Palestina yang tak bersenjata, termasuk persentase tinggi para demonstran yang ditembak oleh peluru (live ammunition), telah meningkatkan kekhawatiran akan penggunaan kekuatan berlebihan oleh tentara Israel. Paparan anak-anak terhadap terhadap kekerasan dan kuranganya penjagaan terhadap tim medis juga menjadi kekhawatiran,” ucap OCHA.

“Terlepas dari bantuan signifikan yang diberikan, menangani kebutuhan multi-sektoral yang dihasillan dari masuknya banyak korban secara massal, masih menjadi tantangan akibat kurangnya dana, blokade selama bertahun-tahun, kesenjangan internal, dan krisis energi yang kronis,” tutupnya. (kimikim/palestineupdate)

About admin

Check Also

palestina hari ini - aksi kepulangan akbar - www.palestineupdate.com (1) - www.palestineupdate.com

3 Simbol Perjuangan Kemerdekaan Palestina

Palestina terus berusaha menjaga identitas negeri dari ancaman pembersihan identitas oleh Israel. Beberapanya melalui: pakaian …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *